Empat Komponen Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Beberapa Contoh

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Ada empat komponen pembelajaran
berdiferensiasi, yaitu: isi, proses, produk, dan lingkungan belajar.

A. Isi,  meliputi apa yang dipelajari siswa. Isi berkaitan dengan kurikulum dan materi
pembelajaran. Pada aspek ini, guru memodifikasi kurikulum dan materi
pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa dan kondisi disabilitas yang
dimiliki. Isi kurikulum disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa.
Umumnya, guru tidak mampu mengontrol
isi kurikulum yang spesifik (yang tidak bisa dipahami semua anak) berdasarkan
gaya belajar siswa serta menyesuaikan
materi pembelajaran berdasarkan jenis disabilitas
yang dimiliki.

Contoh
diferensiasi pada komponen isi adalah:

  • Menggunakan bahan bacaan pada berbagai tingkat
    keterbacaan.
  • Menyediakan bahan ajar pada kaset.

  • Menggunakan daftar kosakata untuk mengetahui
    tingkat kesiapan siswa.

  • Mempresentasikan ide melalui sarana
    pendengaran dan penglihatan.

  • Menggunakan teman bacaan.

  • Menggunakan kelompok kecil untuk mengajarkan
    kembali  ide atau keterampilanpada siswa
    yang mengalami kesulitan, serta
    memperluas pemikiran atau keterampilan
    peserta didik yang sudah menguasai.

2. Proses, yakni bagaimana siswa mengolah ide dan informasi.
Bagaimana siswa berinteraksi dengan materi dan bagaimana interaksi tersebut
menjadi bagian yang menentukan pilihan belajar siswa. Karena banyaknya
perbedaan gaya dan pilihan belajar yang ditunjukkan siswa, maka kelas harus
dimodifikasi sedemikian rupa agar kebutuhan belajar yang berbeda-beda dapat
diakomodir dengan baik. Gregory & Chapman (2002) menyatakan proses
pembelajaran yang dimodifikasi tersebut adalah:

  1. Mengaktifkan pembelajaran. Aktivitas belajar
    difokuskan pada materi yang dipelajari, menghubungkan materi yang belum dikuasai, memberi kesempatan
    pada siswa untuk mencari mengapa
    materi yang dipelajari penting, dan menjelaskan apa yang dilakukan siswa setelah belajar.
  2. Kegiatan belajar. Melibatkan kegiatan pembelajaran yang sebenarnya, seperti pemodelan, latihan, demonstrasi, 
    atau game pendidikan.

  3. Kegiatan pengelompokkan. Baik kegiatan belajar
    individu maupun kelompok harus direncanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Contoh
diferensiasi pada komponen proses adalah:

  • Menggunakan kegiatan berjenjang, semua siswa
    bekerja dengan pemahaman dan keterampilan yang sama, serta melanjutkan dengan berbagai
    tingkat dukungan, tantangan, dan kompleksitas.
  • Menyediakan pusat minat yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi diri.

  • Mengembangkan agenda pribadi  (daftar 
    tugas  yang ditulis oleh guru)
    yang harus diselesaikan selama waktu yang ditentukan.

  • Menawarkan dukungan langsung lainnya bagi siswa  yang membutuhkan.

  • Memvariasikan waktu yang disediakan bagi siswa
    untuk menyelesaikan tugas.

3. Produk, bagaimana siswa menunjukkan apa yang telah dipelajari.
Produk pembelajaran memungkinkan guru menilai materi yang telah dikuasai siswa
dan memberikan materi berikutnya.
Gaya belajar siswa juga menentukan hasil belajar seperti apa yang akan
ditunjukkan pada guru.

Contoh
diferensiasi pada komponen produk adalah:

  • Memberi siswa pilihan cara mengekspresikan
    kebutuhan pembelajaran (seperti membuat pertunjukan boneka, menulis surat, atau
    membuat puisi).
  • Menggunakan rubric yang  cocok   dan memperluas keberagaman tingkat
    keterampilan siswa.

  • Membolehkan siswa bekerja sendiri atau
    berkelompok kecil untuk menuntaskan tugas.

  • Mendorong siswa untuk membuat tugas mereka sendiri.

4. Lingkungan Belajar, bagaimana cara
siswa bekerja dan merasa
dalam pembelajaran.

Contoh
diferensiasi pada komponen lingkungan belajar adalah:

  • Memastikan
    ada        tempat di ruangan untuk bekerja dengan tenang dan tanpa gangguan, serta tempat
    yang menyediakan siswa berkolaborasi.
  • Menetapkan pedoman yang jelas untuk kerja
    mandiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

  • Mengembangkan rutinitas yang memungkinkan siswa

  • untuk mendapatkan bantuan ketika guru sibuk
    dengan siswa lain dan tidak dapat segera membantu mereka.

  • Membantu siswa memahami bahwa ada siswa yang perlu bergerak untuk belajar, sementara yang lain
    lebih suka duduk dengan tenang.

Sumber: DR. Marlina, M.Si, Panduan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif, 2019

 

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *