Fitur Semantik dan Makna Kontekstual

Last Updated on 21.08.2026 by Zulfahmi M

FITUR
SEMANTIK
Apa itu fitur simantik
  • Pada
    semantik leksikal, semua kata memiliki makna yang merujuk pada satu referens
    baik abstrak maupun konkrit.
  • Dalam
    merujuk pada suatu referens inilah suatu kata bisa jadi memiliki fitur yang
    sama dengan kata lain.
  • Meskipun
    menggunakan leksem atau diksi yang berbeda namun, kata “kursi” dan “bangku”
    memiliki fitur yang sama merujuk pada sebuah konsep makna yaitu “temapt duduk”.
    Keduanya mingkin berbeda dari segi bentuk dan pembuatan.
  • Suatu
    kata akan mempunyai beberapa fitur semantic yang menjadi ciri khas perujukan
    atau referen satu dengan yang lainnya.
  • Untuk
    mengidentifikasi perbedaan makna pada kata, kita perlu melakukan perbandingan
    set-set kata yang memilik hubungan makna satu sama lain.
  • Pengkajian
    terhadap makna dapat dilakukan secara vertical dan horizontal.
  • Yang
    dimaksud dengan vertical, adalah kekerabatan suatu kata antar domain, kategori
    dan subkategorinya.
  • Sedangkan,
    pada sumbu horisontal, akan muncul makna dari kata-kata yang setara yang
    memiliki kaitan makna untuk dibandingkan.
Prosedur
Analisis Fitur-Fitur Semantik
Prosedur
analisis makna dibagi menjadi 2:
1.
Horizontal : Kata yang mempunya kemiripan, mempunyai makna setara dibandingkan.
Lihat contoh dalam table 1.
2.
Vertikal: Suatu set makna referen yang spesifik dibandingkan dengan makna yang
bersifat lebih umum.
Kedua
prosedur analisis ini disebut dengan hubungan paradigmatic (vertical) dan
sintakmatik (horisontal) 
Tahapan Analisis Makna
A Carilah
kata pada tataran yang lebih umum
B Carilah
kata yang lebih spesifik yang Anda dapat pada tahap A
C Carilah
perbandingan makna pada tataran kata yang memiliki makna sama
D Membuat
daftar fitur-fitur yang ada didalamnya
E Hasil
Analisis dan Kajian dirangkum dalam satu tabel 
Contoh Prosedur Analisis
Fitur
Semantik
Toko
Warung
Kedai
Indo maret
Tempat
jual beli
+
+
+
+
Menjual
berbagai macam barang
+
+
_
+
Modern
+
+
Tradisional
+
+
Kena
pajak
+
+
 

Makna
Kontekstual
  • Penutur
    jati memiliki pemahaman intuitif tentang domain kategori dan hubunga relasi
    dari sebuah leksem.
  • Setiap
    leksem memiliki beberapa unit dan fitur-fitur semantic tersendiri.
  • Biasanya
    rambu-rambu ini dapat menjadi sebuah petunjuk untuk merujuk pada suatu referen.
  • Sebagai
    contoh saat kita diminta menyebutkan alat transportasi pastilah kita bisa
    menyebutkan banyak contoh misalnya sepeda, becak, mobil. Bus, kereta, pesawat,
    kapal, perahu, dll
  • Kemudian
    fitur itu ditambah dengan “alat trasportasi darat”, maka jawabannya menjadi
    sempit yakni motor, sepeda, becak, mobil, truk, bus, dll.
  • Fitur
    ini ditambah lagi dengan yang lebih spesifik “roda tiga” maka jawabannya
    menjadi “becak dan bemo”
  • Untuk
    menjadi leksem yang khusu perlu kita tambahi lagi sebuah fitur, contoh
    “dikemudikan dengan mengayuh”, maka didapat suatu referen yaitu becak.
  • Nah
    inilah yang disebut dengan mempelajari makna dan memahaminya dari konteks.
  • Konteks
    akan menggiring seseorang untuk sampai pada suatu makna kata.
  • Identifikasi
    makna dari konteks diperoleh dengan data yang memadai, dari yang bersifat umum
    ke khusus.
  • Tahapan
    melalui makna yang bersfifat hierarki dan terstruktur
X adalah
sebuah alat transportasi
X adalah
transportasi darat
X beroda
3
Pengemudi
menjalankan X dengan mengayuhnya.
X adalah
becak. 
Sumber: Materi Kuliah Semantik UT