Last Updated on 15.04.2016 by Zulfahmi M
Agar Penelitian Tindakan Kelas memperoleh informasi atau kejelasan yang lebih baik, perlu kiranya dipahami oleh guru prisip-prinsip yang harus terpenuhi. Dengan memahami prinsip-prinsip dan mampu menerapkannya, kiranya apa yang dilakukan dapat berhasil dengan baik. Berikut ini beberapa prinsip yang harus menjadi perhatian guru dalam penelitian tindakan:
1. Kegiatan Nyata dalam Situasi Rutin
PTK atau penelitian tindakan dilakukan oleh peneliti tanpa mengubah situasi rutin. Mengapa? Jika penelitian dilakukan dalam situasi lain, hasilnya tidak dijamin dapat dilaksanakan lagi dalam situasi aslinya, atau dengan kata lain penelitiannya dalam kondisi tidak wajar. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas tidak perlu mengadakan waktu khusus, tidak mengubah jadwal yang sudah ada. Dengan demikian, apabila guru akan melakukan beberapa kali penelitian tindakan, tidak menimbulkan kerepotan bagi Kepala Sekolah dalam mengelola sekolahnya.
2. Adanya kesadaran untuk memperbaiki kinerja
PTK atau penelitian tindakan didasarkan atas sebuah filosofi bahwa setiap manusia tidak suka atas hal-hal yang statis, tetapi selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik. Peningkatan diri untuk hal yang lebih baik ini dilakukan terus menerus sampai tujuan tercapai, tetapi sifatnya hanya sementara, karena dilanjutkan lagi dengan keinginan untuk lebih baik yang datang susul-menyusul. Dengan kata lain, penelitian tindakan dilakukan bukan karena ada paksaan atau permintaan dari pihak lain, tetapi atas dasar sukarela, dengan senang hati, karena menunggu hasilnya yang diharapkan lebih baik dari yang sebelumnya.
3. SWOT sebagai dasar berpinjak
PTK atau penelitian tindakan harus dimulai dari analisis SWOT terdiri atas unsur-unsur S-Strength (kekuatan), W-Weaknesses (kelemahan), O-Opportunity (kesempatan), T-Threat (ancaman). Empat hal tersebut dilihat dari sudut guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenai tindakan. Dengan berpijak pada hal tersebut, penelitian tindakan dapat dilaksanakan hanya apabila ada kesejalanan antara kondisi yang ada pada guru dan juga pada siswa. Tentu saja pekerjaan guru sebelum menentukan jenis tindakan yang akan dicobakan, memerlukan pemikiran yang matang.
4. Upaya Empiris dan Sistemik
Penerapan prinsip ini merupakan penerapan dari prinsip SWOT. Dengan telah dilakukan analisis SWOT, tentu saja apabila guru melakukan penelitian tindakan, berarti sudah mengikuti prinsip-prinsip empiris (terkait dengan pengalaman) dan sistematik, berpijak pada unsur-unsur yang terkait dengan keseluruhan sistem yang terkait dengan objek yang sedang digarap.
5. Ikuti Prinsip SMART dalam perencanaan
SMART adalah kata bahasa Inggris yang artinya cerdas. Akan tetapi dalam proses perencanaan kegiatan merupakan singkatan dari lima huruf bermakna. Adapun makna dari masing-masing huruf adalah sebagai berikut:
S : Specific – khusus, tidak terlalu umum
M : Managable – dapat dikelola, dilaksanakan
A : Acceptable – dapat diterima lingkungan
R : Realistic – operasional, tidak di luar jangkauan, dan
T : Time – diikat oleh waktu, terencana.
Demikianlah beberapa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan guru dalam melakukan PTK atau penelitian tindakan, kepala sekolah atau pengawas dalam melakukan penelitian tindakan.
Sumber: Penelitian Tindakan Kelas, Prof. Suharsimi Arikunto, dkk, Bumi Aksara, 2007
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)