Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
et.al (2000), menemukan sejumlah indikator yang menunjukkan perilaku dan
kompetensi sebagai guru yang tidak efektif yaitu:
Inability to
control the class. Guru yang termasuk dalam kategori ini adalah guru yang menunjukkan indikator ketidakmampuan dalam
mengendalikan kelas, sehingga dalam pembelajaran kelas tampak tidak
terorganisir, masing-masing siswa memiliki kegiatan sendiri-sendiri yang tidak
terfokus pada pembelajaran. Sementara proses pembelajaran berlangsung guru
tidak mampu mengendalikan kegiatan siswa untuk fokus pada pembelajaran yang
sedang berlangsung.
Poor planning
and preparation. Guru yang termasuk dalam kategori ini adalah guru yang menunjukkan perilaku buruk dalam perencanaan mengajar
dan atau persiapan mengajar. Meskipun ada perencanaan hanya sekadarnya tanpa
mengikuti perencanaan yang utuh dan lengkap. Bahkan banyak di antara mereka
kalau ditanya kenapa tidak membuat perencanaan dan persiapan selalu menjawab
bahwa perencanaan dan persiapan tersebut sudah ada dalam otak.
Poor subject
knowledge. Guru
yang termasuk dalam kriteria ini adalah mereka yang menunjukkan buruknya penguasaan bahan ajar/pengetahuan yang
akan diajarkan. Guru tidak mampu menjelaskan secara luas dan mendalam apa yang
seharusnya dikuasai oleh siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Pada saat
mengajar guru tidak menguasai bahan ajar yang ditunjukkan mereka selalu
memegang buku dan membaca apa yang ada dalam buku tanpa dapat menjelaskan
apalagi memperluas dan memperdalam materi yang sedang diajarkan apalagi
menghubungkan antara satu materi dengan materi lain atau
satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya.
Poor teaching. Guru yang
termasuk dalam kategori poor teaching adalah mereka yang terlihat buruk dalam
menggunakan model, pendekatan dan atau strategi pembelajaran secara baik,
inovatif dan kreatif. Biasanya guru ini dalam pembelajaran menggunakan
metode-metode pembelajaran yang konvensional /tradisional tanpa dapat memvariasi
atau menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat proses
pembelajaran berlangsung.
Low
expectations of pupils. Guru yang memiliki harapan yang rendah terhadap siswa adalah guru yang merasa tidak punya keyakinan
terhadap siswanya untuk berprestasi tinggi. Akibatnya semua kegiatan
pembelajaran yang dilakukannya cenderung berkadar kualitas yang rendah. Apa pun
yang dia lakukan termasuk dalam membuat pertanyaan atau permasalahan hanya
berkisar pada kognitif tingkat pertama seperti kemampuan menghafal, atau paling
tinggi pemahaman saja tanpa berani membuat pertanyaan sampai pada tahap
analisis, sintesis apalagi tingkat evaluasi.
Poor relationships with pupils. Guru yang tergolong dalam kategori buruk dalam berkomunikasi /berhubungan dengan para siswa, adalah mereka yang tidak dapat membangun komunikasi dengan siswanya secara baik. Dia tidak dapat memperlakukan siswanya sebagai teman, anak, peserta didik dan sebagainya. Akibatnya siswa juga tidak dapat membangun keterbukaan kepada guru saat dia menghadapi masalah, padahal guru dalam fungsinya sebagai pembimbing memerlukan keterbukaan siswa dalam masalah-masalah yang dihadapi dalam belajar agar bantuan bimbingan yang diberikan tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam memecahkan masalah.
Sumber: Wragg, E.C., Hayness, G.S., Wragg, C.M., &
Chaamberlin, R.P. (2000). Failing Teachers? London: Routledge.
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
