Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Peranan berasal dari kata peran, berarti sesuatu yang
menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Peran dapat dikatakan
sebagai seperangkat perilaku yang diharapkan dari orang yang memiliki posisi
dalam sistem sosial. Oleh karena itu seorang guru memiliki peran sesuai dengan
hak dan kewajibannya dalam menjalankan tugas kesehariannya.
menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Peran dapat dikatakan
sebagai seperangkat perilaku yang diharapkan dari orang yang memiliki posisi
dalam sistem sosial. Oleh karena itu seorang guru memiliki peran sesuai dengan
hak dan kewajibannya dalam menjalankan tugas kesehariannya.
Efektivitas dan efisiensi belajar siswa di kelas
sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsudin mengemukakan peran guru
dalam proses pembelajaran peserta didik adalah;
sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsudin mengemukakan peran guru
dalam proses pembelajaran peserta didik adalah;
- Guru sebagai perencana
(planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam
proses belajar mengajar (pre-teaching problems). - Guru sebagai pelaksana
(organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang,
menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana,
di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan
kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi)
selama proses berlangsung (during teaching problems). - Guru sebagai penilai (evaluator)
yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan
pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran,
berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya
maupun kualifikasi produknya. - Guru sebagai pembimbing
(teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi
peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan
diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu
pemecahannya (remedial teaching).
Sebelum dapat
melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran, guru harus dapat memiliki
pemahaman mengenai perkembangan peserta didik sebagai subjek belajar. Kemampuan
ini perlu dimiliki, karena proses pembelajaran bukan semata-mata proses
transformasi pengetahuan atau keterampilan, namun merupakan suatu proses
yang melibatkan peserta didik secara aktif sesuai perkembangannya.
melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran, guru harus dapat memiliki
pemahaman mengenai perkembangan peserta didik sebagai subjek belajar. Kemampuan
ini perlu dimiliki, karena proses pembelajaran bukan semata-mata proses
transformasi pengetahuan atau keterampilan, namun merupakan suatu proses
yang melibatkan peserta didik secara aktif sesuai perkembangannya.
Perkembangan kognitif merupakan kemampuan atau
kecakapan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan. Piaget mendeskripsikan
perkembangan kognitif ke dalam 4 periode perkembangan, yaitu
kecakapan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan. Piaget mendeskripsikan
perkembangan kognitif ke dalam 4 periode perkembangan, yaitu
1. Periode Sensomotorik
(0-1,5 tahun)
(0-1,5 tahun)
2. Periode Operasi Awal
(1,5-7 tahun)
(1,5-7 tahun)
3. Periode Operasi Konkret
(7-12 tahun)
(7-12 tahun)
4. Periode Operasi Formal
(12 tahun ke atas)
(12 tahun ke atas)
Periode perkembangan kognitif ini menggambarkan kesiapan
belajar anak akan terjadi sesuai dengan pencapaian tingkat perkembangannya.
Piaget juga memandang bahwa pikiran anak merupakan suatu struktur yang secara
terus menerus berkembang kearah tingkat organisasi dan integrasi yang lebih
tinggi. Kesiapan belajar anak dapat diciptakan atau dikembangkan dengan jalan
menghadapkan anak kepada tugas-tugas satu tingkat paling dekat dengan tahap
perkembangan anak pada saat ini.
Selain perkembangan kognitif, perkembangan anak juga
harus dilihat dari sisi pribadi dan sosialnya. Perkembangan pribadi mencakup
perkembangan konsep diri, emosi, independensi, dan tanggungjawab. Perkembangan
sosial anak dapat dilihat dari hubungan sosial, karakteristik kelompok, dan
perkembangan etika.
Proses pembelajaran di sekolah harus bersifat terpadu
dengan perkembangan anak baik perkembangan fisik, kognitif, social, moral
maupun emosional. Oleh karena itu guru harus dapat menyesuaikan perkembangan
ini dalam beberapa hal seperti;
dengan perkembangan anak baik perkembangan fisik, kognitif, social, moral
maupun emosional. Oleh karena itu guru harus dapat menyesuaikan perkembangan
ini dalam beberapa hal seperti;
a. Pengembangan bahan ajar
b. Interaksi guru-siswa
c. Hubungan antara
keluarga dan program
keluarga dan program
d. Evaluasi berorientasi
perkembangan
perkembangan
Setelah guru memiliki pemahaman yang cukup memadai
terhadap perkembangan anak, barulah kemudian dapat melaksanakan 3 peran
berikut:
terhadap perkembangan anak, barulah kemudian dapat melaksanakan 3 peran
berikut:
1. Peran Guru dalam
Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses implementasi
kurikulum yang menuntut peran guru untuk mengartikulasikan kurikulum/bahan ajar
serta mengembangkan dan mengimplementasikan program-program pembelajaran ke
dalam suatu tindakan yang akurat dan adekuat. Peran ini hanya dapat dilakukan
jika kita sebagai guru telah memahami tujuan dan isi kurikulum serta segala
perangkatnya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang optimal. Guru juga harus
memandang pembelajaran sebagai proses inquiry reflektif yang menekankan pada
unsur aktivitas dan dinamika proses yang harus dipahami dan dihayati guru.
Proses pembelajaran harus dipandang sebagai proses yang dinamis, proses yang
berkembang terus, dan di dalam prose situ akan terjadi proses belajar.
kurikulum yang menuntut peran guru untuk mengartikulasikan kurikulum/bahan ajar
serta mengembangkan dan mengimplementasikan program-program pembelajaran ke
dalam suatu tindakan yang akurat dan adekuat. Peran ini hanya dapat dilakukan
jika kita sebagai guru telah memahami tujuan dan isi kurikulum serta segala
perangkatnya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang optimal. Guru juga harus
memandang pembelajaran sebagai proses inquiry reflektif yang menekankan pada
unsur aktivitas dan dinamika proses yang harus dipahami dan dihayati guru.
Proses pembelajaran harus dipandang sebagai proses yang dinamis, proses yang
berkembang terus, dan di dalam prose situ akan terjadi proses belajar.
Dalam menyusun rancangan pembelajaran, tahapan yang
dilalui adalah:
dilalui adalah:
a. Analisis kurikulum
b. Penyiapan tujuan
instruksional
instruksional
c. Kegiatan yang diarahkan
untuk mencapai tujuan: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup
untuk mencapai tujuan: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup
d. Perencanaan evaluasi
2. Peran Guru dalam
Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas
Proses interaksi di kelas dapat terjadi antara guru
dengan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik, dan antara
peserta didik dengan suasana yang dikembangkan. Setiap kegiatan diarahkan untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ketercapaian tujuan
pembelajaran ini merupakan dampak dari proses pembelajaran yang telah dirancang
sebelumnya. Dampak pembelajaran dapat dibedakan menjadi dampak langsung dan
dampak pengiring. Proses ini agar tercapai memerlukan manajemen yang baik dari
seorang guru, sehingga manajemen kelas yang efektif menjadi prasyarat utama
bagi pembelajaran yang efektif. Manajemen kelas dapat dipandang sebgai tugas
guru yang amat fundamental. Guru perlu memahami berbagai pendekatan manajemen
kelas karena pada prinsipnya tidak ada satu pendekatanpun yang dianggap sebagai
pendekatan terbaik dalam manajemen kelas. Pendekatan yang terbaik merupakan
pendekatan yang dapat dirumuskan sebagai perangkat kegiatan di mana guru
mengembangkan dan memelihara kondisi kelas yang dapat mendorong terjadinya
pembelajaran yang efektif dan efisien.
dengan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik, dan antara
peserta didik dengan suasana yang dikembangkan. Setiap kegiatan diarahkan untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ketercapaian tujuan
pembelajaran ini merupakan dampak dari proses pembelajaran yang telah dirancang
sebelumnya. Dampak pembelajaran dapat dibedakan menjadi dampak langsung dan
dampak pengiring. Proses ini agar tercapai memerlukan manajemen yang baik dari
seorang guru, sehingga manajemen kelas yang efektif menjadi prasyarat utama
bagi pembelajaran yang efektif. Manajemen kelas dapat dipandang sebgai tugas
guru yang amat fundamental. Guru perlu memahami berbagai pendekatan manajemen
kelas karena pada prinsipnya tidak ada satu pendekatanpun yang dianggap sebagai
pendekatan terbaik dalam manajemen kelas. Pendekatan yang terbaik merupakan
pendekatan yang dapat dirumuskan sebagai perangkat kegiatan di mana guru
mengembangkan dan memelihara kondisi kelas yang dapat mendorong terjadinya
pembelajaran yang efektif dan efisien.
Dalam proses pembelajaran, guru melakukan kegiatan
mengajar dan kegiatan manajemen. Kegiatan mengajar dimaksudkan untuk membantu peserta
didik mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan manajerial dimaksudkan untuk
menciptakan dan memelihara kondisi yang memungkinkan pembelajaran berlangsung
efektif dan efisien. Kedua hal tersebut sebenarnya tidak dapat dipisahkan
secara tegas karena dalam pelaksanaannya selalu bersinggungan dan saling
melengkapi.
3. Peran Guru dalam
Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi merupakan proses memperoleh informasi dan
menggunakannya untuk membentuk judgment yang pada akhirnya digunakan untuk
mengambil keputusan.
menggunakannya untuk membentuk judgment yang pada akhirnya digunakan untuk
mengambil keputusan.
Evaluasi pencapaian belajar siswa merupakan salah satu
kegiatan yang menjadi kewajiban bagi setiap guru. Setiap proses pembelajaran
pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya atau pun
kepada siswa itu sendiri, bagaimana dan sampai di mana penguasaan dan kemampuan
yang telah dicapai siswa tentang materi dan keterampilan-keterampilan mengenai
mata ajar yang telah diberikannya.
kegiatan yang menjadi kewajiban bagi setiap guru. Setiap proses pembelajaran
pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya atau pun
kepada siswa itu sendiri, bagaimana dan sampai di mana penguasaan dan kemampuan
yang telah dicapai siswa tentang materi dan keterampilan-keterampilan mengenai
mata ajar yang telah diberikannya.
Prinsip dasar yang harus diperhatikan di dalam
menyusun tes hasil belajar:
Tes hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar- Mengukur sampai yang representatif dari hasil
belajar dan bahan pelajaran - Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur
hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan. - Didesain sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
- Tes yang bertujuan untuk mencari sebab-sebab kesulitan se-realible mungkin
sehingga mudah diinterpretasikan dengan baik. - Hasilnya digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mangajar
guru.
Setiap guru harus dapat berperan sebagai evaluator
bagi proses pembelajaran yang telah dilaksanakannya.
bagi proses pembelajaran yang telah dilaksanakannya.
Sumber; Materi Kuliah Profesi Keguruan PBI UT 2017.1
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
