Last Updated on 21.08.2026 by Zulfahmi M
Definisi
filsafat abad ke-18,era Aufklarung ( masa pencerahan)
filsafat abad ke-18,era Aufklarung ( masa pencerahan)
Filsafat
abad ke-18 di Jerman disebut Zaman Aufklarung atau zaman pencerahan yang di
Inggris dikenal dengan Enlightenment,yaitu suatu zaman baru dimana
seorang ahli pikir yang cerdas mencoba menyelesaikan pertentangan antara
rasionalisme dengan empirisme. Zaman ini muncul dimana manusia lahir dalam
keadaan belum dewasa dalam pemikiran filsafatnya. Namun setelah Immanuel Kant
mengadakan penyelidikan dan kritik terhadap peran pengetahuan akal barula
manusia terasa bebas dari otoritas yang datang dari luar manusia demi kemajuan
peradaban manusia. Pemberian nama ini juga dikarenakan pada zaman itu
manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. Immanuel Kant mendefenisikan zaman
itu dengan mengatakan, “Dengan Aufklarung dimaksudkan bahwa manusia keluar dari
keadaan tidak balig yang dengannya ia sendiri bersalah.” Apa sebabnya manusia
itu sendiri yang bersalah? Karena manusia itu sendiri tidak menggunakan
kemungkinan yang ada padanya,yaitu rasio.
abad ke-18 di Jerman disebut Zaman Aufklarung atau zaman pencerahan yang di
Inggris dikenal dengan Enlightenment,yaitu suatu zaman baru dimana
seorang ahli pikir yang cerdas mencoba menyelesaikan pertentangan antara
rasionalisme dengan empirisme. Zaman ini muncul dimana manusia lahir dalam
keadaan belum dewasa dalam pemikiran filsafatnya. Namun setelah Immanuel Kant
mengadakan penyelidikan dan kritik terhadap peran pengetahuan akal barula
manusia terasa bebas dari otoritas yang datang dari luar manusia demi kemajuan
peradaban manusia. Pemberian nama ini juga dikarenakan pada zaman itu
manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. Immanuel Kant mendefenisikan zaman
itu dengan mengatakan, “Dengan Aufklarung dimaksudkan bahwa manusia keluar dari
keadaan tidak balig yang dengannya ia sendiri bersalah.” Apa sebabnya manusia
itu sendiri yang bersalah? Karena manusia itu sendiri tidak menggunakan
kemungkinan yang ada padanya,yaitu rasio.
Sebagai
latar belakangnya,manusia melihat adanya kemajuan ilmu pengetahuan (ilmu
pasti,biologi,filsafat dan sejarah) telah mencapai hasil yang menggembirakan .
Disisi lain jalannya filsafat tersendat-sendat. Untuk itu diperlukan upaya agar
filsafat dapat berkembang sejajar dengan ilmu pengetahuan alam. Isaac Newton (
1642-1727) memberikan dasar-dasar berpikir dengan induksi,yaitu pemikiran
yang bertitik tolak pada gejala-gejala dan mengembalikan kepada dasar-dasar
yang sifatnya umum. Untuk itu dibutuhkan analisis. Dengan demikian zaman
pencerahan merupakan tahap baru dalam proses emansipasi manusia Barat yang
sudah
dimulai sejak Renaissance dan Reformasi.
dimulai sejak Renaissance dan Reformasi.
Para
tokoh era Aufklarung ini juga merancang program-program khusus
diantaranya adalah berjuang menentang dogma gereja dan takhayul populer.
Senjatanya adalah fakta-fakta ilmu dan metode-metode rasional.
Masa Pencerahan di Tiga Negara Eropa
a.Pencerahan
di Jerman
di Jerman
Pada
umumnya Pencerahan di Jerman tidak begitu bermusuhan sikapnya terhadap
agama Kristen seperti yang terjadi di Perancis. Memang orang juga berusaha
menyerang dasar-dasar iman kepercayaan yang berdasarkan wahyu, serta
menggantinya dengan agama yang berdasarkan perasaan yang bersifat pantheistic,
akan tetapi semuanya itu berjalan tanpa “perang’ terbuka.
umumnya Pencerahan di Jerman tidak begitu bermusuhan sikapnya terhadap
agama Kristen seperti yang terjadi di Perancis. Memang orang juga berusaha
menyerang dasar-dasar iman kepercayaan yang berdasarkan wahyu, serta
menggantinya dengan agama yang berdasarkan perasaan yang bersifat pantheistic,
akan tetapi semuanya itu berjalan tanpa “perang’ terbuka.
Yang
menjadi pusat perhatian di Jerman adalah etika. Orang bercita-cita untuk
mengubah ajaran kesusilaan yang berdasarkan wahyu menjadi suatu kesusilaan yang
berdasarkan kebaikan umum, yang dengan jelas menampakkan perhatian kepada
perasaan. Sejak semula pemikiran filsafat dipengaruhi oleh gerakan rohani di
Inggris dan di Perancis. Hal itu mengakibatkan bahwa filsafat Jerman tidak
berdiri sendiri.
Para
perintisnya di antaranya adalah Samuel Pufendorff(1632-1694), Christian
Thomasius (1655-1728). Akan tetapi pemimpin yang sebenarnya di bidang filsafat
adalah Christian Wolff (1679- 1754).
la
mengusahakan agar filsafat menjadi suatu ilmu pengetahuan yang pasti dan
berguna, dengan mengusahakan adanya pengertian-pengertian yang jelas dengan
bukti-bukti yang kuat. Penting sekali baginya adalah susunan sistim filsafat
yang bersifat didaktis, gagasan-gagasan yang jelas dan penguraian yang tegas.
Dialah yang menciptakan pengistilahan-pengistilahan filsafat dalam bahasa
Jerman dan menjadikan bahasa itu menjadi serasi bagi pemikiran ilmiah. Karena
pekerjaannya itu filsafat menarik perhatian umum.
Pada
dasarnya filsafatnya adalah suatu usaha mensistimatisir pemikiran Leibniz dan
menerapkan pemikiran itu pada segala bidang ilmu pengetahuan. Dalam
bagian-bagian yang kecil memang terdapat penyimpangan-penyimpangan dari
Leibniz.
Hingga
munculnya Kant yang filsafatnya merajai universitas-universitas di Jerman. Orang
yang seolah-olah dengan tiba-tiba menyempurnakan Pencerahan adalah Immanuel
Kant (1724-1804). Yang merupakan Filsuf yang pengaruhnya terhadap filsafat pada
dua ratus tahun terakhir ini,baik di Barat maupun di Timur, hampir secara universal
diakui sebagai filsuf terbesar sejak masa Aristoteles. Ada yang berpendapat
bahwa filsafat pada dua ratus tahun terakhir ini bagaikan catatan kaki terhadap
tulisan-tulisannya. Ada juga yang berpendapat sistem filsafatnya bagi dunia
modern ini laksana Aristoteles bagi dunia skolastik:
Kant
lahir di Konigserg, Prusia Timur,Jerman.Pikiran-pikiran dan tulisan-tulisannya
membawa revolusi yang jauh jangkauannya dalam filsafat modern.ia hidup dizaman
Scepticism Sebagian besar hidupnya telah ia pergunakan untuk mempelajari
logical process of thought (proses penalaran logis),the external world
(dunia eksternal) dan reality of things (realitas segala yang wujud ).
Kehidupannya
dalam dunia filsuf dibagi dalam dua periode: zaman pra-kritis dan zaman kritis.
Pada zaman pra-kritis ia menganut pendirian rasionalis yang dilancarkan oleh
Wolff dkk. Tetapi karena terpengaruh oleh David Hume ( 1711-1776),
berangsur-angsur Kant meninggalkan rasionalisme. Ia sendiri mengatakan bahwa
Hume itulah yang membangunkannya dari tidur dogmatisnya. Pada zaman kriitsnya ,
Kant merubah wajah filsafatnya secara radikal.
Dilingkungan
masyarakatnya,Kant sering menjadi subjek karikatur secara tidak wajar,semisal
bahwa rutinitas hariannya amat kaku sampai-sampai para tetangganya menyetel
arloji mereka menurut kedatangan dan kepergiannya setiap hari,namun cerita
semacam ini mungkin justru mencerminkan integritas kehidupannya yang
bersesuaian dengan ide-idenya sendiri jika kita ingin menilainya secara
positif.ketika meninggal,epitaf di batu nisannya hanya bertuliskan“ Sang Filsuf
“ sebuah sebutan yang dianggap tepat,dengan mempertimbangkan bahwa periode
filsafat yang bermula dengan tampilnya Sokrates menjadi lengkap dalam banyak
hal dengan hadirnya Kant.
Dengan
munculnya Kant dimulailah zaman baru, sebab filsafatnya mengantarkan suatu
gagasan baru yang memberi arah kepada segala pemikiran filsafat la
sendiri memang merasa, bahwa is meneruskan Pencerahan.
Karyanya
yang terkenal dengan menampakkan kritisismenya adalah Critique of Pure Reason ?.
(kritik atas rasio murni) yang membicarakan tentang reason dan knowing process
yang ditulisnya selama lima belas tahun.Bukunya yang kedua adalah Critique of
Practical Reason atau kritik atas rasio praktis yang menjelaskan filsafat
moralnya dan bukunya yang ketiga adalah Critique of judgment atau kritik
atas daya pertimbangan.
Kant
yang juga dikenal sebagai raksasa pemikir Barat mengatakan bahwa, Filsafat
merupakan ilmu pokok dari segala pengetahuan yang meliputi empat persolan
yaitu:
Apa
yang dapat kita ketahui ? ,Apa yang boleh kita lakukan?,Sampai dimanakah
pengharapan kita? Dan Apakah manusia itu?
yang dapat kita ketahui ? ,Apa yang boleh kita lakukan?,Sampai dimanakah
pengharapan kita? Dan Apakah manusia itu?
Pencerahan
di Inggris
Di
Inggris filsafat Pencerahan dikemukakan oleh ahli-ahli pikir yang
bermacam-macam keyakinannya. Kebanyakan ahli pikir yang seorang lepas daripada
yang lain, kecuali tentunya beberapa aliran pokok.
Inggris filsafat Pencerahan dikemukakan oleh ahli-ahli pikir yang
bermacam-macam keyakinannya. Kebanyakan ahli pikir yang seorang lepas daripada
yang lain, kecuali tentunya beberapa aliran pokok.
Salah
satu gejala Pencerahan di Inggris ialah yang disebut Deisme, suatu aliran dalam
filsafat Inggris pada abad ke-18, yang menggabungkan diri dengan gagasan Eduard
Herbert yang dapat disebut pemberi alas ajaran agama alamiah.
satu gejala Pencerahan di Inggris ialah yang disebut Deisme, suatu aliran dalam
filsafat Inggris pada abad ke-18, yang menggabungkan diri dengan gagasan Eduard
Herbert yang dapat disebut pemberi alas ajaran agama alamiah.
Menurut
Herbert, akal mempunyai otonomi mutlak di bidang agama. Juga agama Kristen
ditaklukkan kepada akal. Atas dasar pendapat ini ia menentang segala
kepercayaan yang berdasarkan wahyu. Terhadap segala skeptisisme di bidang agama
ia bermaksud sekuat mungkin meneguhkan kebenaran-kebenaran dasar alamiah dari
agama.
Dasar
pengetahuan di bidang agama adalah beberapa pengertian umum yang pasti bagi
semua orang dan secara langsung tampak jelas karena naluri alamiah, yang
mendahului segala pengalaman dalam pemikiran akal. Ukuran kebenaran dan
kepastiannya adalah persetujuan umum segala manusia, karena kesamaan akalnya. Isi
pengetahuan itu mengenai soal agama dan kesusilaan.
Inilah
asas-asas pertama yang harus dijabarkan oleh akal manusia sehingga tersusunlah
agama alamiah, yang berisi: a) bahwa ada Tokoh yang Tertinggi; b) bahwa manusia
harus berbakti kepada Tokoh yang Tertinggi itu; c) bahwa bagian pokok kebaktian
ini adalah kebajikan dan kesalehan; d) bahwa manusia karena tabiatnya benci
terhadap dosa dan yakin bahwa tiap pelanggaran kesusilaan harus disesali; e)
bahwa kebaikan dan keadilan Allah memberikan
pahala dan hukuman kepada manusia di dalam hidup ini dan di akhirat. Menurut
Herbert, di dalam segala agama yang positif terdapat kebenaran-kebenaran pokok
dari agama alamiah.
Pada
akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18 pandangan Herbert ini dikembangkan lebih
lanjut, baik yang mengenai unsur-unsurnya yang negatif maupun unsur-unsurnya
yang positif.
akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18 pandangan Herbert ini dikembangkan lebih
lanjut, baik yang mengenai unsur-unsurnya yang negatif maupun unsur-unsurnya
yang positif.
Pencerahan di Perancis
Pada
abad ke-18 filsafat di Perancis menimba gagasannya dari Inggris. Para pelopor
filsafat di Perancis sendiri (Descartes, dll) telah dilupakan dan tidak
dihargai lagi. Sekarang yang menjadi guru mereka adalah Locke dan Newton.
abad ke-18 filsafat di Perancis menimba gagasannya dari Inggris. Para pelopor
filsafat di Perancis sendiri (Descartes, dll) telah dilupakan dan tidak
dihargai lagi. Sekarang yang menjadi guru mereka adalah Locke dan Newton.
Perbedaan
antara filsafat Perancis dan Inggris pada masa tersebut adalah:
- Di
Inggris para filsuf kurang berusaha untuk menjadikan hasil pemikiran mereka
dikenal oleh umum, akan tetapi di Perancis keyakinan baru ini sejak semula
diberikan dalam bentuk populer. Akibatnya filsafat di Perancis dapat ditangkap
oleh golongan yang lebih luas , yang tidak begitu terpelajar seperti para
filsuf. Hal ini menjadikan keyakinan baru itu memasuki pandaangan umum. Demikianlah
di - Perancis filsafat lebih eras dihubungkan dengan hidup politik, sosial dan
kebudayaan pada waktu itu. Karena sifatnya yang populer itu maka filsafat di
Perancis pada waktu itu tidak begitu mendalam. Agama Kristen diserang
secara keras sekali dengan memakai senjata yang diberikan oleh Deisme.
Sama
halnya dengan di Inggris demikian juga di Perancis terdapat bermacam-macam
aliran: ada golongan Ensiklopedi, yang menyusun ilmu pengetahuan dalam bentuk
Ensiklopedi, dan ada golongan materialis, yang meneruskan asas mekanisme
menjadi materialisme semata-mata.
Diantara
tokoh yang menjadi sentral pembicaraan disini adalah Voltaire (1694-1778), Pada
tahun 1726 ia mengungsi ke Inggris. Di situ ia berkenalan dengan teori-teori
Locke dan Newton. Apa yang telah diterimanya dari kedua tokoh ini ialah: a)
sampai di mana jangkauan akal manusia, dan b) di mana letak batas-batas akal
manusia. Berdasarkan kedua hal itu ia membicarakan soal-soal agama alamiah dan
etika. Maksud tujuannya tidak lain ialah mengusahakan agar hidup kemasyarakatan
zamannya itu sesuai dengan tuntutan akal.
Mengenai
jiwa dikatakan, bahwa kita tidak mempunyai gagasan tentang jiwa (pengaruh
Locke).Yang kita amati hanyalah gejala-gejala psikis. Pengetahuan kita tidak
sampai kepada adanya suatu substansi jiwa yang berdiri sendiri.
jiwa dikatakan, bahwa kita tidak mempunyai gagasan tentang jiwa (pengaruh
Locke).Yang kita amati hanyalah gejala-gejala psikis. Pengetahuan kita tidak
sampai kepada adanya suatu substansi jiwa yang berdiri sendiri.
Oleh
karena agama dipandang sebagai terbatas kepada beberapa perintah kesusilaan, maka
ia menentang segala dogma, dan menentang agama.
karena agama dipandang sebagai terbatas kepada beberapa perintah kesusilaan, maka
ia menentang segala dogma, dan menentang agama.
Di
Perancis pada era pencerahan ini juga ada Jean Jacques Rousseau(1712-1778),
yang telah memberikan penutupan yang sistematis bagi cita-cita pencerahan di
Perancis. Sebenarnya ia menentang Pencerahan, yang menurut dia, menyebarkan
kesenian dan ilmu pengetahuan yang umum, tanpa disertai penilaian yang baik,
dengan terlalu percaya kepada pembaharuan umat manusia melalui pengetahuan dan
keadaban. Sebenarnya Rousseau adalah seorang filsuf yang bukan menekankan
kepada akal, melainkan kepada perasaan dan subjektivitas. Akan tetapi di dalam
menghambakan diri kepada perasaan itu akalnya yang tajam dipergunakan.
Perancis pada era pencerahan ini juga ada Jean Jacques Rousseau(1712-1778),
yang telah memberikan penutupan yang sistematis bagi cita-cita pencerahan di
Perancis. Sebenarnya ia menentang Pencerahan, yang menurut dia, menyebarkan
kesenian dan ilmu pengetahuan yang umum, tanpa disertai penilaian yang baik,
dengan terlalu percaya kepada pembaharuan umat manusia melalui pengetahuan dan
keadaban. Sebenarnya Rousseau adalah seorang filsuf yang bukan menekankan
kepada akal, melainkan kepada perasaan dan subjektivitas. Akan tetapi di dalam
menghambakan diri kepada perasaan itu akalnya yang tajam dipergunakan.
Terkait
kebudayaan menurut Rousseau, kebudayaan bertentangan dengan alam, sebab
kebudayaan merusak manusia. (Yang dimaksud ialah kebudayaan yang
berlebih-lebihan tanpa terkendalikan dan yang serba semu, seperti yang tampak
di Perancis pada abad ke-18 itu.
kebudayaan menurut Rousseau, kebudayaan bertentangan dengan alam, sebab
kebudayaan merusak manusia. (Yang dimaksud ialah kebudayaan yang
berlebih-lebihan tanpa terkendalikan dan yang serba semu, seperti yang tampak
di Perancis pada abad ke-18 itu.
Mengenai
agama Rousseau berpendapat, bahwa agama adalah urusan pribad.. Agama tidak
boleh mengasingkan orang dari hidup bermasyarakat. Kesalahan agama Kristen
ialah bahwa agama ini mematahkan kesatuan masyarakat. Akan tetapi agama memang
diperlukan oleh masyarakat. Akibat keadaan ini ialah, bahwa masyarakat
membebankan kebenaran-kebenaran keagamaan, yang pengakuannva secara lahir
perlu bagi hidup kemasyarakatan, kepada para anggotanya sebagai suatu
undang-undang, yaitu tentang adanya Allah serta penyelenggaraannya terhadap
dunia, tentang penghukuman di akhirat, dsb. Pengakuan secara lahiriah terhadap
agama memang perlu bagi masyarakat, tetapi pengakuan batiniah tidak boleh
dituntut oleh negara.
agama Rousseau berpendapat, bahwa agama adalah urusan pribad.. Agama tidak
boleh mengasingkan orang dari hidup bermasyarakat. Kesalahan agama Kristen
ialah bahwa agama ini mematahkan kesatuan masyarakat. Akan tetapi agama memang
diperlukan oleh masyarakat. Akibat keadaan ini ialah, bahwa masyarakat
membebankan kebenaran-kebenaran keagamaan, yang pengakuannva secara lahir
perlu bagi hidup kemasyarakatan, kepada para anggotanya sebagai suatu
undang-undang, yaitu tentang adanya Allah serta penyelenggaraannya terhadap
dunia, tentang penghukuman di akhirat, dsb. Pengakuan secara lahiriah terhadap
agama memang perlu bagi masyarakat, tetapi pengakuan batiniah tidak boleh
dituntut oleh negara.
Pandangan
Rousseau mengenai pendidikan berhubungan erat dengan ajarannya tentang negara
dan masyarakat. Menurut dia, pendidikan bertugas untuk membebaskan anak dari
pengaruh kebudayaan dan untuk memberi kesempatan kepada anak mengembangkan
kebaikannya sendiri yang alamiah. Segala sesuatu yang dapat merugikan perkembangan
anak yang
alamiah harus dijauhkan dari anak. Di dalam pendidikan tidak boleh ada pengertian
“kekuasaan” yang memberi perintah dan yang harus ditaati. Anak harus diserahkan
kepada dirinya sendiri. Hanya dengan cara demikian ada jaminan bagi pembentukan
yang diinginkan. Juga pendidikan agama yang secara positif tidak boleh
diadakan. Anak harus memilih Sendiri
Rousseau mengenai pendidikan berhubungan erat dengan ajarannya tentang negara
dan masyarakat. Menurut dia, pendidikan bertugas untuk membebaskan anak dari
pengaruh kebudayaan dan untuk memberi kesempatan kepada anak mengembangkan
kebaikannya sendiri yang alamiah. Segala sesuatu yang dapat merugikan perkembangan
anak yang
alamiah harus dijauhkan dari anak. Di dalam pendidikan tidak boleh ada pengertian
“kekuasaan” yang memberi perintah dan yang harus ditaati. Anak harus diserahkan
kepada dirinya sendiri. Hanya dengan cara demikian ada jaminan bagi pembentukan
yang diinginkan. Juga pendidikan agama yang secara positif tidak boleh
diadakan. Anak harus memilih Sendiri
keyakinan
apa yang akan diikutinya. Bagi seorang muslim,paham seperti ini tentu sangat
menyesatkan.
apa yang akan diikutinya. Bagi seorang muslim,paham seperti ini tentu sangat
menyesatkan.
Harun
Hadiwijono berkesimpulan bahwa Pencerahan di Perancis memberikan senjata rohani
kepada revolusi Perancis.
Hadiwijono berkesimpulan bahwa Pencerahan di Perancis memberikan senjata rohani
kepada revolusi Perancis.
Aliran-aliran
yang muncul dimasa pencerahan
yang muncul dimasa pencerahan
Kritisisme
Aliran
ini dimulai di Inggris,kemudian Prancis dan selanjutnya menyebar keseluruh
Eropa,terutama di Jerman.Di Jerman pertentangan antara rasionalisme dan
empirisme terus berlanjut. Masing-masing berebut otonomi. Kemudian timbul
masalah,siapah sebenarnya dikatakan sumber pengetahuan? Apakah pengetahuan yang
benar itu lewat rasio atau empiri? Kant mencoba menyelesaikan persoalan diatas.
Pada awalnya Kant mengikuti rasionalisme,tetapi kemudian terpengaruh oleh
empirisme (Hume). Walaupun demikian, Kant tidak begitu mudah menerimanya,
karena ia mengetahui bahwa dalam empirisme terkandung skeptisme. Untuk itu
tetap mengakui kebenaran ilmu dan dengan akal manusia akan dapat mencapai
kebenaran.empirsme. Aliran Filsafat yang dkenal dengan kritisisme
adalah filsafat yang di introdusir oleh Immanuel Kant. Filsafat ini memulai
pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber
pengetahuan manusia.
ini dimulai di Inggris,kemudian Prancis dan selanjutnya menyebar keseluruh
Eropa,terutama di Jerman.Di Jerman pertentangan antara rasionalisme dan
empirisme terus berlanjut. Masing-masing berebut otonomi. Kemudian timbul
masalah,siapah sebenarnya dikatakan sumber pengetahuan? Apakah pengetahuan yang
benar itu lewat rasio atau empiri? Kant mencoba menyelesaikan persoalan diatas.
Pada awalnya Kant mengikuti rasionalisme,tetapi kemudian terpengaruh oleh
empirisme (Hume). Walaupun demikian, Kant tidak begitu mudah menerimanya,
karena ia mengetahui bahwa dalam empirisme terkandung skeptisme. Untuk itu
tetap mengakui kebenaran ilmu dan dengan akal manusia akan dapat mencapai
kebenaran.empirsme. Aliran Filsafat yang dkenal dengan kritisisme
adalah filsafat yang di introdusir oleh Immanuel Kant. Filsafat ini memulai
pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber
pengetahuan manusia.
Pertentangan
antara rasionalisme dan empirisme dicoba untuk diselesaikan oleh Kant dengan
kritisismenya.
Adapun
ciri-ciri kritisisme diantarnya adalah sebagai berikut:
ciri-ciri kritisisme diantarnya adalah sebagai berikut:
- Menganggap bahwa objek pengenalan itu berpusat pada subjek dan bukan pada
objek. - Menegaskan keterbatasan kemampuan rasio manusia untuk mengetahui realitas atauhakikat
sesuatu; rasio hanyalah mampu menjangkau gejalanya atau fenomenya saja.
Tujuan
filsafat kritis
filsafat kritis
Melalui
filsafatnya, Kant bermaksud memugar sifat objektivitas dunia ilmu pengetahuan.
Agar maksud itu terlaksana , orang harus menghindarkan diri dari sifat sepihak
rasionalisme dan sifat sepihak empirisme. Rasionalisme mengira telah menemukan
kunci bagi pembukaan realitas pada
diri subjeknya,lepas dari pengalaman. Adapun empirisme mengira telah memperoleh
pengetahuan dari pengalaman saja. Ternyata empirisme,sekalipun dimulai dengan
ajaran yang murni tentang pengalaman,tetap melalui idealisme subjektif bermuara
pada suatu skeptisme yang radikal. Dalam hal ini Kant bermaksud mengadakan
penelitian yang kritis terhadap rasio murni. Menurutnya, Syarat dasar
bagi segala ilmu pengetahuan adalah :bersifat umum dan mutlak dan yang kedua
adalah memberi pengetahuan baru. Sedangkan menurut Hume, ada jurang yang lebar
antara kebenaran – kebenaran rasio murni dengan realitas dalam dirinya
sendiri.Salah satu tujuan filsaft Kant yang disebut sebagai filsafat
kritis,dengan metodenya yang dikenal dengan sebutan metode transendental,dimana
pengetahuan mencerminkan struktur kategoris pikiran,ialah memberikan sebuah
alternatif pembenaran filosofis terhadap hasil-hasil Newton. Sistem
konsep-konsep yang dipakai dalam geometri Euklidean dan fisika Newtonian secara
unik relevan bagi pengalaman aktual manusia.
filsafatnya, Kant bermaksud memugar sifat objektivitas dunia ilmu pengetahuan.
Agar maksud itu terlaksana , orang harus menghindarkan diri dari sifat sepihak
rasionalisme dan sifat sepihak empirisme. Rasionalisme mengira telah menemukan
kunci bagi pembukaan realitas pada
diri subjeknya,lepas dari pengalaman. Adapun empirisme mengira telah memperoleh
pengetahuan dari pengalaman saja. Ternyata empirisme,sekalipun dimulai dengan
ajaran yang murni tentang pengalaman,tetap melalui idealisme subjektif bermuara
pada suatu skeptisme yang radikal. Dalam hal ini Kant bermaksud mengadakan
penelitian yang kritis terhadap rasio murni. Menurutnya, Syarat dasar
bagi segala ilmu pengetahuan adalah :bersifat umum dan mutlak dan yang kedua
adalah memberi pengetahuan baru. Sedangkan menurut Hume, ada jurang yang lebar
antara kebenaran – kebenaran rasio murni dengan realitas dalam dirinya
sendiri.Salah satu tujuan filsaft Kant yang disebut sebagai filsafat
kritis,dengan metodenya yang dikenal dengan sebutan metode transendental,dimana
pengetahuan mencerminkan struktur kategoris pikiran,ialah memberikan sebuah
alternatif pembenaran filosofis terhadap hasil-hasil Newton. Sistem
konsep-konsep yang dipakai dalam geometri Euklidean dan fisika Newtonian secara
unik relevan bagi pengalaman aktual manusia.
(Sumber: Materi Kuliah Sejarah Pemikiran Modren UT)
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
