Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.
1. Ranah Kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisi, mensintesis dan kemampuan mengevaluasi. Cakupan yang diukur dalam ranah kognitif adalah ingatan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), analisis (C4), sintesis (C5) dan evaluasi (C6).
Contohnya siswa dibina kompetensinya menyagkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus. Namun untuk dapat melukis jaring-jaring kubus setidaknya diperlukan pengetahuan (kognitif) tentang bentuk-bentuk jaring kubus dan cara-cara melukis garis-garis tegak lurus.
2. Ranah Afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nalai. Ranah afektif menjajdi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu (1) receiving, (2) responding, (3) valuing, (4) organization, (5) characterization by evalue or calue complex. Ciri-ciri ranah penilaian afektif yaitu pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasi sebagai ranag afektif (Andersen, 1981:4). Pertama, Pertama, perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. Kedua, perilaku haris tipikal perilaku seseorang. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas, arah dan target. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain, misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukan apakah perasaan itu baik atau buruk. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif, sedangkan kecemasan dimaknai negatif. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama, maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. Target mengacu pada objek, aktivitas, atau ide sebagai arah dari perasaan.
Ranag afektif tidak dapat diukut seperti halnya ranah kognitif, karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: menerima, merespon, menghargai, mengorganisasi.
- Menerima (memperhatikan), meliputi kepekaan terhadap kondisi, gejala, kesadaran, kerelaan, mengarhkan perhatian.
- Merespon, meliputi merespon secara diam-diam, bersedia merespon, merasa puas dalam merespon, mematuhi peraturan.
- Menghargai, meliputi meneriam suatu nilai, mengutamakan suatu nilai, komitmen terhadap nilai
- Mengorganisasi, meliputi mengkonseptualisasikan nilai, memahami hubungan abstrak, mengorganisasi sistem suatu nilai.
Secara teknis penilaian ranah afektif dilakukan melalui dua hal yaitu (a) laporan diri oleh siswa yang biasanya dilakukan dengan pengisian angket anonim, (b) pengamatan sistematis oleh guru terhadap afektif siswa dan perlu lembar pengataman.
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
