Contoh PTK Bahasa Inggris Bab I
Halaman Cover:
UPAYA PENINGKATAN
KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARRATIVE BERBASIS GENRE MELALUI “PICTURE SERIES” PADA SISWA KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH LIMA KAUM,
BATUSANGKAR KABUPATEN TANAH DATAR
KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARRATIVE BERBASIS GENRE MELALUI “PICTURE SERIES” PADA SISWA KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH LIMA KAUM,
BATUSANGKAR KABUPATEN TANAH DATAR
PENYUSUN
DEDET OKTARIA
017426452
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH PADANG
OKTOBER, 2016
Halaman Daftar Isi:
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
……………………………………………………………………………………………..i
……………………………………………………………………………………………..i
HALAMAN PERSETUJUAN
KEPALA SEKOLAH………………………………………………..ii
KEPALA SEKOLAH………………………………………………..ii
PERNYATAAN
………………………………………………………………………………………………….iii
………………………………………………………………………………………………….iii
KATA PENGANTAR
…………………………………………………………………………………………iv
…………………………………………………………………………………………iv
DAFTAR ISI
………………………………………………………………………………………………………vi
………………………………………………………………………………………………………vi
ABSTRAK ………………………………………………………………………………………………………..vii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
……………………………………………………………………..5
Latar Belakang Masalah
……………………………………………………………………..5
B.
Perumusan Masalah
……………………………………………………………………………9
Perumusan Masalah
……………………………………………………………………………9
C.
Tujuan Penelitian
……………………………………………………………………………..10
Tujuan Penelitian
……………………………………………………………………………..10
D.
Manfaat Hasil Penelitian
…………………………………………………………………..10
Manfaat Hasil Penelitian
…………………………………………………………………..10
BAB II KAJIAN TEORI
A.
Kajian Teori
…………………………………………………………………………………….12
Kajian Teori
…………………………………………………………………………………….12
B.
Kerangka Berpikir………………………………………………………………………………14
Kerangka Berpikir………………………………………………………………………………14
BAB III PELAKSANAAN
PERBAIKAN PEMBELAJARAN
PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.
Subjek Penelitian
…………………………………………………………………………..16
Subjek Penelitian
…………………………………………………………………………..16
B.
Deskripsi persiklus …………………………………………………………………………18
Deskripsi persiklus …………………………………………………………………………18
Siklus I
…………………………………………………………………………..18
…………………………………………………………………………..18
Siklus II
…………………………………………………………………………19
…………………………………………………………………………19
BAB IV HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Penelitian
……………………………………………………………………………..20
Hasil Penelitian
……………………………………………………………………………..20
B.
Pembahasan …………………………………………………………………………………..26
Pembahasan …………………………………………………………………………………..26
BAB V KESIMPULAN DAN
SARAN
SARAN
A.
Kesimpulan
…………………………………………………………………………………..31
Kesimpulan
…………………………………………………………………………………..31
B.
Saran …………………………………………………………………………………………….32
Saran …………………………………………………………………………………………….32
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………………………….34
…………………………………………………………………………………….34
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Halaman Kata Pengantar:
KATA PENGANTAR
Bismillah hirrohmaa
nirrohiim.
nirrohiim.
Alhamdulillah
hirobbil ‘alamin, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah
memberi Rahmat, Taufik dan Hidayahnya kepada peneliti sehingga peneliti dapat
menyelesaikan penyusunan karya tulis ini dengan baik dan lancar.
hirobbil ‘alamin, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah
memberi Rahmat, Taufik dan Hidayahnya kepada peneliti sehingga peneliti dapat
menyelesaikan penyusunan karya tulis ini dengan baik dan lancar.
Karya
tulis yang berjudul “Upaya Peningkatan Kemampuan
Menulis Teks Narrative Berbasis Genre Melalui Picture Series Pada Siswa
Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lima Kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah Datar”
adalah merupakan laporan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan
menggunakan metode Picture series. Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi persyaratan
Mata Kuliah PKp di Universitas Terbuka.
tulis yang berjudul “Upaya Peningkatan Kemampuan
Menulis Teks Narrative Berbasis Genre Melalui Picture Series Pada Siswa
Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lima Kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah Datar”
adalah merupakan laporan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan
menggunakan metode Picture series. Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi persyaratan
Mata Kuliah PKp di Universitas Terbuka.
Tujuan
implementasi metode picture series dalam pembelajaran Bahasa
Inggris khususnya pada kompetensi writing
adalah untuk mempermudah penulisan atau writing
serta menarik minat siswa dalam pelajaran writing.
Kedepannya, diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran
Bahsa Inggris pada umumnya, yang pada
gilirannya diharapkan dapat meningkat pula kompetensi kompetensi Bahasa Inggris
siswa lainnya.. Dalam pelajaran Bahasa Inggris ada empat aspek pembelajaran,
yaitu aspek listening, speaking, reading dan
writing. Keempat aspek tersebut
saling berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh, aspek writing erat sekali hubngannya dengan aspek reading;
karena untuk dapat menulis, diperlukan kompetensi reading terlebih dahulu..
Dengan banyak membaca, seseorang akan pandai menulis. Kalau tidak pernah
membaca, apa yang akan ditulis? Dalam menulis, juga ada aturan-aturannya.
Aturan-aturan tersebut, harus dibaca, atau didengar (berkaitan dengan listening).
implementasi metode picture series dalam pembelajaran Bahasa
Inggris khususnya pada kompetensi writing
adalah untuk mempermudah penulisan atau writing
serta menarik minat siswa dalam pelajaran writing.
Kedepannya, diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran
Bahsa Inggris pada umumnya, yang pada
gilirannya diharapkan dapat meningkat pula kompetensi kompetensi Bahasa Inggris
siswa lainnya.. Dalam pelajaran Bahasa Inggris ada empat aspek pembelajaran,
yaitu aspek listening, speaking, reading dan
writing. Keempat aspek tersebut
saling berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh, aspek writing erat sekali hubngannya dengan aspek reading;
karena untuk dapat menulis, diperlukan kompetensi reading terlebih dahulu..
Dengan banyak membaca, seseorang akan pandai menulis. Kalau tidak pernah
membaca, apa yang akan ditulis? Dalam menulis, juga ada aturan-aturannya.
Aturan-aturan tersebut, harus dibaca, atau didengar (berkaitan dengan listening).
Peneliti
mengakui, dengan terselesaikannya penulisan karya tulis ini, tentunya tidak
lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui
tulisan ini peneliti mengucapkan terimakasih kepada :
mengakui, dengan terselesaikannya penulisan karya tulis ini, tentunya tidak
lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui
tulisan ini peneliti mengucapkan terimakasih kepada :
1.
Dosen
Pembimbing dari Pihak Universitas Terbuka UPBJJ Padang.
Dosen
Pembimbing dari Pihak Universitas Terbuka UPBJJ Padang.
2.
Dra. Yasmainar
selaku Kepala sekolah MTs Muhammadiyah Lima kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah
Datar
Dra. Yasmainar
selaku Kepala sekolah MTs Muhammadiyah Lima kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah
Datar
3.
Zulfahmi,S.Pd.I
selalaku advisor, kolaborator dan teman sejawat di sekolah MTs Muhammadiyah
Lima kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah datar
Zulfahmi,S.Pd.I
selalaku advisor, kolaborator dan teman sejawat di sekolah MTs Muhammadiyah
Lima kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah datar
4.
Para Majelis
Guru MTs Muhammadiyah Lima kaum, Batusangkar
Kabupaten Tanah datar, yang selalu mendukung penelitian ini
Para Majelis
Guru MTs Muhammadiyah Lima kaum, Batusangkar
Kabupaten Tanah datar, yang selalu mendukung penelitian ini
5.
Siswa-siswa
kami kelas VIII MTs Muhammadiyah Lima kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah Datar,
yang serta merta telah ikut terlibat dalam Penelitian Tindakan Kelas ini.
Siswa-siswa
kami kelas VIII MTs Muhammadiyah Lima kaum, Batusangkar Kabupaten Tanah Datar,
yang serta merta telah ikut terlibat dalam Penelitian Tindakan Kelas ini.
Peneliti pun menyadari,
bahwa penulisan karya tulis ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu, segala
kritik dan saran yang sifatnya membangun, akan peneliti terima dengan senang
hati.
bahwa penulisan karya tulis ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu, segala
kritik dan saran yang sifatnya membangun, akan peneliti terima dengan senang
hati.
Akhirnya peneliti berharap
semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.
semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.
Lima
Kaum, Oktober 2016.
Kaum, Oktober 2016.
DEDET
OKTARIA
OKTARIA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
1.
Analisis Masalah
Analisis Masalah
Mata pelajaran Bahasa Inggris mempunyai
karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Perbedaan ini terletak
pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Selain diperlukan penguasaan kosa
kata dan tata bahasa, juga diperlukan keterampilan dalam mengaplikasikannya
dalam kegiatan komunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdiknas, 2006:2). Pada
pembelajaran kompetensi atau aspek writing,
yang tujuan akhirnya adalah memproduk atau menghasilkan tulisan atau teks
baik fungsional maupun monolog berdasarkan genre
atau jenis teks, diharapkan siswa dapat memahami ciri-ciri dari suatu teks,
dan dapat mengekspresikannya dengan kosa kata dan tata bahasa yang benar.
karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Perbedaan ini terletak
pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Selain diperlukan penguasaan kosa
kata dan tata bahasa, juga diperlukan keterampilan dalam mengaplikasikannya
dalam kegiatan komunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdiknas, 2006:2). Pada
pembelajaran kompetensi atau aspek writing,
yang tujuan akhirnya adalah memproduk atau menghasilkan tulisan atau teks
baik fungsional maupun monolog berdasarkan genre
atau jenis teks, diharapkan siswa dapat memahami ciri-ciri dari suatu teks,
dan dapat mengekspresikannya dengan kosa kata dan tata bahasa yang benar.
Di MTs Muhammadiyah Lima Kaum, banyak siswa
khususnya kelas VIII yang merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran Bahasa
Inggris khususnya pada aspek writing. Sebagai
contoh, pada waktu diberi tugas menulis teks monolog berbentuk Narrative yang sudah ditentukan tema
atau judulnya, kebanyakan siswa tidak segera melaksanakan, bahkan malah
ditinggal diskusi dengan teman di dekatnya. Nampak tidak serius dan malas
mengerjakannya. Waktu diperingatkan dan ditanya kenapa tidak segera dikerjakan,
jawaban mereka : “Sebentar …”, “Nanti dulu, Mr,”, “Sulit, Mr,”, “Buat PR aja,
Mr” atau “berkelompok aja Mr” …dan seterusnya yang intinya ingin menghindari
tugas itu. Padahal langkah-langkah menulis Narrative
sudah peneliti berikan, contoh-contoh
cara membuat kalimatnya, menentukan kosa kata yang akan digunakan, yang
berkaitan dengan tema yang sedang dipelajari.
khususnya kelas VIII yang merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran Bahasa
Inggris khususnya pada aspek writing. Sebagai
contoh, pada waktu diberi tugas menulis teks monolog berbentuk Narrative yang sudah ditentukan tema
atau judulnya, kebanyakan siswa tidak segera melaksanakan, bahkan malah
ditinggal diskusi dengan teman di dekatnya. Nampak tidak serius dan malas
mengerjakannya. Waktu diperingatkan dan ditanya kenapa tidak segera dikerjakan,
jawaban mereka : “Sebentar …”, “Nanti dulu, Mr,”, “Sulit, Mr,”, “Buat PR aja,
Mr” atau “berkelompok aja Mr” …dan seterusnya yang intinya ingin menghindari
tugas itu. Padahal langkah-langkah menulis Narrative
sudah peneliti berikan, contoh-contoh
cara membuat kalimatnya, menentukan kosa kata yang akan digunakan, yang
berkaitan dengan tema yang sedang dipelajari.
Ada kemungkinan kesulitan itu dikarenakan
bahwa selama ini, kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran Bahasa Inggris
sebagai momok atau mata pelajaran yang sulit dan tidak menarik. Karena sulit
dan tidak menarik, siswa cenderung tidak suka, malas dan ingin menghindarinya.
Akibatnya, siswa malas mengikuti pelajaran itu atau kurang serius dan malas
mengerjakan tugas yang dibebankan oleh gurunya. Kamus, sebagai sarana pendukung
yang penting dalam belajar bahasa asing, juga jarang yang memilikinya. Ada yang
memiliki, tapi malas membawanya karena berat. Itu semua terjadi karena
kurangnya motivasi dan kurang minatnya terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
Ada siswa yang sudah mulai menulis, kemudian macet di tengah jalan, hal ini
dikarenakan kesulitan memunculkan ide, padahal tema atau judul sudah
ditentukan. Akibatnya tugas writing banyak
yang tidak dikumpulkan. Sudah dibuat PR pun, masih banyak yang tidak
mengumpulkan. Sampai suatu saat, peneliti pernah memaksa, bahwa semua siswa
harus mengumpulkan tugas writing. Apa
yang terjadi? Semua siswa benar-benar mengumpulkan tugas itu. Tapi setelah
diperiksa, ternyata banyak pekerjaan siswa yang sama persis. Itu berarti banyak
siswa yang tidak mengerjakan, melainkan hanya menyontek pekerjaan temannya.
bahwa selama ini, kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran Bahasa Inggris
sebagai momok atau mata pelajaran yang sulit dan tidak menarik. Karena sulit
dan tidak menarik, siswa cenderung tidak suka, malas dan ingin menghindarinya.
Akibatnya, siswa malas mengikuti pelajaran itu atau kurang serius dan malas
mengerjakan tugas yang dibebankan oleh gurunya. Kamus, sebagai sarana pendukung
yang penting dalam belajar bahasa asing, juga jarang yang memilikinya. Ada yang
memiliki, tapi malas membawanya karena berat. Itu semua terjadi karena
kurangnya motivasi dan kurang minatnya terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
Ada siswa yang sudah mulai menulis, kemudian macet di tengah jalan, hal ini
dikarenakan kesulitan memunculkan ide, padahal tema atau judul sudah
ditentukan. Akibatnya tugas writing banyak
yang tidak dikumpulkan. Sudah dibuat PR pun, masih banyak yang tidak
mengumpulkan. Sampai suatu saat, peneliti pernah memaksa, bahwa semua siswa
harus mengumpulkan tugas writing. Apa
yang terjadi? Semua siswa benar-benar mengumpulkan tugas itu. Tapi setelah
diperiksa, ternyata banyak pekerjaan siswa yang sama persis. Itu berarti banyak
siswa yang tidak mengerjakan, melainkan hanya menyontek pekerjaan temannya.
Nampaknya masalah yang dihadapi
kebanyakan siswa kelas VIII MTs Muhmmadiyah Lima Kaum pada pembelajaran aspek writing ini cukup kompleks. Mulai dari
kurangnya minat, kurangnya sarana, kurangnya motivasi sehingga kurang serius
dalam mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris sehingga berdampak pada lemahnya
penguasaan kosa kata dan tata bahasa yang sangat diperlukan dalam pembelajaran
aspek writing ini. Kalau melihat
macetnya penulisan, itu berarti karena kurangnya pengorganisasian pokok
pikiran.
kebanyakan siswa kelas VIII MTs Muhmmadiyah Lima Kaum pada pembelajaran aspek writing ini cukup kompleks. Mulai dari
kurangnya minat, kurangnya sarana, kurangnya motivasi sehingga kurang serius
dalam mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris sehingga berdampak pada lemahnya
penguasaan kosa kata dan tata bahasa yang sangat diperlukan dalam pembelajaran
aspek writing ini. Kalau melihat
macetnya penulisan, itu berarti karena kurangnya pengorganisasian pokok
pikiran.
Benar-benar memprihatinkan. Terlebih
lagi, Bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang di UN kan. Kalau tidak ada
hal yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, entah
itu metode, strategi, ataupun approach, nampaknya
mereka akan semakin jauh atau benci dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Yang
pada gilirannya akan menurunkan kompetensi dan prestasi Bahasa Inggris mereka.
Seperti itulah gambaran betapa beratnya tugas guru Bahasa Inggris menghadapi
tantangan UN dan siswa yang seperti itu kondisinya.
lagi, Bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang di UN kan. Kalau tidak ada
hal yang dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, entah
itu metode, strategi, ataupun approach, nampaknya
mereka akan semakin jauh atau benci dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Yang
pada gilirannya akan menurunkan kompetensi dan prestasi Bahasa Inggris mereka.
Seperti itulah gambaran betapa beratnya tugas guru Bahasa Inggris menghadapi
tantangan UN dan siswa yang seperti itu kondisinya.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan
tersebut di atas, peneliti mencoba menggunakan metode Picture Series untuk mengatasi sebagian dari
permasalahan-permasalahan itu. Peneliti mencoba metode ini karena peneliti
menganggapcar ini ukup efektif untuk memunculkan ide ide siswa. Dengan
digunakannya metode ini diharapkan para siswa menjadi lebih tertarik untuk
mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris. Bagi siswa yang suka menggambar, dapat
mengekspresikan gagasannya melalui gambar yang beraneka ragam dan warna dalam Picture series. Kalau siswa sudah merasa
tertarik, guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi kepada siswa. Yang
akibatnya diharapkan siswa tidak lagi merasa kesulitan dalam mengikuti
pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi atau aspek writing ini.
tersebut di atas, peneliti mencoba menggunakan metode Picture Series untuk mengatasi sebagian dari
permasalahan-permasalahan itu. Peneliti mencoba metode ini karena peneliti
menganggapcar ini ukup efektif untuk memunculkan ide ide siswa. Dengan
digunakannya metode ini diharapkan para siswa menjadi lebih tertarik untuk
mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris. Bagi siswa yang suka menggambar, dapat
mengekspresikan gagasannya melalui gambar yang beraneka ragam dan warna dalam Picture series. Kalau siswa sudah merasa
tertarik, guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi kepada siswa. Yang
akibatnya diharapkan siswa tidak lagi merasa kesulitan dalam mengikuti
pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi atau aspek writing ini.
2.
Identifikasi masalah
Identifikasi masalah
Melalui penelitian ini penulis berharap
semoga setelah dimanfaatkannya gambar-gambar seri sebagai sarana pembelajaran
untuk memperjelas dan mempermudah memahami dari konsep yang abstrak akan
menjadi bertambah jelas dan pada akhirnya nanti siswa mendapat hasil belajar
yang meningkat. Harapan dari penulis melalui gambar seri dapat meningkatkan
hasil belajar Bahasa Inggris. Guru sebagai tenaga professional bisa menunjukkan
bahwa guru telah bekerja secara professional dalam arti selain bisa
melaksanakan tugas kependidikannya yaitu menguasai materi pembelajaran,
professional dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa juga bisa
sekaligus peneliti, lebih utama lagi mengutamakan kemampuan merencanakan dan mengelola
proses belajar mengajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik yang
dicita-citakan. Tiga pilar tersebut diatas saling terkait dan mendukung satu
sama lain untuk meningkatkan kinerja pembelajaran. Kinerja pembelajaran
menentukan tingkat keberhasilan dan kesesuaian basil belajar siswa dengan
tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan tingkat keberhasilan dan kesesuaian
basil belajar siswa dengan tujuan sangat dipengarui oleh kinerja guru.
Peran
guru sebagai pendidik yang sejatinya di tunggu murid, kadang guru monoton dalam
menjelaskan tanpa menggunakan alat bantu atau media sehingga murid merasa bosan
dan malas, tidak menarik dengan cara guru didalam kelas yang ceramah
terus menerus. Malah kadang guru tidak memiliki gambaran yang jelas tentang tatacara
mengajarkan menulis, dengan kata lain, dalam kegiatan pembelajaran writing,
guru pada umumnya tidak memberikan bekal cukup pada siswa sehingga siswa mampu
mengungkapkan buah pikirannya dalam tulisan yang benar. Dalam praktek
pengajaran writing pada umumnya guru hanya memberikan beberapa topik. Dengan
demikian Penelitian Tindakan Kelas ini dengan gambar seri sebagai media Untuk
Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narrative dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Bagi Siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lima Kaum, Batusangkar. Kabupaten Tanah
Datar.
semoga setelah dimanfaatkannya gambar-gambar seri sebagai sarana pembelajaran
untuk memperjelas dan mempermudah memahami dari konsep yang abstrak akan
menjadi bertambah jelas dan pada akhirnya nanti siswa mendapat hasil belajar
yang meningkat. Harapan dari penulis melalui gambar seri dapat meningkatkan
hasil belajar Bahasa Inggris. Guru sebagai tenaga professional bisa menunjukkan
bahwa guru telah bekerja secara professional dalam arti selain bisa
melaksanakan tugas kependidikannya yaitu menguasai materi pembelajaran,
professional dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa juga bisa
sekaligus peneliti, lebih utama lagi mengutamakan kemampuan merencanakan dan mengelola
proses belajar mengajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik yang
dicita-citakan. Tiga pilar tersebut diatas saling terkait dan mendukung satu
sama lain untuk meningkatkan kinerja pembelajaran. Kinerja pembelajaran
menentukan tingkat keberhasilan dan kesesuaian basil belajar siswa dengan
tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan tingkat keberhasilan dan kesesuaian
basil belajar siswa dengan tujuan sangat dipengarui oleh kinerja guru.
Peran
guru sebagai pendidik yang sejatinya di tunggu murid, kadang guru monoton dalam
menjelaskan tanpa menggunakan alat bantu atau media sehingga murid merasa bosan
dan malas, tidak menarik dengan cara guru didalam kelas yang ceramah
terus menerus. Malah kadang guru tidak memiliki gambaran yang jelas tentang tatacara
mengajarkan menulis, dengan kata lain, dalam kegiatan pembelajaran writing,
guru pada umumnya tidak memberikan bekal cukup pada siswa sehingga siswa mampu
mengungkapkan buah pikirannya dalam tulisan yang benar. Dalam praktek
pengajaran writing pada umumnya guru hanya memberikan beberapa topik. Dengan
demikian Penelitian Tindakan Kelas ini dengan gambar seri sebagai media Untuk
Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narrative dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Bagi Siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lima Kaum, Batusangkar. Kabupaten Tanah
Datar.
B. PERUMUSAN MASALAH
Dari
penjelasan tentang latar belakang masalah di atas, diketahui bahwa ruang
lingkup penelitian ini meliputi kajian pembelajaran, khususnya pada penggunaan
metode Picture Series dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada aspek writing. Selanjutnya dalam laporan
penelitian ini dibahas tatacara penggunaan metode Picture Series dalam
pembelajaran Bahasa Inggris pada Menulis Narrative.
penjelasan tentang latar belakang masalah di atas, diketahui bahwa ruang
lingkup penelitian ini meliputi kajian pembelajaran, khususnya pada penggunaan
metode Picture Series dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada aspek writing. Selanjutnya dalam laporan
penelitian ini dibahas tatacara penggunaan metode Picture Series dalam
pembelajaran Bahasa Inggris pada Menulis Narrative.
Adapun
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
- Apakah
Penggunaan Media Picture Series dalam
pembelajaran aspek writing Narrative
text dapat menarik minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris? - Apakah
Penggunaan Media Picture Series dalam
pembelajaran aspek writing dapat
meningkatkan kompetensi dan prestasi writing
siswa? - Bagaimana
respon siswa terhadap Penggunaan Media Picture Series dalam pembelajaran aspek writing?
C.
TUJUAN
PENELITIAN
TUJUAN
PENELITIAN
Penggunaan
Media Picture Series dalam
pembelajaran aspek Menulis Narrative Text
ini dilakukan dengan tujuan untuk :
Media Picture Series dalam
pembelajaran aspek Menulis Narrative Text
ini dilakukan dengan tujuan untuk :
a.
Untuk
mengetahui keberhasilan Penggunaan Media Picture Series dalam pembelajaran Narrative untuk menarik minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
Untuk
mengetahui keberhasilan Penggunaan Media Picture Series dalam pembelajaran Narrative untuk menarik minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
b.
Untuk
mengetahui keberhasilan Penggunaan Media Picture Series dalam pembelajaran Narrative Text untuk
meningkatkan kompetensi dan prestasi writing
siswa.
Untuk
mengetahui keberhasilan Penggunaan Media Picture Series dalam pembelajaran Narrative Text untuk
meningkatkan kompetensi dan prestasi writing
siswa.
c. Untuk mengetahui sejauh mana respon siswa terhadap Penggunaan
Media Picture Series dalam menulis narrative text.
Media Picture Series dalam menulis narrative text.
D.
MANFAAT
HASIL PENELITIAN
MANFAAT
HASIL PENELITIAN
Manfaat
yang dapat dipetik dari hasil penelitian ini adalah :
yang dapat dipetik dari hasil penelitian ini adalah :
- Bagi Siswa :
a. Dapat
meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
b. Dapat
memunculkan atau menumbuhkan daya kreatifitas siswa.
memunculkan atau menumbuhkan daya kreatifitas siswa.
c. Dapat
meningkatkan kompetensi dan prestasi writing
siswa.
meningkatkan kompetensi dan prestasi writing
siswa.
- Bagi Guru :
a. Dapat
meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru dalam pembelajaran
meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru dalam pembelajaran
b. Dapat
memacu kreatifitas dan daya inovatif guru dalam merancang program pembelajaran
(Lesson Plan).
memacu kreatifitas dan daya inovatif guru dalam merancang program pembelajaran
(Lesson Plan).
c. Memperoleh
pengalaman yang sangat berarti.
pengalaman yang sangat berarti.
- Bagi Sekolah :
a. Dapat
digunakan sebagai umpan balik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pembelajaran.
digunakan sebagai umpan balik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pembelajaran.
b. Dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
c. Dapat
meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkatan prestasi belajar siswa dan
kinerja guru.
meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkatan prestasi belajar siswa dan
kinerja guru.
Baca Juga: Bab I: Pendahuluan, Bab II: Kajian Teori, Bab III: Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaram, Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan, Bab V: Kesimpula dan Daftar Pustaka