Ciri dan Model dan Pembelajaran

Model pembelajaran adalah
kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran
yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut
sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung
(Joice&Wells). Sedangkan menurut Arends dalam Trianto, mengatakan “model
pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai
pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.
Model pembelajaran mengacu
pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya
tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pengelolaan kelas. 
Tujuan penggunaan model
pembelajaran sebagai strategi bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan dapat
membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan,
keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir
secara jernih, bijaksana dan membangun keterampilan sosial serta komitmen
(Joice& Wells).
Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:
  1. Rasional
    teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Model
    pembelajaran mempunyai teori berfikir yang masuk akal. Maksudnya para pencipta
    atau pengembang membuat teori dengan mempertimbangkan teorinya dengan kenyataan
    sebenarnya serta tidak secara fiktif dalam menciptakan dan
    mengembangankannya.
  2. Landasan pemikiran tentang apa
    dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). Model
    pembelajaran mempunyai tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai,
    termasuk di dalamnya apa dan bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkan
    suatu masalah pembelajaran. 
  3. Tingkah laku mengajar yang
    diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Model
    pembelajaran mempunyai tingkah laku mengajar yang diperlukan sehingga apa yang
    menjadi cita-cita mengajar selama ini dapat berhasil dalam
    pelaksanaannya.
  4. Lingkungan
    belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model
    pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman, sehingga
    suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek penunjang apa yang selama ini
    menjadi tujuan pembelajaran.  (Trianto, 2010)
Memilih atau menentukan model
pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi Kompetensi Dasar (KD), tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran, sifat dari materi yang
akan diajarkan, dantingkat
kemampuan peserta didik. Di samping itu, setiap model pembelajaran mempunyai
tahap-tahap (sintaks) yang dapat dilakukan siswa dengan bimbingan guru. pembelajaran dengan pendekatan saintifik sebagaimana yang diterapkan pada
kurikulum 2013, sebaiknya dipadukan secara sinkron langkah/tahapan kerja
Sumber: Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun 2016
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *