Pendekatan dan Teknik Supervisi Akademik (Supervisi Individu dan dan Kelompok)

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Pendekatanadalah cara mendekatkan diri kepada objek atau langkah- langkah menuju
objek. Menurut Sudjana
(2004) pendekatan supervisi ada tiga jenis yaitu:

  1. Pendekatan langsung
    (direct contact) yaitu cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Dalam
    hal ini peran supervisor lebih dominan.
  2. Pendekatan
    tidak langsung (indirect contact)
    yaitu cara pendekatan terhadap permasalahan yang
    sifatnya tidak langsung. Supervisor hanya
    mendengarkan, memberi penguatan, menjelaskan, dan secara bersama-sama memecahkan masalah,
  3. Pendekatan
    kolaboratif adalah pendekatan yang memadukan cara pendekatan langsung dan tidak langsung

Teknik
Supervisi Akademik

Untuk
melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan
konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, et al. 2007). Oleh
karena itu kepala
madrasah harus memahami berbagai teknik
supervisi. Terdapat dua macam teknik supervisi, yaitu teknik individual dan
teknik kelompok (Gwyn, 1961).

A. Teknik
Supervisi Individual

1. Kunjungan
Kelas (Classroom Visitation)

Kepala
madrasah atau supervisor datang ke kelas untuk mengobservasi guru mengajar,
untuk melihat kelebihan, kekurangan yang sekiranya perlu diperbaiki.
Tahap-tahap kunjungan kelas terdiri
dari empat tahapan
yaitu: (1) tahap
persiapan, (2)
tahap pengamatan selama kunjungan, (3) tahap akhir kunjungan, (4) tahap tindak
lanjut.

2. Kunjungan
Observasi (Observation Visitation).
 

Guru
ditugaskan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengamati guru lain yang sedang
mendemonstrasikan cara mengajar mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi
dapat dilakukan di madrasah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke
madrasah lain. Aspek-aspek yang dapat diobservasi diantaranya (1)
aktivitas guru dan
peserta didik dalam
proses pembelajaran, (2) cara
menggunakan media pembelajaran, (3) variasi metode,
(4) ketepatan penggunaan
media dengan materi, (5) ketepatan penggunaan metode dengan materi, dan (6)
reaksi mental peserta didik dalam proses pembelajaran

3. Pertemuan Individual.  

Pertemuan individual adalah suatu pertemuan, percakapan, dialog,
dan tukar pikiran antara supervisor dan guru, yang ditujukan untuk mengembangkan
perangkat pembelajaran yang lebih baik, (2) meningkatkan kemampuan guru dalam
pembelajaran, dan (3) memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan diri guru. Hal
yang dilakukan supervisor dalam pertemuan individu: (1) berusaha mengembangkan
segi-segi positif guru, (2) mendorong guru mengungkapkan masalah yang
dihadapinya dan cara-cara yang telah dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitannya, dan
(3) menyepakati berbagai solusi permasalahan dan menindaklanjutinya.

4. Kunjungan
Antar Kelas.
 

Kunjungan
antar kelas adalah kegiatan guru berkunjung ke kelas lain di madrasah itu
sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran. Beberapa hal penting yang harus
dilakukan dalam melakukan kunjungan antar kelas diantaranya: (1) Kunjungan harus
direncanakan secara terjadwal, Guru-guru yang
akan dikunjungi harus terpilih, Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi, (2) Kepala madrasah
mengikuti kegiatan ini agar kegiatan kunjungan kelas dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh, (3)Lakukan
tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas selesai, misalnya dalam bentuk
percakapan pribadi, penegasan, dan pemberian tugas-tugas tertentu, dan (4) Hasil
kunjungan, segera diterapkan oleh guru yang menjadi peserta kunjungan, sesuai
dengan kondisi dan kemampuannya masing-masing.

B. Teknik Supervisi Kelompok

Teknik supervisi kelompok merupakan suatu cara melaksanakan program supervisi yang
ditujukan pada dua
orang atau lebih.
Guru-guru yang akan disupervisi
dikelompokkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan  hasil analisis kemampuan kinerjanya. Langkah selanjutnya, kepala madrasah sebagai
supervisor memberikan layanan supervise
secara kelompok, sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan
yang diperlukan. Teknik supervisi kelompok meliputi (1) pertemuan
atau rapat, (2) diskusi kelompok, (3) pelatihan. Menurut Gwynn,
ada tiga belas teknik supervisi kelompok, sebagai berikut: (1) Kepanitiaan-kepanitiaan,
(2) Kerja kelompok, (3) Laboratorium kurikulum, (4) Baca terpimpin,(5)
Demonstras pembelajaran,  (6) Darmawisata, (7) Kuliah/studi, (8)
Diskusi panel, (9) Perpustakaan jabatan, (10) Organisasi professional. (11) Buletin       supervisi, (12) Pertemuan guru, (13) Lokakarya atau
konferensi kelompok.

 
Sumber:
Modul PKB Kepala Madrasah. Kompetensi Supervisi Akademik. Kemenag RI. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah. 2020

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *