Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Pendidikan
Islam yang berfalsalah Al-Qur’an sebagai sumber utamanya, menjadikan Al-Qur’an
sebagai sumber utama penyusunan kurikulum. Didalam Al-Qur’an dan hadist di
temukan kerangka dasar dan dapat di jadikan sebagai pedoman dan penyusunan
kurikulum pendidikan Islam. Kerangka dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1. Sesuai Dengan Al Qur’an
Sesuai
dengan Al-Qur’an bahwa yang menjadi kurikulum ini adalah (Intra culuculer)
pendidikan Islam adalah “tauhid” dan harus di mantapkan sebagai unsure pokok
yang tidak dapat di rubah.pemantapan kalimat tauhid sudah di mulai semenjak
bayi di lahirkan dengan memperdengarkan adzan dan iqomah terhadap bayi yang
baru di lahirkan.
Dari
Husain bin Ali berkata kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam, Barang
siapa yang lahir anaknya maka adzankan ia di telinga kanan anak itu, dan
iqomahkan di telinga kiri anak itu dan anak itu tidak di mudharatkan oleh jin.
hadist di riwayatkan dalam kitab Ibn Al-Syumi. Tauhid berasal dari kata wahidah
atau wahid yang berarti bahwa Tuhan itu esa tidak ada duanya, tidak ada lagi
suatu zat lainnya, yang maha luhur, tak tersaingi tak tertandingi, tak dapat di
samai.
Dari
uraian di atas dapat di simpulkan bahwa dengan tauhid kita dapat mewujudkan
tata dunia yang harmonis kosmos yang penuh tujuan persamaan sosial persamaan
kepercayaan, persamaan jenis dan ras, persamaan dalam aktifitas dan kebebasan bahkan
seluruh masyarakat dunia adalah sama yang disebut “Ummatan Wahidah “. Dengan
demikian maka tauhid merupakan prinsip utama dalam seluruh dimensi kehidupan
manusia baik dalam aspek hubungan vertikal antara manusia dengan tuhan dan
hubungan horizontal antar manusia dengan sesamanya, tauhid yang seperti inilah yang
dapat menyusun pergaulan manusia secara harmonis sesamanya, dalam rangka
menyelamatkan manusia dan keprimanusiaan dalam pencapaian kehidupan yang
sejahtera dan bahagia dunia dan akherat, termasuk di dalam pergaulan dalam
proses pendidikan.
2. Perintah Membaca
Kurikulum
inti (Intra Curiculer ) selanjutnya adalah perintah ‘membaca ayat-ayat Allah yang
meliputi 3 macam ayat yaitu:
- Ayat
Allah yang berdasarkan wahyu Ayat
Allah ysng ada pada diri manusia ,danAyat
Allah yang terdapat didalam semesta di luar dari manusia.
Firman
Allah Subhanahu wa ta’alaa dalam surat Al-Alaq ayat 1-5,
Artinya:
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia
dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya
.”
Ditinjau
dari segi kurikulum sebenarnya firman Allah Subhanahu wa ta’alaa itu merupakan
bahan pokok pendidikan yang mencakup seluruh ilmu pengetahuan yang di butuhkan
oleh manusia. Membaca selain melibatkan proses mental yang tinggi, pengenalan,
ingatan, pengamatan, pengucapan dan pemikiran.
Dari
ayat yang pertama diatas, kemudian di kembangkan dalam bentuk ilmu-ilmu yang
berhubungan dengan wahyu Allah yang termuat di dalam Al-Qur’an.yang kedua di
kembangkan mengenai hal-hal yang berhubungan diri manusia sebagai makhluk yang
di ciptakan Tuhan, yang ketiga berhubungan dengan alam sekitarnya, berkaitan
dengan amal.ketiga macam ayat itu tersebut jiwanya adalah tauhid’. di sinilah
letaknya nilai kurikulum pendidikan Islam sebab menurut Islam, semua
pengetahuan datang dari Tuhan, tetapi cara penyampaiannya berbeda-beda.
Maka
prinsip-prisip Al-Qur’an merupakan bagian tak dapat di pisahkan yang memadukan antaranya
mata pelajaran yang membentuk sebuah kurikulum. Walaupun nampaknya berpisah
akan tetapi sama sekali jangan di artikan maka tidak ada kaitannya satu sama
lain.
Al-
Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi tiga kelompok ilmu yaitu: “Ilmu
yang tercela banyak atau sedikit, ilmu itu tidak ada manfaatnya di dunia maupun akherat, misalnya
sihir, nujum, dan ilmu perdukunan. Ilmu
yang terpuji banyak atau sedikit misalnya ilmu tauhid, ilmu agama. Ilmu
yang terpuji pada taraf tertentu yang rtidak boleh di alami, karna ilmu dapat
membawa kepada kegoncangan iman dan ilhad misalnya ilmu filsafat.”
Di dalam
kategori ilmu ini adalah ilmu mantiq (logis), ilmu alam, ilmu ketuhanan, ilmu-ilmu
teknik, hitung dan tingkah laku manusia.termasuk juga ilmu sihir dan ilmu nujum
(perbintangan). Dari segi kepentingan untuk para pelajar, Ibnu khaldun membagi
(mengklasifikasi) ilmu menjadi :
- Ilmu
syar’i dengan segala jenisnya Ilmu
falsafah seperti ilmu alam dan ketuhananIlmu alat yang membantu ilmu agama sperti ilmu
lughoh,nahwu dan sebagainyaIlmu
alat yang membantu ilmu falsafah sepeti ilmu mantiq
Jenis-jenis
ilmu ilmiah yang sebenarnya di jadikan substantsial kurikulum lembaga-lembaga
pendidikan Islam, meskipun bentuknya harus di adakan modifikasi, formulasi
ataupun penyempurnaan sesuai sengan tuntunan masyarakat setempat.
Sumber:
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
