Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
MODEL KAJIAN ISLAM (INTERNAL ATAU EKSTERNAL)
Selama ini terdapat dua model kajian Islam yang dilakukan
: pertama oleh kalangan muslim sendiri, kedua oleh kalangan orientalis (Barat).
A. Kelompok pertama menggunakan pendekatan yang
disebut fideistic subjectivism / al-‘aql al-dini al-lahuti (pemikiran
teologis-normatif),
Pendekatan pertama berupaya memahami agama secara
literal, dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan
bahwa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap yang paling benar
dibandingkan dengan yang lainnya (Nata, 2003). Loyalitas terhadap
kelompok sendiri, komitmen dan dedikasi yang tinggi serta penggunaan bahasa
yang bersifat subjektif adalah ciri yang melekat pada bentuk pemikiran teologis
ini.
Pendekatan ini seringkali membawa dampak ketersekatan
umat. Di dalam sejarah pemikiran Islam klasik, pendekatan ini memunculkan
beberapa bentuk aliran pemikiran, di antaranya Mu’tazilah, Asy’ariyyah, dan
Maturidiyyah yang masing-masing dari pemikiran itu menyuguhkan bentuk Islam
yang berbeda dan terkadang saling menyalahkan satu sama lainnya .
Dari beberapa aliran pemikiran di atas, bisa diketahui
bahwa pendekatan teologis dalam pemahaman keagamaan merupakan pendekatan yang
menekankan pada bentuk formal atau simbol-simbol keagamaan
B. Kelompok kedua menggunakan pendekatan yang disebut
scientific objectivism / al-‘aql al-falsafi (pemikiran filsafat) (Sharpe,
1986).
Pendekatan kedua membahas berbagai peristiwa dengan
memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang, dan pelaku dari
peristiwa tersebut (Abdullah, 1987). Melalui pendekatan sejarah, seseorang
diajak menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia.
Dari keadaan ini seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan
antara yang terdapat dalam dunia idealis dengan yang ada di alam empiris dan
historis.
Pendekatan ini amat dibutuhkan dalam memahami Islam,
sebab Islam itu turun dalam situasi yang konkret bahkan berkaitan dengan
kondisi sosial kemasyarakatan. Maka di dalam al-Qur’an ditemukan berbagai macam
kisah-kisah sejarah, yang bisa dijadikan sebagai patokan dalam memahami
ajaran Islam dan juga bisa ditemukan istilah asbab al-nuzul dalam memahami
ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum fikih dan lain sebagainya.
Pendekatan kedua ini digunakan oleh kalangan Barat,
sebagai orang luar (outsider). Dalam melakukan kajiannya, mereka tidak
berangkat dari sebuah keyakinan, sebagaimana yang dilakukan oleh kalangan
muslim, namun dari sebuah asumsi interpretasi yang dikaitkan dengan teori
dan perspektif metodologi tertentu, yang itu adalah hasil yang mereka
ciptakan, sehingga hasil interpretasi mereka sering tidak sesuai dengan
keyakinan kalangan muslim sebelumnya.
C. Penggabungan Kedua Pendekatan (Muhammad Sa’id al-Asymawi)
Menurut Muhammad Sa’id al-Asymawi, di sinilah letak
persoalan dalam kajian keislaman, di mana ketika umat Islam mengkaji hasil
pemikiran mereka, lebih banyak berpedoman pada keyakinan (keimanan) daripada
tataran metode penelitian ilmiah, lebih banyak bersandar pada emosi (intuisi)
daripada rasio. Sikap semacam inilah yang melahirkan aksi-aksi teror dan
masalah takfir (tuduhan kafir terhadap seseorang).
Apa yang dikemukakan oleh Asymawi ini cukup beralasan
sebab pendekatan teologis, yang digunakan oleh pemeluk agama bersangkutan (insider),
memunculkan aliran-aliran kalam yang dogmatis. Karena itu, memahami Islam
dengan menggunakan pendekatan teologis semata, tidak bisa memecahkan persoalan
esensial pluralitas agama Islam saat ini. Terlebih lagi kenyataan mengungkapkan
bahwa kemunculan pemikiran teologis tidak pernah lepas dari jaringan institusi
atau kelembagaan sosial masyarakat yang ada di sekitarnya.
Sumber: Materi Kuliah Prof. DR. H. Syaifullah SA, MA (Guru Besar UIN IB / UMSB). Mata Kuliah Pendekaan Studi Islam, Oktober 2023 Pasca UMSB
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
