Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal SD – Penilaian
Penilaian Pembelajaran Tematik
BAGIAN II: KERANGKA BERPIKIR DAN IMPLIKASI
BAGIAN III: TAHAP PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN
PENILIAN
A. Pengertian
Penilaian
dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai
informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan
hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui
program kegiatan belajar.
B. Tujuan
Tujuan
Penilaian pembelajaran tematik adalah:
- Mengetahui
percapaian indikator yang telah ditetapkan - Memperoleh
umpan balik bagi guru, untuk pengetahui hambatan yang terjadi dalam
pembelajaran maupun efektivitas pembelajaran - Memperoleh
gambaran yang jelas tentang perkembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap
siswa - Sebagai acuan
dalam menentukan rencana tindak lanjut (remedial, pengayaan, dan pemantapan).
C. Prinsip
- Penilaian
di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di
sekolah dasar. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca
dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian
secara tertulis. - Kemampuan membaca, menulis dan berhitung
merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan
II. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah
prasyarat untuk kenaikan kelas. - Penilaian
dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing-masing Kompetensi Dasar dan
Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. - Penilaian
dilakukan secara terus menerus dan selama
proses belajar mengajar berlangsung, misalnya sewaktu siswa bercerita
pada kegiatan awal, membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan
akhir. - Hasil
karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil
keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca, ejaan kata, maupun angka.
D. Alat Penilaian
Alat penilaian
dapat berupa Tes dan Non Tes. Tes mencakup: tertulis, lisan, atau perbuatan,
catatan harian perkembangan siswa, dan porto folio. Dalam kegiatan pembelajaran
di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian
tugas dan portofolio. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat
pada sebuiah buku bantu. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai
kemampuan menulis siswa, khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca, Jean, kata
atau angka
Berikut adalah
contoh penilaian yang dapat dilakukan guru:
A. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial
Tes Lisan
- Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami
- Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan
- Mengekspresikan
perasaan waktu memberi kesan.
B. Bahasa Indonesia
Perbuatan
- Kelancaran membaca
- Melafalkan kata
- Melagukan/intonasi
- Cara bertanya jawab
Tugas
C. Ilmu Pengetahuan Alam Melengkapi kalimat
Perbuatan
- Mendemonstrasikan cara menggosok gigi
Lisan
- Menyebutkan cara memelihara gigi
- Menjelaskan manfaat menggosok gigi
E. Aspek Penilaian
Pada
pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi
Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema
tersebut. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui
tema, melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar, Hasil
Belajar dan Indikator mata pelajaran.
Nilai akhir
pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat
pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar, yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika,
Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial,
Seni Budaya dan Keterampilan, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan.
Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum. 2007