Peran Bimbingan Konseling dalam Bidang Belajar, Sosial, Pribadi dan Karier

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Bimbingan
konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses
pendidikan di sekolah. Secara khusus peran bimbingan konseling dalam bidang
bimbingan belajar, sosial, karier dan pribadi adalah sebagai berikut:

1.  Bimbingan Belajar

Bimbingan ini dimaksudkan untuk
mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik di
sekolah maupun di luar sekolah. Bimbingan ini antara lain meliputi:

  • Cara belajar, baik belajar secara
    kelompok ataupun individual.
  • Cara bagaimana merencanakan waktu dan
    kegiatan belajar.
  • Efisiensi dalam menggunakan buku-buku
    pelajaran.
  • Cara mengatasi kesulitan-kesulitan
    yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu.
  • Cara, proses, dan prosedur tentang
    mengikuti pelajaran.

Di samping itu, Winkel (1978)
mengatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling mempunyai peranan penting
untuk membantu siswa antara lain dalam hal:

  • Mengenal diri sendiri dan mengerti
    kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka, baik sekarang ataupun akan
    datang.
  • Mengatasi masalah pribadi yang
    mengganggu belajarnya.

2.  Bimbingan dalam Mengatasi Masalah-masalah
Pribadi

Seperti telah diuraikan pada bagian
terdahulu tidak ada siswa yang tidak bermasalah dan tidak ada siswa yang tidak
pernah mengalami masalah. Demikian juga siswa tidak semua yang mengalami
masalah mampu mengatasi masalahnya sendiri, tetapi juga terdapat siswa yang
mampu mengatasi masalahnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu,
diperlukan layanan bimbingan tentang bagaimana cara mengatasi masalah.

Bimbingan yang berkaitan dengan
masalah pribadi ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mengatasi
masalah-masalah pribadi, yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Hal ini
sangat penting karena apabila seorang siswa yang mempunyai masalah dan belum
dapat diatasi maka hal tersebut cenderung terganggu konsentrasi dalam
belajarnya, akibatnya prestasi belajar yang dicapai rendah.

Selain masalah belajar, biasanya
masalah-masalah pribadi ini juga sering ditimbulkan sebagai akibat hubungan
atau pergaulan remaja sesama siswa, karena itu bimbingan masalah pribadi
menjadi sangat urgen dan berkontribusi untuk peningkatan prestasi belajar
siswa. Sehubungan dengan hal tersebut Downing (1968), menyatakan bahwa layanan
bimbingan di sekolah sangat bermanfaat terutama dalam membantu:

  • Menciptakan suasana hubungan sosial
    yang menyenangkan.
  • Menstimulasi siswa agar mereka
    meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan belajar-mengajar.
  • Menciptakan atau mewujudkan pengalaman
    belajar yang lebih bermakna.
  • Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  • Menciptakan dan menstimulasi
    tumbuhnya minat belajar.

3.  Bimbingan Sosial

Sekolah pada dasarnya adalah sistem
sosial di mana siswa hidup dalam sistem sosial sekolah. Sistem sosial di
sekolah pada dasarnya adalah sistem sosial kemasyarakatan dalam bentuk mini. Di
sekolah dan kelas siswa hidup berkelompok dengan tata aturan tertentu. Dalam
kehidupan kelompok perlu ada nya toleransi/tenggang rasa, saling memberi dan
menerima, tidak mau menang sendiri, atau kalau mempunyai pendapat harus
diterima dalam mengambil keputusan.

Bimbingan sosial ini dimaksudkan
untuk membantu siswa dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang
berkaitan dengan masalah sosial, sehingga terciptalah suasana belajar-mengajar
yang kondusif. Menurut Ahmadi (1977), bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk:

  • Memperoleh kelompok belajar dan
    bermain yang sesuai.
  • Membantu memperoleh persahabatan yang
    sesuai.
  • Membantu mendapatkan kelompok sosial
    untuk memecahkan masalah tertentu.

Di samping itu, bimbingan sosial juga
dimaksudkan agar siswa dapat melakukan penyesuaian diri terhadap teman
sebayanya baik di sekolah maupun di luar sekolah (Downing, 1978).

4.  Bimbingan Karier

Setiap orang termasuk siswa apalagi
di tingkat SMA sudah mulai berpikir tentang pekerjaan yang nantinya akan
digelutinya di masa yang akan datang. Makin tepat pemilihan profesi atau karier
yang direncanakan makin baik bagi individu yang bersangkutan. Dalam kaitan
inilah sebenarnya diperlukan informasi karier dan bimbingan karier secara
akurat.

Bimbingan karier merupakan layanan
bantuan kepada peserta didik dalam mempertimbangkan pilihan kerja atau
mempertimbangkan untuk bekerja atau tidak; dan (jika perlu segera bekerja, baik
part-time maupun full-time). Memilih lapangan kerja yang cocok dengan ciri-ciri
pribadi individu, menentukan lapangan pekerjaan dan memasukinya, serta
mengadakan penyesuaian kerja secara baik. Dalam konteks ini siswa memiliki
keterbatasan informasi tentang karier, dan mereka sangat memerlukan informasi
yang tepat. Untuk itu maka bimbingan karier menjadi sangat urgen.

Masalah-masalah jabatan atau karier,
pada pokoknya bersangkutan dengan: masalah pemahaman individu peserta didik
mengenai kebutuhan-kebutuhan, kecakapan keterampilan, sikap, minat, dan
ciri-ciri pribadi lain pada dirinya, masalah pemahaman peserta didik terhadap
harapan-harapan, cita-cita, minat, aspirasi-aspirasi, serta nilai-nilai yang
dipunyai oleh orangtuanya tentang jabatan kerja; pemahaman terhadap jenis,
tingkat, dan tuntutan-tuntutan dunia kerja.

Sumber: Modul Mata Kuliah Profesi Kependidikan oleh Markus  Deri Gerik Allo, M.Pd (Untuk Kalangan Sendiri – UKI Taroja) 2018

Referensi:

  • Ahmadi, A. (1977). Bimbingan
    dan Penyuluhan di Sekolah.
    Semarang: Toha Putra.
  • Downing, L.N. (1986). Guidance
    and Counseling Services An Introduction
    . New York: Mc Graw-Hill Book
    Company
  • Winkel. (2011). Bimbingan
    dan Konseling di Institusi Pendidikan
    . Jakarta: Gramedia

Demikian pembahasan kita tentang Peran Bimbingan Konseling dalam Bidang Belajar, Sosial, Pribadi dan Karier.Semoga uraian diatas dapat menambah pengetahuan kita. Blog ini hanya berbagi semoga pembuat modul menjadi amal ibadah baginya.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *