Kalimat Bahasa Indonesia

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Perhatikanlah kalimat-kalimat berikut!
  1. Novel perjuangan itu terbitan Balai Pustaka.
  2. Kakek saya sakit kepala.
  3. Saya biasa berjalan kaki.
  4. Bapak sedang di kantor.
  5. Bekalnya hanya sedikit.

Kelima kalimat di atas termasuk kalimat tunggal, yaitu kalimat yang terdiri atas satu klausa (satu unsur subjek, satu unsur predikat-dicetak miring). Kalimat 1 merupakan contoh kalimat tunggal berpredikat nominal.Kalimat 2 merupakan contoh kalimat tunggal berpredikat adjektiva. Kalimat 3 merupakan contoh kalimat tunggal berpredikat verbal. Kalimat 4 merupakan contoh kalimat berpredikat frasa preposisional. Kalimat 5 merupakan contoh kalimat berpredikat numeral.

Selanjutnya, ada kalimat yang terdiri atas dua klausa. Perhatikanlah contoh berikut ini.
1. Amirmakanroti dan anakitumakanapel.
           S P O S P O
2. Diamembimbingkami supaya kamimandiri.
           S P O S P
Dua kalimat di atas merupakan contohkalimat majemuk. Dua klausa tersebut disatukan oleh konjungtor, yaitu dan serta supaya.
Sebagai simpulan, ada kalimat yang terdiri atas satu klausa dan ada kalimat yag terdiri atas dua klausa. Jika diklasifikasikan, kedua jenis kalimat ini merupakan kalimat yang berdasarkan jumlah klausa.
Lebih lanjut, ada jenis kalimat berdasarkan bentuk kalimat, yaitu kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan ekslamatif. Berikut ini contoh-contohnya.
  1. Polisi telah menangkap penyelundup.
  2. Apakah kamera digital yang baru dibeli itu buatan Jerman?
  3. Berliburlah ke tempat nenekmu!
  4. Betapa cantiknya gadis itu!
Ada lagi jenis kalimat berdasarkan kelengkapan unsur, yaitu kalimat lengkap/major dan kalimat tak lengkap/minor. Kalimat lengkap/major adalah kalimat dengan unsur yang ada subjek dan predikatnya, sedangkan kalimat taklengkap/minor adalah kalimat yang tidak ada unsur subjek atau predikat. Kalimat taklengkap ini bisa ditemui pada dialog, iklan, papan petunjuk, atau slogan. Contohnya adalah sebagai berikut:
1.Andi: Mirna ada di rumah?
   Ibu: Pergi. (kalimat lengkapnya adalah Mirna sedang pergi)
2.Menerima karyawan baru!
3.Belok kiri boleh langsung.
4.Merdeka atau mati.
Yang terakhir, ada jenis kalimat berdasarkan susunan S-Pnya, yaitu kalimat biasa dan kalimat inversi. Perhatikan contohnya berikut ini.
  1. Buku itu di meja. (kalimat biasa)
  2. Ada buku di meja. (kalimat inversi)
Demikian Saudara mahasiswa, uraian di atas menunjukkan beragam jenis kalimat. Agar Saudara bisa lebih paham tentang kalimat telitilah kalimat-kalimat berikut! Uraikanlah unsur-unsur kalimatnya!
  1. Banjir menghancurkan puluhan ribu tanaman di Pulau Jawa.
  2. Wapres mendatangi Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia.
  3. Dr. Benno memperkenalkan sistem PBPT untuk pemisahan sampah.
  4. Carlos Terez membobol gawang Tottenham.
  5. Mendagri menjelaskan data dari pemerintah.
Selanjutnya, cermatilah konjungtor pada kalimat-kalimat berikut ini!
  1. Mereka berpisah setelah mengukir segala kenangan yang indah.
  2. Arya membaca puisi dan hadirin bertepuk tangan.
  3. Pak Bram mengatakan bahwa puisi modern Indonesia itu terpencil.
Telitilah fungsi konjungtor tersebut sehingga Saudara bisa menemukan bentuk hubungan antarkalimatnya!
(Sumber: Materi Mata Kuliah Tata Bahasa dan Komposisi UT)
 

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *