Contoh Abstrak Penelitian Tindakan Kelas

Last Updated on 19.08.2026 by Zulfahmi M

Abstrak merupakan kondensi (pemadatan/sari) dari hasil penelitian, yang terdiri atas: latar belakang subjek awal/permasalahan penelitian, tujuan penelitian, prosedur penelitian, dan hasil penelitian. Ditulis dalam satu halaman, satu spasi, maksimal tiga alinea.
 
Perhatikan Contoh Berikut: 
Menumbuhkan Keberanian Mengemukakan Ide Pengerjaan Soal Melalaui Optimalisasi Satuan Pembelajaran Matematika Siswa Kelas 3 SMP 5 Surakarta

Menurut pengamatan penelitian pada kelas 3C SMP 5 Surakarta jumlah siswa yang berani mengemungkakan ide pengerjaan soal matematika cenderung sedikit (<10%). Hanya jika dipaksa oleh guru siswa baru berani. Fenomena ini merupakan salah satu keprihatinan guru yang perlu segera dipecahkan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah peningkatan jumlah siswa yang berani mengemungkakan ide pengerjaan soal matematika. 
Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) perencanaan masalah tindakan perbaikan (planning), yang meliputi kegiatan analisis faktor penyebab dan penetapan aksi, (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengumpulan data (observing), dan (4) analisis efektivitas tindakan (reflekting). Serangkaian kegiatan ini disebut satu siklus. Menurut hasil wawancara dengan siswa, observasi kelas dan refleksi guru yang dilanjutkan dengan kolaborasi dengan teman sejawat, ditemukan bahwa akar masalah adalah mutu proses pembelajaran yang belum mendorong siswa berani mengerjakan soal matematika. Ada tiga tindakan yang menjadi fokus upaya pemecahan masalah, yaitu: (1) peningkatan motivasi, (2) peningkatan guru yang otoritatif, dan (3) optimalisasi penerapan satuan pembelajaran matematika. Dengan memberlakukan tindakan di atas, diharapkan tiga indikator keberhasilan riset tindakan ini tercapai, yaitu (1) sekurang-kurangnya 30% siswa berani mengemungkakan ide mengerjakan soal, (2) lebih dari 50% siswa menyetujui ide pengerjaan soal dari teman, dan (3) lebih dari 10% siswa  menyanggah/menyetujui ide pengerjaan guru. data (informasi) mengenai efektivitas tindakan dikumpulkan dari observasi kelas, angket, wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa, dan refleksi diri guru/siswa. Validasi instrumen ditempuh melalui face validity dan critical reflection dari masing-masing kolaborator penelitian ini. 
Berdasarkan analisis data selama siklus I, II, dan III, dapat disimpulkan: (1) jumlah siswa yang berani mengemungkakan ide pengerjaan soal meningkat (10% – 42,5%), (2) jumlah siswa yang berani menyetujui ide pengerjaan teman meningkat dari 20% menjadi 35,97%, dan (3) jumlah siswa yang berani menyanggah/menyetujui ide guru meningkat dari 5% menjadi 53,29%. Perubahan hasil belajar siswa (nilai harian) cenderung meningkat. Hasil penelitian juga menunjukan perubahan suasana kelas yang cenderung meningkat. Hasil penelitian juga menunjukan perubahan suasana kelas yang cenderung demokratis dan perubahan sikap guru yang lebih peduli terhadap suasana kelas. Mengingat pelaksanaan penelitian oleh perubahan kalender akademik (liburan puasa), diharapkan siklus penelitian diperpanjang (dari 3 siklus ke 5 siklus) untuk mendapatkan signifikansi keterkaitan antara frekuensi siswa mengerjakan soal matematika di kelas dengan rata-rata hasil belajar. (Mamik Dasanti, 2000)
Sumber: Penelitian Tindakan Kelas, Prof. Suharsimi Arikunto, Bumi Aksara, 2007