Strategi Branding Sekolah di Era Digital dalam Meningkatkan Animo Masyarakat

Last Updated on 20.09.2026 by Zulfahmi M

Posted on 20.09.2026 by www.ajoefahmi.com

Strategi Branding Sekolah

Lembaga pendidikan berupaya membangun citra positif untuk menarik perhatian calon siswa. Saat seseorang membeli produk, kebutuhan bukan hanya faktor utama, tetapi juga harapan terhadap citra yang dibentuk oleh lembaga tersebut. Oleh karena itu, memberikan informasi kepada publik menjadi sangat penting bagi organisasi guna membentuk citra positif. Deskripsi tersebut juga dapat diartikan sebagai citra yang harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan melalui strategi pemasaran. Proses branding untuk sekolah memiliki manfaat dalam membantu calon siswa menemukan institusi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Branding ini melibatkan seleksi janji, nilai, dan unsur-unsur yang mencerminkan identitas sekolah. Oleh karena itu, upaya branding yang dilakukan oleh sekolah memiliki tujuan untuk menarik perhatian dan menjadi pilihan utama masyarakat (Dwiyanti, 2020).

Lembaga pendidikan, yang dianggap baik oleh masyarakat, memainkan peran kunci dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Umumnya, lembaga pendidikan memanfaatkan media massa cetak, elektronik, dan online untuk menunjukkan keberadaannya. Saat ini, persaingan dalam rangka memperoleh kepercayaan masyarakat dilakukan dengan mengedepankan gedung, prestasi siswa, jaringan alumni yang luas dan aspek-aspek lainnya.

Sebagai lembaga pendidikan, sekolah, seyogyanya merancang strategi branding yang konsisten, efektif, tepat sehingga menjadikan sekolah diminati oleh masyarakat. Sangat penting baik untuk produk barang, jasa maupun lembaga tertentu memperoleh pengakuan masyarakat., khususnya dalam konteks sekolah swasta yang menghadapi persaingan menghadapi merekrut peserta didik baru setiap tahunnya. Momen penerimaan peserta didik baru merupakan momen rutin yang sangat menjadi perhatian setiap lembaga pendidikan khususnya sekolah swasta agar tetap diminati masyarakat sehingga memperoleh siswa yang banyak.

Membangun merek atau upaya untuk mencapai image yang baik bagi lembaga pendidikan merupakan hal serius bagi sekolah. Membangun branding sekolah yang baik, terencana, terukur dan pas dengan visi dan misi lembaga akan memberikan peluang yang besar pada lembaga untuk tetap eksis dan memperoleh siswa yang ditargetkan. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan keterampilan seperti kemampuan berkomunikasi, menyebarkan informasi, melaksanakan sosialisasi, dan melakukan promosi lembaga sekolah dengan efisien. Hal ini dimaksudkan agar informasi yang diteruskan kepada masyarakat dapat diterima secara akurat dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi.

Namun, lembaga pendidikan harus menyadari bahwa saat ini terdapat persaingan ketat antar-sekolah dalam menjaga kualitas pendidikan dan menarik minat siswa baru yang berada di sekitar atau dalam wilayah tertentu. Oleh karena itu, upaya promosi tidak cukup, lembaga pendidikan juga perlu membentuk citra sekolah yang positif di mata masyarakat.

School Branding melalui Digital

Marketing menarik animo masyarakat Brand Image sekolah melibatkan usaha yang dilakukan oleh institusi pendidikan untuk meningkatkan daya tarik atau mempromosikan sekolah, sambil tetap mempertahankan daya saing positif dan penerimaan dalam masyarakat. Dalam membangun reputasi positif sekolah, penerapan strategi yang sesuai menjadi suatu keharusan. Hal ini disebabkan karena, melalui strategi yang tepat, akan terbentuk hubungan yang seimbang dan positif antara sekolah dan komunitas (Hasim, 2020).

Branding sekolah yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam menarik animo masyarakat antara lain:

  1. Menyelenggarakan kegiatan terkait penerimaan peserta didik baru sebagai ajang promosi misalnya mengadakan Try Out Ujian untuk siswa SD/ MI seperti yang dilakukan MTsN 2 Purbalingga (Karsono et al., 2021).
  2. Membuat program unggulan sekolah yang menjadi cirikhas sekolah(Rizkiyah, 2020)seperti sekolah alam (Kusrini, 2021), sekolah tahfidzul Quran (Arifin, 2019)dan Setiawati 2021, Hasim 2020), sekolah Adiwiyata. Damsar, Miko, 2020).
  3. Menerapkan manajemen mutu dengan standar baik melalui akreditasi sekolah (Rizkiyah, 2020). Hal ini juga dilkukan ole SDI Masyitoh Kroya Cilacap (Jamaluddin, 2021). Menerapkan juga standar baik untuk akreditasi program keahlian standar ISO 9001 seperti yang dilakukan oleh SMK Dr. Soetomo Surabaya (Mustika, 2020).
  4. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik (Rizkiyah, 2020) dan dipublikasikan ke media cetak dan media sosial seperti yang dilakukan di MTsN 1 Purbalingga (Karsono et al., 2021), SMP Ar Rahmah Putri Malang (Qibtiyah, 2018).
  5. Menerapkan strategi komunikasi WOM (Word of Mouth) atau dalam bahasa Indonesia diartikan dari mulut ke mulut seperti diprogramkan di SDIT Alam Biruni. Program ini melibatkan semua stakeholder internal sekolah mulai guru, karyawan serta orang tua murid (Kusrini, 2021).
  6. Melakukan penerapan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) atau Evaluasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman dalam strategi branding sekolah, kemudian menggembangkan upaya pemasaran melalui berbagai platform media massa (seperti videotron, situs web sekolah, radio, dan media cetak) yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah secara efektif dan efisien, seperti yang telah dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Sholicha, 2018).
  7. Membuat “tagline”, jargon ataupun slogan sekolah sebagai identitas sekolah kemudian direalsasikan dengan program-program sekolah misalnyaslogan SDIT Alam Biruni “Pribadi Cerdas, Soleh dan Menyanyangi” (Kusrini, 2021).
  8. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia/guru serta menempatkan posisi guru sesuai kehliannya seperti yang dilaksanakan di SMK Dr. Soetomo Surabaya (Mustika, 2020), (Rizkiyah, 2020). Demikian pula yang dilakukan oleh Sekolah Aluna Montessori Jakarta (Purnamasari et al., n.d.).
  9. Mewujudkan mutu karakter siswa serta lulusan dengan kompetensi di bidang agama misalnya mengaji, ceramah agama di kampungnya seperti yang diprogramkan oleh MTsN 2 Purbalingga (Karsono et al., 2021). 10. Mengembangkan sekolah melalui brandingpersonality yaitu branding dengan memanfaatkan tokoh terkenal seperti yang dilakukan oleh TK Khalifah Sewon Yogyakarta menggunakan tokoh terkenal Ippo Santoso (Mushlih, 2019).

Sumber: Academy of Education Journal Vol. 15, No. 2, Juli 2024, Page: 1260-1271 ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031. Strategi branding Sekolah di era digital dalam Meningkatkan Animo Masyarakat Melalui Pemanfaatan Digital Marketing. Muh Wahyunto, Dian Hidayati, Sukirman. (Universitas Ahmad Dahlan, Jl. Pramuka No. 42, Yogyakarta 55161, Indonesia)

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *