Indikator Perilaku dan Kemampuan Guru Yang Effektif Menurut Muijis and Raynold

Muijs dan Reynold (2005) menyimpulkan bahwa guru efektif
ditandai dengan perilaku dan kemampuan sebagai berikut:

  1. Have a positive
    attitude
    (Memiliki sikap positif). Guru semacam ini adalah guru yang memiliki sikap positif
    terhadap pekerjaan/profesinya sebagai guru, positif terhadap siswanya,
    sekolahnya bahkan terhadap lingkungan sekolahnya.
  2. Develop a pleasant
    social/psychological climate in the classroom
    (Mengembangkan iklim sosial/psikologis yang
    menyenangkan di kelas). Guru dalam kategori ini adalah guru yang mampu
    mengembangkan iklim yang nyaman, aman dan bersahabat di dalam lingkungan kelas
    maupun lingkungan sekolahnya. Sehingga pembelajaran yang diciptakannya adalah
    pembelajaran yang bebas dari tekanan dan ketakutan siswa.
  3. Have
    high expectation of what pupils can achieve
    (Memiliki harapan yang tinggi dari apa yang siswa dapat mencapai).
    Guru semacam ini adalah guru yang memiliki optimisme terhadap siswanya akan
    mampu mendapatkan hasil yang tinggi daripada apa yang mereka capai sekarang.
    Optimisme itu dibuktikannya dengan berupaya selalu meningkatkan kepercayaan
    diri siswa untuk dapat berprestasi lebih tinggi lagi.
  4. Communicate lesson
    clarity
    (Berkomunikasi secara jelas dalam pelajaran). Guru dalam indikator ini menunjukkan kemampuan berkomunikasi
    dengan baik, memiliki kemampuan berbahasa yang baik sehingga apa yang
    disampaikannya di hadapan siswa saat pembelajaran dilakukan dapat dipahami
    secara jelas oleh seluruh siswa. Guru memiliki kemampuan menyesuaikan bahasa
    yang digunakan dengan kemampuan berbahasa siswanya.
  5. Practice effective
    time management
    (mempraktikkan manajemen waktu yang efektif). Guru yang efektif adalah guru yang memiliki kemampuan
    untuk mengatur waktu secara baik, mana waktu prioritas dan mana kegiatan yang
    memiliki tingkat prioritas kurang. Mengelola waktu ini berkaitan dengan
    mengelola waktu mengajar, waktu membimbing, melatih dan mengevaluasi siswa
    serta memberikan upaya perbaikan sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi yang
    dilakukannya.
  6. Employ strong
    lesson structuring
    . Maksudnya dalam konteks ini adalah bagaimana guru memiliki kemampuan untuk bekerja secara keras dalam
    menstruktur pembelajaran secara sekuensis, sebab dengan demikian anak akan
    mudah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran karena dimulai dari tingkat
    struktur yang rendah sampai dengan tingkat kesulitan yang tinggi secara
    berjenjang.
  7. Use a variety of
    teaching methods
    (menggunakan metode pembelajaran yang variatif). Guru efektif adalah guru yang memiliki kemampuan tinggi
    untuk selalu kreatif menggunakan berbagai model, strategi dan metode pembelajaran
    yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, tujuan pembelajaran, sarana
    dan prasarana pendukung pembelajaran dan kemampuan guru itu sendiri. Di samping
    itu, rancangan pembelajaran yang dibuatnya dapat fleksibel dan mungkin berubah
    dalam pendekatan, model dan atau metode sesuai dengan situasi dan kondisi
    pembelajaran berlangsung.
  8. Use and incorporate
    pupil ideas
    . Guru dengan indikator ini adalah mereka yang mau dan mampu menggunakan dan menggabungkan gagasan murid
    untuk kebutuhan pembelajaran berlangsung, sehingga pembelajaran yangdilakukan sesuai dengan kebutuhan siswa. Sangat sering
    ditemukan guru memaksakan kehendaknya sementara gagasan murid “selalu dianggap
    salah” sehingga tidak menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam melaksanakan
    pembelajaran.
  9. Use appropriate and
    varied questioning.
    Guru efektif dengan indikator ini adalah guru yang menggunakan pertanyaan secara tepat dan
    bervariasi. Sering kita menemukan siswa tidak mampu menjawab pertanyaan guru
    bukan akibat ketidakmampuan mereka atau ketidakpahaman siswa terhadap
    substansi, tetapi akibat dari ketidakpahaman terhadap pertanyaan yang diajukan
    guru. Variasi pertanyaan juga dilakukan guru berdasarkan tingkat tujuan
    pembelajaran, mulai dari pertanyaan yang hanya menggali hafalan, pemahaman
    sampai pada pertanyaan yang sifatnya analisis dan evaluasi.

Sumber: Muijs, D., and Reynold, D.
(2005). Effective Teaching: Evidence and
Practice
. London:
Paul Chapam Publishing.
 

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *