Materi Fiqih MTs Kelas VII – Shalat Jama’

SHALAT JAMA’

Pengertian
shalat jama’ menurut bahasa ialah shalat yang dikumpulkan. Sedangkan menurut
istilah syari’at Islam ialah dua shalat fardhu yang dikerjakan dalam satu waktu
karena ada sebab-sebab tertentu. Contohnya shalat Zhuhur dan shalat Ashar yang
dikerjakan pada waktu Zhuhur atau pada waktu Ashar

Macam-macam shalat jamak
  • Jama’ taqdim, ialah menjama’ shalat dikerjakan pada waktu
    yang lebih awal. Contoh shalat Zhuhur dan shalat Ashar dijama’dikerjakan pada
    waktu Zhuhur. atau shalat Magrib dan shalat Isya dikerjakan pada waktu Maghrib.
  • Jama’ ta’khir, ialah menjama’ shalat dikerjakan pada waktu
    yang akhir. Contoh menjama’ shalat Zhuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Ashar
    atau menjama’ shalat Maghrib dan Isya dikerjakan pada waktu Isya’.
Shalat 
yang boleh dijamak
  • Shalat yang boleh dijama’ ialah shalat
    Zhuhur dan shalat Ashar atau shalat Maghrib 
    dan shalat Isya. Tidak boleh shalat Ashar dijama’ dengan shalat Maghrib
    atau shalat Isya dengan shalat Subuh.
Syarat shalat jamak
  • Dalam
    perjalanan (musafir).
     Perjalanan diperbolehkan seseorang
    menjama’ shalat ialah perjalanan yang tidak terlarang seperti perjalanan bukan
    maksiat. Perjalanan seseorang  yang
    dibolehkan menjama’ shalat ini perjalanan wajib seperti perjalanan ibadah haji
    atau perjalanan untuk mencari rezeki, atau mungkin perjalanan sunah seperti
    silaturrahmi.
  • Perjalanan itu berjarak jauh 80,64 km
    atau perjalanan yang memakan waktu lebih dari sehari semalam.
  • Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat
    ada’ atau shalat jama’ bukan shalat qadha’
  • Niat menjama’ shalat dilafazkan pada
    waktu takbiratul ihram
Syarat shalat
jama’ taqdim dan takhir :
a. Syarat shalat jama’ taqdim
  • Dimulai dengan shalat yang pertama (Zhuhur
    sebelum Ashar atau Maghrib sebelum Isya) karena waktunya adalah waktu yang
    pertama.
  • Berniat jama’ agar berbeda dari shalat
    yang terdahulu karena lupa.
  • Dikerjakan berturut-turut karena
    keduanya seolah-olah satu shalat.
b. Syarat shalat jama’ takhir
  • Berniat shalat  jama’ diwaktu shalat yang pertama. Kalau ia
    tidak berniat pada waktu yang pertama maka tidaklah sah jama’nya. Niat boleh dilakukan
    di awal waktu yang pertama, dan boleh juga di akhirnya selama waktu itu masih
    ada untuk mengerjakan 1 rakaat shalat.
  • Masih dalam perjalanan sampai datangnya
    waktu yang kedua
Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *