Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

A. Pendahuluan
Tahapan terpenting implementasi kurikulum adalah
pelaksanaan proses pembelajaran yang
diselenggarakan di dalam dan/atau di luar kelas untuk membantu peserta didik
mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dalam Permendikbud No.
22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengahdisebutkan bahwa
salah satu prinsip pembelajaran yang penting dalam Kurikulum 2013 adalah
peserta didik mencari tahu bukan diberi tahu. Prinsip ini merujuk pada konsep
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student active learning). Peserta didik adalah subjek yang memiliki
kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan
pengetahuan. Agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan,
peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala
sesuatu untuk dirinya, dan berupaya
keras mewujudkanide-idenya.

Untuk menjamin terlaksananya prinsip di atas, guru perlu
mempersiapkan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya.Dalam hal ini, guru
harus merencanakan pengalaman belajar yang beragam. Pembelajaran pada Kurikulum
2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan.
Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi pembelajarandan
model-model pembelajaran yang mengembangkan pembelajaran siswa aktif. Model
pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri,
sintak, pengaturan, dan budaya misalnyacproject-based
learning
, problembased learning,dancinquiry/discovery learning. Dengan model-model ini gurucdiharapkan dapat mengarahkan peserta
didik untuk  aktif
mencari tahu dan membangun pengetahuan baru yang dipelajari.

Ada berbagai kegiatan persiapan yang wajib dilakukan guru
sebelum memulai proses pembelajaran,
mulai dari membaca buku-buku referensi untuk memperluas wawasan,
mengidentifikasi sumber-sumber belajar yang relevan, dan menentukan
langkah-langkah pembelajaran, sampai dengan menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP).

Penyusunan RPP bukan hanya sekedar urusan persiapan
administratif seperti yang diyakini sebagian
guru, melainkan kegiatan yang melekat pada pembelajaran sebagai sebuah proses.Dalam perspektif manajemen, kegiatan
perencanaan selalu mendahului
kegiatan pencapaian tujuan.Penyusunan dan pengembangan RPP dapat dilakukan oleh
guru secara mandiri maupun secara berkelompok.Acuan pertama dari penyusunan RPP adalah silabus dan
standar isi.

RPP dikembangkan pada setiap awal semester atau awal
tahun pelajaran.Ini dimaksudkan agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam
setiap awal pelaksanaan pembelajaran.Sehubungan dengan hal tersebut, dipandang
perlu untuk menerbitkan panduan penyusunan RPP yang secara rinci dapat menjadi
petunjuk operasional bagaimana komponen-komponen RPP disusun dalam format yang
tertatalengkap.

B. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau
lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). RPP yang dikembangkan
secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun
RPP secara lengkap dan sistematis sebagai langkah awal dari proses
pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran dapat berlangsung secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan efisien dalam rangka
mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi. RPP disusun berdasarkan
serangkaian KD yang dilaksanakan dalam satu kali
pertemuan atau lebih. Penyusunan RPP ini dilakukan pada setiap awal semester
atau awal tahun pelajaran, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran
dilaksanakan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau
secara berkelompok melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di
sekolah/madrasah.Sebaiknya hal ini dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi
oleh kepala sekolah/madrasah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala
sekolah/madrasah.Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok
melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi
oleh pengawas atau Dinas Pendidikan atau Kantor Kementerian Agama setempat.

C. Prinsip Penyusunan RPP

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22
Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, disebutkan serangkaian prinsip yang harus
diperhatikan guru dalam menyusun RPP.

1. Memperhatikan perbedaan individu
peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan
awal, tingkat intelektual, minat, motivasi
belajar, bakat, potensi,
kemampuan sosial, emosi,
gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Sebagai contoh guru
menggunakan secara bergantian penayangan video klip, poster, aktivitas fisik,
dramatisasi atau bermain peran sebagai teknik pembelajaran karena gaya belajar setiap siswa berbeda-beda.


2. Berpusat pada peserta didik

Guru yang menerapkan pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik pertama-tama memperlakukan siswa sebagai subyek didik atau
pembelajar. Dilihat dari sudut
pandang peserta didik, guru bukanlah seorang intruktur, pawang, komandan, atau
birokrat. Guru bertindak sebagai pembimbing, pendamping, fasilitator, sahabat, atau abang/kakak bagi peserta
didik terutama dalam mencapai tujuan
pembelajaran yakni kompetensi peserta didik.
Oleh karena itu guru seyogyanya merancang proses pembelajaran yang mampu
mendorong, memotivasi, menumbuhkan minat dan kreativitas peserta didik. Hak ini
dapat berjalan jika seorang guru mengenal secara pribadi siapa (saja) siswanya,
apa mimpi-mimpinya, apa kegelisahannya, passion-nya,
dan sebagainya.

3. Berbasis konteks

Pembelajaran berbasis konteks dapat terwujud apabila guru
mampu mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai sumber belajar lokal
(setempat), guru mengenal situasi dan kondisi sosial ekonomi peserta didik,
mengenal dan mengedepankan budaya atau nilai-nilai kearifan lokal, tanpa
kehilangan wawasan global. Sebagai contoh nilai gotong royong di Jawa atau pela
gandong di Maluku dapat dijadikan inspirasi
mengembangkan proses dan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran juga dapat dimulai
dari apa yang sudah diketahui oleh peserta didik sesuai dengan konteksnya dan
baru pada konteks yang lebih luas.

4. Berorientasi kekinian

Ini adalah pembelajaran yang berorientasi pada
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan nilai-nilai kehidupan masa
kini.Guru yang berorientasi kekinian adalah guru yang “gaul”, tidak “gaptek”, “melek informasi”, bahkan sebaiknya
well informed, selalu meng-update dan meng-up grade ilmu
pengetahuan yang menjadi bidangnya, termasuk teori-teori dan praktik baik di
bidang pendidikan/pembelajaran. Dengan demikian rancangan pembelajaran yang
dikembangkan guru dapat menjadi inspirasi bagi siswa dana abagi guru-uru yang lain.

5. Mengembangkan kemandirian belajar

Guru yang mengembangkan kemandirian belajar (siswa)
selalu akan berusaha agar pada akhirnya siswa berani mengemukakan pendapat atau
inisiatif dengan penuh percaya diri. Di samping itu guru tersebut juga selalu
mendorong keberanian siswa untuk menentukan tujuan-tujuan belajarnya,
mengeksplorasi hal-hal yang ingin diketahui,
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan mampu menjalin
kerja sama, berkolaborasi
dengan siapa pun. Idealnya semuau ini tercermin dalam rencana kegiatan
pembelajaran siswa.

6. Memberi umpan balik
dan tindak lanjut
pembelajaran

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik
positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

7. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atauantarmuatan 

RPP disusun dengan memperhatikan
keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi,
tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan
sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman
belajar.RPP disusun dengan mengakomodasi pembelajaran tematik,
keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar,
dan keragaman budaya

8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

Kegiatan pembelajaran dalam RPP disusun dengan
mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara
terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai
dengan situasi dan kondisi. Sebagai contoh ketika guru menugasi siswa
mengeksplorasi sumber-sumber pengetahuan lewat internet, guru harus bias
menunjukkan kepad siswa alamat situs-situs web atau tautan (link) yang mengarahkan siswa pada sumber
yang jelas, benar, dan bertanggungjawab.

D. Komponen dan Format
RPP

Komponen dan sistematika RPP berikut mengacu pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar
Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014
Tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

1. KomponenRPP

  • identitas sekolah
    yaitu nama satuan
    pendidikan;
  • identitas mata pelajaran atau tema/subtema;

  • kelas/semester;

  • materi pokok;

  • alokasi
    waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban
    belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

  • tujuan
    pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
    keterampilan;

  • kompetensi dasar
    dan indikator pencapaian kompetensi;

  • materi pembelajaran, memuat fakta, konsep,
    prinsip, dan prosedur
    yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
    indikator ketercapaian kompetensi;

  • metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik
    untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
    agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta
    didik dan KD yang akan dicapai;

  • media pembelajaran, berupa alat bantu
    proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;

  • sumber belajar,
    dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;

  • langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan
    pendahuluan, inti, dan
    penutup; dan

  • penilaian hasil
    pembelajaran.

2. Format RPP

Komponen-komponen
yang sudah disebutkan di atas secara
operasional
diwujudkan dalam bentuk format berikut ini:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah:

Mata Pelajaran:

Kelas/ Semester:

Materi Pokok:

Alokasi Waktu:

A. Kompetensi Inti

B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Pencapaian Kompetensi

C. Tujuan
Pembelajaran

D. Materi Pembelajaran

  1. Materi Pembelajaran reguler
  2. Materi pembelajaran pengayaan

  3. Materi pembelajaranp remedial

E. Metode Pembelajaran

F. Media dan Bahan

G. Sumber Belajar

H. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Pertemuan pertama

  • Kegiatan Pendahuluan
  • Kegiatan Inti

  • Kegiatan Penutup

2. Pertemuan Kedua

  • …. Dst…

I. Penilaian

1. Teknik penilaian

  • Sikap spiritual
  • Sikap
    sosial

  • Pengetahuan

  • Keterampilan

2. Pembelajaran Remedial

3. Pembelajaran Pengayaan

………,
……, …………………..

Diketahui Oleh Kepala           Guru Bidang Studi 

……………………….                      ………………………….

NIP.                                     NIP.



E. Penulisan Isi Setiap
Komponen

Pada bagian awal sudah ditekankan bahwa RPP dikembangkan secara rinci mengacu pada
KI-KD, silabus dan bahan ajar. RPP terdiri atas komponen KI, KD, indikator,
tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian
hasil pembelajaran.Masing-masing komponen saling berhubungan secara logis
sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh. Sebagian besar komponen silabus
dapat langsung digunakan dalam pengisian komponen-komponen RPP. Berikut ini
adalah petunjuk penyusunan RPP untuk
setiap komponen sesuai dengan format di
atas.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah: (Isilah dengan
nama sekolah)

Mata Pelajaran: …
(Isilah dengan nama mata pelajaran) 

Kelas/Semester:
(Isilah dengan jenjang kelas dan semester) 

Materi Pokok: … (Isilah dengan pokok bahasan)

Alokasi Waktu: (Misal: 3 Pertemuan (6 JP))

A. Kompetensi Inti

Petunjuk: Tulis keempat
KI dari Permendikbud No.24 Tahun 2016 Tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013.

CONTOH:

  • Menghargai dan menghayati ajaran
    agama yang dianutnya.
  • Menghargai
    dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
    keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan
    kawasan regional.

  • Memahami
    dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis
    dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
    teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan
    kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

  • Menunjukkan
    keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis,
    mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak
    sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
    pandang teori.


B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Petunjuk: 

  1. Tuliskan
    Kompetensi Dasar sesuai dengan yang tertera Permendikbud No.24 Tahun 2016
    Tentang Kompetensi Inti dan
    Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013.
  2. Rumuskan
    2 (dua) atau lebih indikator pencapaian kompetensi untuk setiap KD.

  3. Indikator
    pencapaian kompetensi berupa: (a) perilaku (tercermin dalam kata kerja) yang
    dapat diukur dan/atau diobservasi untuk kompetensi dasar (KD) pada kompetensi
    inti (KI)-3 dan KI-4; dan (b) perilaku yang
    dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan KD pada KI-1 dan
    KI-2.

  4. Pola
    atau rumus menuliskan indikator adalah “kata kerja (menjelaskan, membedakan,
    menganalisis, dan sebagainya) + kata benda (pengetahuan atau isi, atau materi
    pembelajaran)”. Contoh: Membedakan makhluk hidup dan mahkluk tidak
    hidup; menganalisis fenomena perpindahan penduduk dari desa ke kota; mengevaluasi (menilai)
    interaksi sosial warga masyarakat di daerah tertentu”, dan sebagainya.

  5. Kendati
    indikator merupakan jabaran dari KD, guru dapat merumuskan indikator dengan
    kata kerja (proses kognitif atau kecakapan berpikir) yang lebih kompleks
    daripada KD. Misalnya KD 3 menggunakan kata kerja“memahami”, maka guru dapat
    merumuskan indikatornya dengan kata kerja antara lain “menjelaskan, membedakan,
    memberi contoh, mengklasifikasikan, membuat ikhtisar, menuliskan dengan
    kata-kata sendiri”.

  6. Di
    samping berisi kata kerja yang mencerminkan “perilaku”, Indikator KD juga berisi kata benda yakni pengetahuan, atau
    materi, atau isi pembelajaran.
    Contoh, “siswa dapat membedakan ciri-ciri makhluk hidup dan tidak hidup”. Dalam
    Standar Kompetensi Lulusan (SKL), pengetahuan pembelajaran ini dibedakan
    menjadi pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan metakognitif.

CONTOH:

KDIndikator
KD dari KI-1 (bila ada)Tulis 2 (dua) atau lebih indikator pencapaian kompetensi (bila ada KD-nya)
KD dari KI-2 (bila ada)Tulis 2 (dua) atau lebih indikator pencapaian kompetensi (bila ada KD-nya)
KD dari KI-3Tulis 2 (dua) atau lebih indikator pencapaian kompetensi
KD dari KI-4Tulis 2 (dua) atau lebih indikator pencapaian kompetensi



C. Tujuan Pembelajaran

  1. Sama
    seperti indikator, tujuan pembelajaran dirumuskan
    berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati
    dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, danketerampilan.
  2. Pola
    atau rumusan tujuan pun pada pokoknya sama dengan indikator (kata kerja + kata benda).
    Lengkapnya sering disebut
    dengan rumus ABCD. A
    adalah audience atau
    peserta didik, B adalah behaviour atau
    perilaku (kata kerja), C adalah Condition
    atau keadaan yang harus dipenuhi, dan D adalah degree atau batas minimal tingkat keberhasilan.

  3. Biasanya
    C (conditioning) diletakkan di awal
    rumusan tujuan, diikuti dengan unsur-unsur lain yakni Audience, Behaviour, dan Degree. Contoh rumusan tujuan
    pembelajaran “Setelah menyelesaikan serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta
    didik dapat menjelaskan konsep fotosintesis dengan menggunakan bahasanya
    sendiri”
  4. Dalam
    hal indikator pencapaian kompetensi sangat spesifik dan tidak dapat diuraikan
    lagi, rumusan tujuan pada pokoknya sama dengan rumusan indikator.

  5. Tujuan pembelajaran dirumuskan untuk tiap-tiap pertemuan.

CONTOH:

Pertemuan pertama

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta
didik dapat:

  1. Dst.

Pertemuan kedua

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta
didik dapat:

  1.  

  2. Dst…

Fokus penguatan karakter: 

(Tulis satu, dua, atau tiga nilai sikap utama yang hendak
secara terencana ditanamkan/ditumbuhkan melalui pembelajaran yang direncanakan
melalui RPP ini.Nilai-nilai sikap utama yang dimaksud adalah nilai-nilai sikap
sebagaimana terkandung dalam kompetensi inti sikap spiritual dan sikap sosial
serta nilai-nilai utama yang diprioritaskan oleh pemerintah dan satuan
pendidikan yang bersangkutan.Nilai-nilai yang dijadikan fokus dipilih
berdasarkan kesesuaiannya dengan materi/kompetensi yangdibelajarkan dan/atau
metode pembelajaran yang diterapkan.Butir nilai sikap dituliskan dalam kata
benda).

Contoh: kejujuran, kekedulian

D. Materi Pembelajaran

Petunjuk:

  1. Tulis
    tema/sub-tema/jenis teks dan/atau butir-butir materi yang dicakup untuk materi
    pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial.
  2. Butir-butir
    materi yang dimaksud harus relevan dengan indikator pencapaian kompetensi yang
    dapat berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, atau metakognitif
    sesuai tuntutan KD.

CONTOH (Bahasa Inggris)

1. Materi pembelajaran reguler

Tulis tema/sub-tema/jenis teks dan/atau butir-butir materi   sebagaimana dicakup oleh KD.

  • Teks (contoh teks terlampir)
  • Fungsi sosial
    teks (uraian
    singkat terlampir)

  • Struktur teks (uraian
    singkat terlampir)

  • Grammar: (uraian singkat
    terlampir)

  • Kosakata terkait
    dengan tema (contoh daftar
    kata terlampir)

  • Tanda baca/pengucapan/intonasi (uraian singkat
    terlampir)

2. Materi pembelajaran pengayaan

Tulis sejumlah butir materi (kompetensi) pengayaan/perluasan/pendalaman dari yang dicakup oleh materi
pembelajaran reguler.

  • Grammar: (uraian singkat
    terlampir)
  • Kosa kata terkait dengan
    tema (contoh
    daftar kata terlampir)

  • Tanda baca/pengucapan/intonasi (uraian singkat
    terlampir)

3. Materi pembelajaran remedial

Tulis sejumlah butir materi reguler
yang diperkirakan sulit dikuasai oleh sebagian/seluruh
peserta didik.

  • Grammar:
  • Kosakata terkait
    dengan tema

E. Metode Pembelajaran

Petunjuk:

  • Tulis satu atau lebih metode pembelajaran yang diterapkan.
  • Metode
    pembelajaran yang dipilih adalah pembelajaran aktif yang efektif dan efisien
    memfasilitasi peserta didik mencapai indikator-indikator KD beserta kecakapan
    abad 21.

CONTOH

Pembelajaran dengan METODE
SAINTIFIK.

F. Media dan Bahan

Petunjuk:

1. Media

 Tulis spesifikasi semua media pembelajaran (video/film, rekaman audio,
model,
chart, gambar,
realia, dsb.).

CONTOH:

  • Video klip/film: Judul. Tahun. Produser.
    (Tersedia di situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
  • Rekaman audio: Judul. Tahun. Produser. (Tersedia
    di situs internet
    lengkap dengan tanggal pengunduhan)

  • Model: Nama model yang dimaksud

  • Gambar: Judul gambar yang dimaksud

  • Realia: Nama benda
    yang dimaksud

2. Bahan

Tulis spesifikasi (misalnya nama, jumlah, ukuran) semua bahan yang diperlukan.

G. Sumber Belajar

Petunjuk:

Tulis spesifikasi semua sumber belajar (buku siswa, buku
referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber,
dsb.).

CONTOH:

  • Buku siswa: Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Kota penerbitan:
    Penerbit (halaman)
  • Buku referensi: Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Kota penerbitan:
    Penerbit (halaman).

  • Majalah:
    Penulis artikel. Tahun terbit. Judul artikel. Nama majalah, Volume, Nomor,
    Tahun, (halaman).

  • Koran: Judul artikel, Nama koran, Edisi (tanggal
    terbit), Halaman, Kolom

  • Situs
    internet: Penulis. Tahun. Judul artikel. (Tersedia di situs internet lengkap
    dengan tanggal pengunduhan)

  • Lingkungan sekitar:
    Nama dan lokasi
    lingkungan sekitar yang dimaksud

  • Narasumber: Nama narasumber yang dimaksud beserta
    bidang keahlian dan/atau
    profesinya

  • Lainnya (sesuai
    dengan aturan yang berlaku)

H. Langkah-langkah Pembelajaran

Petunjuk:

  1. Tulis kegiatan
    pembelajaran untuk setiap pertemuan yang mencakup kegiatan
    pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  2. Kegiatan
    pembelajaran pada KEGIATAN PENDAHULUAN dan KEGIATAN PENUTUP ditulis dalam
    rumusan kegiatan yang dilakukan oleh guru yang DAPAT dilengkapi dengan rumusan
    kegiatan peserta didik secara terintegrasi – tidak dalam kalimat terpisah.

  3. Kegiatan pembelajaran pada KEGIATAN INTI ditulis
    dalam rumusan kegiatan
    peserta didik YANG DAPAT dilengkapi
    dilengkapi dengan rumusan kegiatan guru – dalam kalimat terpisah.

  4. Langkah-langkah
    dan aktivitas pembelajaran pada KEGIATAN INTI menyesuaikan sintaks dan
    prinsip-prinsip belajar dari metode yang diterapkan.

  5. Tulis
    jumlah JP untuk setiap pertemuan dan alokasi waktu untuk kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.


CONTOH:

1. Pertemuan Pertama: 2 JP

a. Kegiatan Pendahuluan (8 menit) 

CONTOH

  • Guru untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
  • Guru mengecek
    penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu … dengan cara ….

  • Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu dan menunjukkan manfaatnya dalam kehidupan
    sehari-hari, yaitu ….

  • Guru menyampaikan garis besar cakupan
    materi dan kegiatan
    yang akan dilakukan, yaitu ….

  • Guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu
    dan teknik penilaian yang akan digunakan, yaitu ….

b. Kegiatan Inti (60 menit)

Contoh metode pembelajaran dengan METODE SAINTIFIK:

1). Mengamati

Misal: Peserta didik mengamati gunung Merapi yang meletus
yang disajikan melalui tayangan video dan mencatat apa saja yang belum
diketahui terkait dengan fenomena meletusnya gunung Merapi (IPS); menyaksikan
video pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan mencatat apa saja yang belum
diketahui terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman (untuk IPA), …

Catatan:

Fenomena yang diamati oleh peserta didik dapat berupa
fenomena sebagaimana adanya di alam (pada situasi alami) dan/atau dalam bentuk
model, gambar/foto, teks, grafik/tabel, diagram, charta, audio, video, dan/atau
animasi.

2). Menanya

Misal: Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang
hal-hal yang belum diketahui terkait dengan meletusnya gunung Merapi
(untuk IPS), pertumbuhan dan
perkembangan tanaman (untuk IPA), …

  • Pertanyaan 1: … (pengetahuan faktual) 
  • Pertanyaan 2: …
    (pengetahuan faktual) 
  • Pertanyaan 3: … (pengetahuan faktual) 
  • Pertanyaan 4: (pengetahuan konseptual) 
  • Pertanyaan 5: (pengetahuan konseptual) 
  • Pertanyaan 6: (pengetahuan konseptual)
  • Pertanyaan 7: … (pengetahuan prosedural) 

  • Pertanyaan 8: (pengetahuan metakognitif) 
  • Pertanyaan …

3). Mengumpulkan
informasi / data / mencoba – menalar / mengasosiasi – mengomunikasikan 1 (MISALNYA
untuk pertanyaan 1, 2, dan 3)

Misal IPS: Peserta didik mewawancarai ahli kegunungapian
dan/atau membaca buku siswa halaman …
untuk mengetahui kapan gunung Merapi meletus (tahun berapa saja dan dalam
periode berapa tahunan), korban letusan terdahsyat, dan tanda-tanda gunung
Merapi akan meletus (fenomena gunung meletus). Kemudian peserta didik
menuliskannya pada selembar kertas untuk ditempelkan pada papan pajang
pekerjaan peserta didik.

c. Kegiatan Penutup
(12 menit)

  • Guru memfasilitasi peserta didik membuat
    butir-butir simpulan mengenai
    ….
  • Guru
    bersama-sama peserta didik melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan
    kegiatan pembelajaran (yaitu kegiatan mengamati …, merumuskan pertanyaan,
    mengumpulkan informasi dengan cara …, menjawab pertanyaan dengan informasi yang
    diperoleh, dan mengomunikasikan jawaban dengan cara ….

  • Guru
    guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran
    dengan cara ….

  • Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai PR yaitu ….

  • Guru
    memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya,
    yaitu ….

2. Pertemuan Kedua: 2 JP

a. Kegiatan Pendahuluan (8 menit) 

CONTOH:

  • Guru mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan
    ….
  • Guru mengecek
    penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu … dengan cara ….

  • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan
    dilakukan, yaitu ….

b. Kegiatan Inti (60 menit)

CONTOH (LANJUTAN DENGAN
METODE SAINTIFIK):

  • Mengumpulkan informasi/data/mencoba – menalar/mengasosiasi – mengomunikasikan
    2 (MISALNYA untuk pertanyaan 4 dan 5)
  • Mengumpulkan informasi/data/mencoba – menalar/mengasosiasi – mengomunikasikan
    3 (MISALNYA untuk pertanyaan

  • Dst.

c. Kegiatan Penutup
(12 menit)

  • Guru memfasilitasi peserta didik (a) membuat butir-butir simpulan mengenai….
  • Guru
    bersama dengan peserta didik mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan
    pembelajaran (yaitu kegiatan mengumpulkan informasi dengan cara …, menjawab
    pertanyaan dengan informasi yang diperoleh dengan …, dan mengomunikasikan
    jawaban dengan cara ….

  • Guru
    memberiumpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran dengan
    cara ….

  • Guru melakukan melakukan penilaian dengan teknik ….

  • Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai PR yaitu ….

  • Guru
    memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya,
    yaitu ….

3. Pertemuan Ketiga: 2 JP

a. Kegiatan Pendahuluan (8 menit)  

CONTOH:

  • Guru mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan
    ….
  • Guru mengecek
    penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu … dengan cara ….

  • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan
    dilakukan, yaitu ….

b. Kegiatan Inti (60 menit)

CONTOH (pembelajaran dengan pendekatan saintifik):

  • Mengumpulkan informasi/data/mencobamenalar/mengasosiasi – mengomunikasikan
    4 (MISALNYA untuk pertanyaan 7 dan 8)
  • Mencipta. Misal: Peserta didik membuat petunjuk tindakan menjelang,
    saat, dan paska letusan gunung api (IPS); merumuskan gagasan pembudidayaan tanaman
    yang cepat pertumbuhan dan perkembangannya (IPA); …

c. Kegiatan Penutup
(12 menit)

  • Guru bersama-sama peserta didik membuat butir-butir simpulan
    terkait ….
  • Guru
    bersama-sama peserta didikmelakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan
    pembelajaran (yaitu kegiatan mengumpulkan informasi dengan cara …, menjawab
    pertanyaan dengan informasi yang diperoleh dengan …, dan mengomunikasikan jawaban dengan cara …; serta mencipta

  •  Guru melakukan penilaian dengan teknik
    ….
  • Guru memberitahukan pembelajaran remedi, yaitu

    Guru memberitahukan pembelajaran program pengayaan, yaitu

  • Guru memberitahukan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya, yaitu ….

I. Penilaian

1. Teknik penilaian

a. Sikap
spiritual

Tulis satu atau lebih teknik
penilaian sikap spiritual dan tuangkan dalam
tabel.  

CONTOH:

NoTeknikBentuk InstrumenContoh Butir InstrumenWaktu PelaksanaanKeterangan
1ObservasiJurnalLihat lampiran…Saat pembelajaran berlangsungPenilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assesment for and of learning)
2Penilaian diriLihat lampiran…Saat pembelajaran usaiPenilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning)
3Penilaian antar temanLihat lampiran…Setelah pembelajaran usaiPenilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning)


b. Sikap
sosial

Tulis satu atau lebih teknik
penilaian sikap sosial
dan tuangkan dalam
tabel. 

CONTOH:

NoTeknikBentuk InstrumenContoh Butir InstrumenWaktu PelaksanaanKeterangan
1ObservasiJurnalLihat lampiran…Saat pembelajaran berlangsungPenilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assesment for and of learning)
2Penilaian diriLihat lampiran…Saat pembelajaran usaiPenilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning)
3Penilaian antar temanLihat lampiran…Setelah pembelajaran usaiPenilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning)

c. Pengetahuan

NoTeknikBentuk InstrumenContoh Butir InstrumenWaktu PelaksanaanKeterangan
1LisanPertantanyaan (lisian) dengan jawaban terbukaLihat lampiran…Saat pembelajaran berlangsungPenilaian untuk pembelajaran (assesment for learning)
2PenugasanPertanyaan dan/atau tugas tertulis berbentuk, esei, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian, dan/atau lainnyaLihat lampiran…Saat pembelajaran berlangsungPenilaian untuk pembelajaran (assesment for learning) dan sebagai pembelajaran (assesment as learning)
3TertulisPertanyaan dan/atau tugas tertulis berbentuk, esei, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian, dan/atau lainnyaLihat lampiran…Setelah pembelajaran usaiPenilaian pencapaian pembelajaran (assesment of learning)


d. Keterampilan

NoTeknikBentuk InstrumenContoh Butir InstrumenWaktu PelaksanaanKeterangan
1PraktikTugas (keterampilan)Lihat lampiran…Saat pembelajaran berlangsung dan/atau seetelah usaiPenilaian untuk sebagai, dan/atau pencapaian pembelajaran (assesment for, as, and of learning)
2ProdukTugas (Keterampilan)Lihat lampiran…Saat pembelajaran berlangsung dan/atau setelah usaiPenilaian untuk, sebagai, dan/atau pencapaian pembelajaran (assesment for, as, and of learning)
3ProyekTugas besarLihat lampiran…Selama atau usai pembelajaran berlangsungPenilaian untuk, sebagai, dan/atau pencapaian pembelajaran (assesment for, as, and of learning)
4PortofolioSampel produk terbaik dari tugas atau proyekSaat pembelajaran usaiPenilaian untuk pembelajaran dan sebagai data untuk penulisan deskripsi pencapaian keterampilan


2. Pembelajaran Remedial

Tulis kegiatan pembelajaran remedial antara lain dalam bentuk:

  • pembelajaran ulang
  • bimbingan perorangan

  • belajar kelompok

  • pemanfaatan tutor sebaya

  • bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis
    penilaian.

3. Pembelajaran Pengayaan

Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang
sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk
perluasan dan/atau pendalaman materi (kompetensi) antara lain dalam bentuk
tugasmengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, meringkas
buku-buku referensi dan mewawancarai narasumber.

……… …………………..

Mengetahui Kepala SMP

 

 ……………………..

NIP.


DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 Tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.

Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 Tentang
Standar Penilaian Pendidikan

Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan No.24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum
2013.

Sumber: Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Sekolah Menengah Pertama. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama
2017

 

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *