Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Hakikat kurikulum
merupakan model yang diacu oleh pendidikan dalam upaya membentuk citra sekolah
dengan mewujudkan tujuan pendidikan yang disepakati. Kurikulum dengan
pengertian di atas memberikan indikasi bahwa pedoman rencana pembelajaran tidak
bersifat kaku. Kurikulum yang baik adalah yang dinamis, aktual, teoretis, dan
aplikatif.
Asas-Asas Pendidikan Agama Islam
Mohammad al-Thoumy
al-Syaibany, mengemukakan bahwa asas-asas umum yang menjadi landasan
pembentukan kurikulum dalam pendidikan Islam itu adalah:
1. Asas Agama
Seluruh sistem yang
ada dalam masyarakat Islam, termasuk sistem pendidikannya harus meletakkan
dasar falsafah, tujuan, dan kurikulumnya pada ajaran Islam yang meliputi
aqidah, ibadah, muamalat dan hubungan-hubungan yang berlaku di dalam
masyarakat.
2. Asas Falsafah
Dasar ini
memberikan arah dan kompas tujuan pendidikan Islam, dengan dasar filosofis,
sehingga susunan kurikulum pendidikan Islam mengandung suatu kebenaran,
terutama dari sisi nilai-nilai sebagai pandangan hidup yang diyakini
kebenarannya.
3. Asas Psikologis
Asas ini memberi
arti bahwa kurikulum pendidikan Islam hendaknya disusun dengan
mempertimbanglcan tahapan- tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui
anak didik
4. Asas Sosial
Pembentukan
kurikulum pendidikan Islam harus mengacu ke arah realisasi individu dalam
masyarakat. Pola yang demikian ini berarti bahwa semua kecenderungan dan
perubahan yang telah dan bakal terjadi dalam perkembangan masyarakat manusia
sebagai makhluk sosial harus mendapat tempat dalam kurikulum pendidikan Islam.
Hal ini dimaksudkan agar out put yang dihasilkan pendidikan Islam adalah
manusia-manusia yang mampu mengambil peran dalam masyarakat dan kebudayaan
dalam konteks kehidupan zamannya.
Berdasarkan pada
asas-asas tersebut di atas, maka kurikulum pendidikan Islam menurut An-Nahlawi
harus pula memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Sistem dan
perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki
peluang untuk mensucikannya, dan menjaganya dari penyimpangan serta
menyelamatkannya. Kurikulum hendaknya
diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, yaitu ikhlas, taat dan
beribadah kepada Allah, disamping merealisasikan tujuan aspek psikis, fisik,
sosial, budaya maupun intelektual.Pentahapan serta
pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodesasi perkembangan peserta
didik maupun unisitas (kekhasan) terutama karakteristik anak-anak, dan jenis
kelamin (laki-laki dan perempuan).Dalam berbagai
pelaksanaan, aktivitas, contoh dan nash yang ada dalam kurikulum harus
memelihara kebutuhan nyata kehidupan masyarakat dengan tetap bertopang pada
cita ideal Islami, seperti rasa syukur dan harga diri sebagai ummat Islam.Secara keseluruhan
struktur dan organisasi hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan
pertentangan dengan pola hidup Islami.Hendaknya kurikulum
bersifat realistik atau dapat dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi
dalam kehidupan negara tertentu.Hendaknya metode
pendidikan / pengajaran dalam kurikulum bersifat luwes sehingga dapat
disesuaikan dengan berbagai situasi dan kondisi serta perbedaan individual,
minat serta kemampuan siswa untuk menangkap dan mengolah bahan pelajaran.Hendaknya kurikulum
itu efektif dalam arti berisikan nilai edukatif yang dapat membentuk afektif
(sikap) Islami dalam kepribadian anak.Kurikulum harus
memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami, seperti pendidikan untuk
berjihad dan dakwah Islamiyah serta membangun masyarakat muslim di lingkungan
sekolah.
Selain yang diatas,
Prof. Dr. Syafaruddin, dan kawan-kawan dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam
bahwasanya ada 4 dasar ajaran Islam yang universal menjadi isi kurikulum
Pendidikan Islam:
1. Tauhid (Keesaan
Allah)
Allah ialah Maha
pencipta, penghidup, raja dan pemerintah sekalian alam Dan seluruh isinya.
Semua makhluk adalah hambanya dan mematuhi perintahnya.
2. Risalah (Kerasulan)
Allah mengirimkan
rasul-rasulnya untuk membimbing manusia. Nabi Muhammad Saw ialah rasul yang
terakhirbdan pembimbing umatnya dalam menerima kebenaran yang abadi. Oleh
karena itu, kerasulan Muhammad Saw membawa suatu kebenaran, keadilan dan
kebaikan dimuka bumi ini.
3. Akhirat
Semua manusia
ditakdirkan akan mati, dan pada suatu hari akan diadakan perthitungan dihadapan
Rabb al-Alamin untuk menimbang pahala dan dosa umat manusia. Maka mereka yang
ta’at dan wara’ akan ditempatkan didalam surga, sementara mereka yang durhaka
dan kufur ditempatkan dalam neraka.
4. Khalifah
Bumi dan alam serta
isi kandungannya ialah hak dan milik Allah, dan manusia adalah yang menjadi
pemimpin (khalifah) dimuka bumi ini. Oleh karena itu, manusia harus menjadi
hamba yang ta’at akan perintah-perintah Allah, serta menganjurkan berbuat baik
dan mencegah kejahatan serta berusaha mewujudkan keadilan dan kemakmuran di
muka bumi ini.
Sumber:
- Omar
Mohammad Al-Thoumy Al-Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, (Jakarta:
Bulan Bintang, 1979)
Al-Rasyidin,
Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam,
(Ciputat: Ciputat Press, 2005).Samsul
Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta
Ciputat Press, 2002).Syafaruddin,
Nurgaya Pasya dan Mahariah, “Ilmu Pendidikan Islam” (Jakarta: Hijri
PustakaUtama: 2009).
Last Edit: 2/9/2023
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
