Perbedanaan Al Qur’an dengan Hadits Qudsi dan Hadist Nabawi

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Pengertian:

Al-Quran merupakan  kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang
diturunkan kepada Muhammad SAW, tertulis di mushaf , diriwayatkan secara
mutawattir, dan membacanya adalah ibadah

Hadist Nabawi adalah  hadits ( baru ) dalam arti bahasa lawan qadim ( lama ). Sedang
menurut istilah pengertian hadis ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi
saw. Baik berupa perkataan, perbuatan persetujuan atau sifat.

Hadist Qudsi adalah  Lafadzh qudsi dinisbahkan sebagai kata
quds, nisbah ini mengesankan rasa hormat, karena materi kata itu menunjukkan
kebersihan dan kesucian dalam arti bahasa. Maka kata taqdis berarti menyucikan
Allah. Taqdis sama dengan tathiir, dan taqddasa sama dengan tatahhara (suci,
bersih) Allah berfirman dengan kata-kata malaikat-Nya : “……pada hal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan menyucikan diri kami karena
Engkau.” (al- Baqarah : 30 )
yakni membersihkan diri untuk-Mu.

Secara Istilah, Hadis
Qudsi ialah hadis
yang oleh Nabi saw, disandarkan kepada Allah. Maksudnya Nabi meriwayatkannya bahwa
itu adalah kalam
Allah. Maka rasul menjadi perawi kalam Allah ini dari
lafal Nabi sendiri.

Cara Periwayatan Hadist
Qudsi :

Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi maka dia meriwayatkannya dari Rasulullah SAW
dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan :

“Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang
diriwayatkannya dari Tuhannya”, atau ia mengatakan: …..” Contoh : “Dari Abu
Hurairah Ra. Dari Rasulullah SAW mengenai apa yang diriwayatkannya dari
Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafakah,
baik di waktu siang atau malam hari….”

“Rasulullah SAW mengatakan : Allah Ta`ala telah berfirman
atau berfirman Allah Ta`ala.” Contoh: “Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata:  Allah ta`ala berfriman : Aku menurut
sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut- KU didalam dirinya,
maka Aku pun menyebutnya
didalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya didalam
kalangan orang banyak lebih dari itu….”

Perbedaan Al-Quran dengan Hadist Qudsi

Ada beberapa perbedaan
antara Quran dengan hadis Qudsi,yang terpenting diantaranya ialah :

Al-Quranul Karim adalah Quran adalah
mukjizat yang abadi
hingga hari kiamat, bersifat tantangan (I’jaz) bagi
yang ingkar untuk membuat yang serupa dengannya, sedang hadis Qudsi tidak untuk
menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

Al- Quranul karim hanya dinisbahkan kepada Allah,
sehingga dikatakan: Allah ta`ala telah berfirman, sedang hadis Qudsi- seperrti
telah dijelaskan diatas- terkadang diriwayatkan dengan
disandarkan kepada Allah;
sehingga nisbah hadis Qudsi kepada Allah itu merupakan
nisbah yang dibuatkan.

Seluruh isi Quran dinukil secara
mutawatir,
sehingga kepastiannya sudah mutlak.
Sedang hadis- hadis Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga
kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis Qudsi itu sahih,
terkadang hasan ( baik ) dan terkadang pula da`if (lemah).

Al-Quranul Karim dari Allah, baik lafal maupun maknanya.
Maka dia adalah wahyu, baik dalam
lafal maupun maknanya.
Sedang hadis Qudsi
maknanya saja yang dari Allah, sedang
lafalnya dari Rasulullah SAW . hadis Qudsi ialah wahyu
dalam makna tetapi bukan dalam lafal.

Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia
dibaca didalam salat. Sedang hadis kudsi tidak disuruhnya membaca didalam
salat. Allah memberikan pahala membaca hadis Qudsi secara umum saja. Maka
membaca hadis Qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti
yang disebutkan dalam
hadis mengenai membaca Quran
bahwa pada setiap
huruf akan mendapatkan kebaikan.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *