Last Updated on 02.10.2026 by Zulfahmi M
Pengertian
Manajemen Sumber Daya Manusia, atau disingkat MSDM adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peran sumber daya yang dimiliki oleh individu secara maksimal sehingga tercapai suatu tujuan. Pengertian manajemen menurut Flippo (1994:5) dalam Marwansyah (2010:3) yaitu pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hubungan industrial.
Manajemen Sumber Daya Manusia di sebut manajemen personalia yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pemutusan hubungan kerja, pengembangan kompensasi, integritas, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat (Sastrohadiwiryo, 2002). Manajemen Sumber Daya Manusia diganti dengan manajemen tenaga kerja yaitu pendayagunaan, pembinaan, pengetahuan, pengaturan, pengembangan, unsur tenaga kerja. Baik dan buruk karyawan ataupun pegawai untuk mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya sesuai organisasi.
Berdasarkan pernyataan tersebut yang dimaksud dengan Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan terhadap sumber daya manusia dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki lingkup yang lias, salah satu pengertian dan batasan yang digunakan adalah manajemen sumber daya manusia, merupakan kebijakan dan praktik yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalankan aspek sumber daya manusia dari posisi seorang manajer.
Secara umum, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah rangkaian kegiatan yang mencakup perencanaan, rekrutmen, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, evaluasi kinerja, kompensasi, dan pemberhentian sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Gary Dessler dalam berbagai edisi). Definisi ini menekankan aspek administratif dan strategis dalam mengelola tenaga kerja. Dalam konteks pendidikan Islam, MSDM didefinisikan sebagai proses pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak hanya menekankan aspek profesionalisme dan produktivitas, tetapi juga internalisasi nilai-nilai Islam (amanah, ikhlas, ihsan, dan ‘adl) sehingga menghasilkan insan kamil yang mampu menjalankan peran sebagai pendidik (mu‘allim), pendidik spiritual (murabbi), dan teladan (uswah hasanah) (Muhammad Zaki Rahman dkk, 2025).
Hakikat manusia dalam Islam sebagai khalifah fil ardh (Q.S. Al-Baqarah: 30) dan pemegang amanah (Q.S. Al-Ahzab: 72) menjadikan pengelolaan SDM bersifat holistik: mencakup aspek fisik, intelektual, emosional, dan spiritual (Yuli Fatrisna,dkk, 2025). Dengan demikian, MSDM dalam pendidikan Islam tidak hanya bertujuan menghasilkan tenaga kerja yang produktif, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab di hadapan Allah SWT dan masyarakat.
Dasar-Dasar MSDM dalam Perspektif Islam
Dasar dari Al-Qur’an
Salah satu unsur yang cukup menentukan dalam upaya manajemen sumber daya manusia pada suatu organisasi adalah manusianya. Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk ciptaan Allah SWT yang lainnya. Karakteristik dan juga potensi manusia banyak dituliskan dalam Al-Qur’an. Dengan seperangkat organ tubuh yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia, manusia mempunyai daya atau potensi yang apabila dikembangkan akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, dan akan menjadikan manusia yang sadar akan tanggung jawabnya baik tanggung jawabnya sebagai hamba Allah SWT dan sebagai khalifah Allah SWT. Sehingga dapat dipahami bahwa sumber daya manusia menurut Al-Qur’an adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk melaksanakan tugasnya baik sebagai hamba Allah SWT ataupun sebagai khalifah Allah SWT.
Dalam mengemban tugas tersebut, manusia diberikan potensi oleh Allah SWT. yang berupa naluri beragama sejak manusia itu dilahirkan. Potensi ini disebut dengan fitrah, sebagaimana Allah telah berfirman dalam surat ar-Ruum ayat 30: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Rasulullah SAW juga mempertegas bahwa selain memiliki potensi fitrah, manusia juga memiliki potensi kesucian, yaitu bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Dari Abu Hurairah, sesungguhnya dia berkata: Rasulullah saw bersabda: setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi, Nasrani atau majusi.” (HR. al-Bukhari). Ayat-ayat Al-Qur’an telah menerangkan penciptaan manusia dengan berbagai kemampuan, antara lain manusia diberi kemampuan untuk berbicara, sebagaimana firman Allah: “Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.
Beberapa ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan MSDM antara lain:
- Q.S. An-Nisa’: 58 – Perintah menunaikan amanah kepada yang berhak daan memutuskan perkara dengan adil. Ayat ini menjadi dasar rekrutmen dan seleksi yang jujur serta pemberian hak kepada yang berhak.
- Q.S. Al-Qashash: 26 – “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya (qawiyyun amin).” Ayat ini menekankan dua kriteria utama dalam rekrutmen: kompetensi (kekuatan) dan amanah (integritas).
- Q.S. Al-Hasyr: 18 – Perintah bertakwa dan memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok. Ayat ini menjadi dasar pentingnya perencanaan SDM yang matang.
- Q.S. At-Taubah: 122 – Pentingnya sebagian orang mendalami ilmu agama danmemberikan peringatan kepada kaumnya. Ayat ini mendukung pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.
Dasar dari Hadits
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (H.R. Bukhari) Hadits ini menegaskan pentingnya penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man in the right place).
Hadits lain dari Abdurrahman bin Samurah (H.R. Bukhari dan Muslim) menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang berat dan tidak boleh diminta karena ambisi pribadi. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sebaik-baik pemimpin adalah yang dicintai dan mencintai rakyatnya.
Dalam suatu lembaga pendidikan Islam, aset paling penting yang harus dimiliki dan harus diperhatikan dalam manajemen adalah manusia (SDM). Samsudin mengatakan, mereka inilah yang merancang dan menghasilkan inovasi pendidikan, mengawasi mutu, memasarkan produk, mengalokasikan sumber daya finansial, serta merumuskan seluruh strategi dan tujuan organisasi. Sumber daya manusia inilah yang membuat sumber daya lainnya dapat berjalan.
Tujuan Agung MSDM Islami
MSDM dalam perspektif Islam diarahkan pada pencapaian falah (kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat) serta pembentukan pribadi yang rabbani. Tujuan ini melampaui sekadar efisiensi organisasi; ia mencakup dimensi spiritual dan moral yang menjadi ciri khas pendidikan Islam.
- Tujuan Organisasional
Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia. - Tujuan Fungsional
Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi. - Tujuan Sosial
Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan. - Tujuan Personal
Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harudipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau d imotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.
Prinsip-prinsip MSDM Dalam Pendidikan Islam
Berikut adalah prinsip-prinsip utama MSDM dalam pendidikan Islam.
- Amanah
Jabatan dan tugas adalah titipan Allah yang harus ditunaikan dengan integritas tinggi. Setiap pendidik dan tenaga kependidikan memikul amanah untuk mendidik generasi dengan sebaik-baiknya. - ‘Adl (Keadilan)
Perlakuan adil dalam rekrutmen, kompensasi, penilaian kinerja, dan pengembangan tanpa diskriminasi berdasarkan hubungan kekerabatan, suku, atau kepentingan pribadi. - Ihsan
Bekerja dengan sebaik-baiknya seolah-olah dilihat Allah (profesionalisme/itqan). Ihsan mendorong setiap individu untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas. - Ikhlas
Orientasi kerja sebagai ibadah, bukan sekadar mencari nafkah atau pengakuan.Niat yang ikhlas menjadi landasan motivasi kerja yang berkelanjutan - Syura (Musyawarah)
Pengambilan keputusan yang partisipatif dan melibatkan pihak-pihak terkait. Syura mendorong keterbukaan dan kebersamaan dalam pengelolaan lembaga. - Tanggung Jawab Berlapis
Akuntabilitas tidak hanya kepada lembaga dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. - Kompetensi dan Profesionalitas (Al-Kafa’ah)
Menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place) berdasarkan keahlian. - Pengembangan Holistik
Meningkatkan mutu guru dan staf secara berkala melalui pelatihan, seminar, dan pembinaan moral atau akhlak
Fungsi-fungsi MSDM Dalam Pendidikan Islam
- Perencanaan SDM
Perencanaan SDM merumuskan kebutuhan tenaga pendidik berdasarkan visi lembaga, analisis beban kerja, dan proyeksi masa depan. Perencanaan harus memperhatikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, kepribadian, serta kedalaman ilmu agama (Dina Gusniati, dkk, 2025) . Pendekatan yang digunakan dapat berupa competency-based, performance-based, data-driven, dan needs-based yang diintegrasikan dengan prinsip spiritual - Rekrutmen dan Seleksi
Proses rekrutmen dan seleksi harus objektif, transparan, dan mengutamakan kompetensi (qawi) serta amanah. Seleksi mencakup tes akademik, wawancara akhlak, dan penilaian komitmen terhadap nilai-nilai Islam. Nepotisme dan diskriminasi harus dihindari. - Pengembangan dan Pelatihan
Pelatihan berkelanjutan harus mengintegrasikan peningkatan kompetensi pedagogik dan teknologi dengan pembinaan spiritual (tilawah, ta‘lim, tazkiyah, dan hikmah). Model pengembangan ideal mencakup competency-based training, coaching-mentoring, dan penguatan nilai Islam (Gusti Neka, dkk, 2025). - Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja tidak hanya mengukur hasil akademik atau produktivitas material, tetapi juga akhlak, keteladanan, dan kontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik. Prinsip muhasabah (evaluasi diri) dan keadilan menjadi landasan penilaian. - Kompensasi dan Penghargaan
Sistem kompensasi harus adil, proporsional, dan memotivasi. Penghargaan tidak hanya bersifat material, tetapi juga non-material seperti pengakuan, kesempatan pengembangan karier, dan apresiasi atas keteladanan. - Pemeliharaan dan Pemberhentian
Pemeliharaan SDM mencakup pembangunan budaya kerja Islami, kesejahteraan, dan penanganan konflik secara syura. Pemberhentian dilakukan dengan adil, penuh hikmah, dan memperhatikan hak-hak karyawan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tantangan dan Solusi Implementasi
Tantangan
- Beberapa tantangan utama dalam implementasi MSDM berbasis nilai Islam di lembaga pendidikan Islam antara lain:
- Kekurangan pendidik yang kompeten secara akademik sekaligus berakhlak mulia.
- Kesulitan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
- Pemahaman yang masih rendah tentang pentingnya MSDM yang terarah dan berbasis nilai.
- Keterbatasan anggaran dan kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan SDM secara holistik (Nurarifah dkk, 2025)
Solusi
Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain:
- Penguatan perencanaan SDM yang terintegrasi dengan visi dan misi keislaman lembaga.
- Program pelatihan berkelanjutan yang menggabungkan kompetensi profesional dan pembinaan spiritual.
- Penerapan sistem penilaian kinerja multi-dimensi (akademik, akhlak, dan keteladanan).
- Kolaborasi antar lembaga dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
- Kepemimpinan yang menjadi teladan (uswah hasanah) dalam menerapkan nilai-nilai Islam (M Thontawi, dkk, 2025)
Kakteristik SDM Pendidikan Islam dalam Al-Qur’an al-Hadits
Manusia sebagai sumber daya penggerak suatu lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam, harus mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang diilhami dari shifat al-anbiyaa’ atau sifat-sifat para nabi dan Rasul. Sifat-sifat tersebut yaitu: shiddiq (benar, jujur), amanah (bertanggung jawab, dapat dipercaya dan kredibilitas), tabligh (komunikatif), dan fathanah (cerdas dan bijaksana).
Sebagaimana firman Allah swt.: Kualitas sumber daya manusia yang baik adalah manusia yang memiliki etos kerja, seperti yang telah dijabarkan oleh Faisal Badroen,antara lain sebagai berikut:
- Tujuan manusia dalam melakukan pekerjaan adalah beribadah kepada Allah dan memakmurkan kehidupan dengan mengelola bumi beserta Isinya “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” Serta dalam ayat lain disebutkan: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. [Anam: 162]
- Kerja adalah usaha untuk mewujudkan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jiwa dan jasmani.“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
- Usaha yang halal dan menghindari usaha yang haram. “Katakanlah: “tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah kepada Allah Hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.
- Jujur dan amanah “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. Dalam hadits, Rasulullah juga bersabda yang artinya: “Seorang pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan dibangkitkan bersama kelompok para Nabi, orang sholeh dan para syuhada’.” (H.R. Tirmidzi)
SDM pendidikan Islam yang berkualitas adalah SDM yang memiliki keluasan ilmu pengetahuan, fleksibel serta responsif terhadap perkembangan di berbagai bidang, terutama pendidikan. Dalam Al-Qur’an surat Mujadalah ayat 11, Allah mengangkat derajat orang yang memiliki ilmu pengetahuan: “Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari golonganmu semua dan juga orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat”.
Kemudian dalam firman Allah Q.S. Zumar: 9, Allah memberi perbedaan orang yang berilmu pengetahuan dan orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan: “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang berilmu pengetahuan dan orang-orang yang tidak berilmu pengetahuan”.20 Dengan berbekal ilmu pengetahuan tersebut, SDM d iharapkan mampu mengantarkan lembaganya untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Daftar Pustaka:
- Gusti Neka, Sri Wahyuni Eka Putri, dan Jamilus, “Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Lembaga Pendidikan Islam,” EduTech (2025).
- Habib Alwi Jamalulel dkk., “Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam: Kajian Pustaka,” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora 5, no. 1 (2024).
- M Thontawi, Kasful Anwar Us, dan Shalahudin, “Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Perspektif Islam,” Sulawesi Tenggara Educational Journal 5, no. 1 (2025)
- Dina Gusniati, Yessy Gusmira, dan Jamilus, “Perencanaan Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Islam Menurut Kajian Manajemen Pendidikan Islam,” EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial (2025).
- Muhammad Zaki Rahman, Ahmad Syukri Saleh, dan Ahmad Husein Ritonga, “Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Islam,” Arus Jurnal Sosial dan Humaniora 5, no. 2 (2025)
- Yuli Fatrisna, Risman Bustamam, dan Hasni Mudarti, “Ayat dan Hadits Tentang Hal-Hal Penting dalam Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Manajemen Pendidikan Islam,” Indo-MathEdu Intellectuals Journal 6, no. 3 (2025)
Sumber: Makalah Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam Prodi PAI S1 UI Al-Kifayah Riau Smt 5 Tahun 2026
Dad, Blogger and Teacher. Mengajar Sejak Tahun 2001. Pernah mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum, SMPN 5 Batusangkar, SMA Muhammadiyah Batusangkar, STAIN Batusangkar, MTs Balah Aie Padang Pariaman.