Last Updated on 16.08.2026 by Zulfahmi M
dari panjang pendeknya, surat dalam al-Quran dibagi menjadi 4:
1. Surat
Ath-Thiwal
Ath-Thiwal
berasal dari kata thawil (طويل) yang artinya
panjang. Surat Ath- Thiwal adalah surat yang panjang-panjang. Jumlahnya ada 7,
karena itu sering disebut dengan as-Sab’u at-Thiwal (7 surat yang panjang). Meliputi:
al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa, al-Maidah, al-An’am, Al-A’raf, dan Al-Anfal.
2. Surat
al-Mi-in
Al-Mi-in
berasal dari kata Mi-ah (المائة) yang artinya angka seratus.
Surat al-Mi- in berarti surat yang jumlah ayatnya kurang lebih seratus ayat.
3. Surat
Al-Matsani
Al-Matsani
berasal dari kata tsanna (ثنَّى) yang artinya
mengulang. Menurut keterangan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan Said bin
Jubair, disebut demikian karena Allah banyak mengulang tentang
kewajiban-kewajiban (al-Faraid), hukum- hukum syariat, kisah-kisah (al-Qashas),
dan perumpamaan (al-Amtsal). Berdasarkan urutannya, surat al-Matsani adalah
surat setelah al-Mi-in.
4. Surat
Al-Mufashal
Al-Mufashal
berasal dari kata Al-Fashl (الفصل) yang artinya batas. Dinamakan
Mufashal karena ayatnya pendek-pendek. Ada juga yang mengatakan, dinamakan
Mufashal karena suratnya pendek-pendek, sehingga banyak pemisah basmalahnya.
Tartib
Al-Qur’an
1. Tartib
Nuzuli
Yang
dimaksud dengan Tartib Nuzuli adalah penyusunan al-Qur’an dengan mengikuti
urutan-urutan ayat atau surah yang turun atau berdasarkan tanggal turunnya
al-Qur’an. Penyusunan al-Qur’an secara Tartib Nuzuli beragam sesuai dengan
pengetahuan masing-masing sahabat. Penyusunan tersebut dapat dikelompokkan
dalam dua kelompok, yaitu:
Tartib
secara umum, yaitu mengelompkkan semua surah-surah makkiyah sebelum surah-surah
madaniyah tanpa mengurutnya secara berurutan.
Tartib
secara khusus, yaitu mengurut satu persatu surah-surah al-Qur’an mulai dari
yang pertama kali turun hingga yang terakhir, seperti yang dilakukan oleh Ali bin
Abi Thalib dalam mushafnya dengan mendahulukan Iqra’, Al-Mudassir, Nun,
Al-Muzammil, dan seterusnya mulai dari awal surah Makkiyah hingga akhir surah
Madaniyah.
2. Tartib
Mushafi
Sedangkan
Tartib Mushafi adalah penyusunan Al-Qur’an berdasarkan urutan- urutan yang
diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Penyusunan dengan
model ini dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
Tartib
Mushaf berdasarkan panjang-pendeknya surah-surah al-Qur’an. Metode ini ditempuh
oleh Ubai Ibn Ka’ab dan Abdullah Ibn Mas’ud dalam mushafnya dengan mendahulukan
Al-Baqarah, An-Nisa’ dan Ali Imran.
Tartib
Mushaf Abu Bakar yaitu penulisan al-Qur’an yang mengurut ayat-ayatnya saja
tanpa mengurut surah-surahnya.
Tartib
Mushaf Utsmani, yaitu penulisan urutan-urutan surah berdasarkan apa yang tercantum
dalam mushaf Utsman bin ‘Affan yang dikenal dengan rasm Al- Utsmani.
Meskipun
demikian, para sahabat Rasulullah sepakat dalam menulis urutan ayat- ayat
al-Qur’an. perbedaan mereka hanya pada penyusunan surah-surahnya. Hal itu
terjadi karena Rasulullah mengajarkan letak setiap ayat yang turun kepada para
sahabatnya melalui malaikat Jibril.
Sumber:
Last Modified: 10/4/2024
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
