Akibat Konflik Dengan Remaja

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Konflik dengan remaja terjadi ketika orangtua berseberangan dengan kebutuhan remaja yang berkembang. Para remaja seringkali melihat keinginan tersebut sebagai bentuk sikap egois dari orang dewasa yang melarang hak-hak dan kebebasannya. Oleh karena itu dia harus mempertahankan dirinya dan kebebasannya. 
Konflik mengakibatkan buruk yang sangat besar dan berakibat negatif di antara: 

  • Permusuhan dan penolokan disebabkan oleh perasaan tertekan dalam diri remaja.  
  • Perlawanan secara samar yang dimulai dari tidak menunjukan penolakan tetapi menunjukan prilaku yang tidak biasa. 
  • Menyendiri, pasrah, lemah,dan selalu taat, seolah sudah kehilangan motivasi dan hal ini adalah kondisi terburuk yang dapat menghancurkan kepribadiannya. 
Bahaya yang akan muncul. 
  • Para remaja cenderung diam dan menyendiri. Ini adalah awal dari kegagalan dalam mendidik. 
  • Rusaknya hubungan komunikasi antara kedua orangtua dan remaja. 
  • Kehilangan semangat dan selera makan. 
  • Remaja akan berfikir untuk kabur dari rumah dan tidur diluar rumah serta kembali kepada komunitas teman-temannya. 
  • Cenderung menyukai kekerasan dan permusuhan. 
  • Berusaha melukai dirinya sendiri atau menyakiti orang lain untuk menarik perhatian orang dan meneguhkan eksistensinya. 
  • Suka berteriak yang kadang menyebabkan perselisihan dengan orang tua atau guru. 
  • Lari dari sekolah atau mencari alasan untuk tidak masuk sekolah. 

Sikap yang muncul sebagai sikap petahanan: 
  • Mencari keamanan dan kebebasan di luar rumah. 
  • Banyaknya mengkiritik perilaku dan sikap orang dewasa di sekitarnya, khususnya pemikiran orangtuanya, prilaku keseharian mereka, pakaian mereka atau cara bicara mereka. 
  • Melakukan perdebatan yang sengit dengan suara keras untuk menunjukan kepribadiannya dan menampilkan sesuatu yang berbeda dengan yang lain. 
  • Melampiaskan kemarahannya kepada orang lain, misal adiknya yang masih kecil, anak tetangga atau teman di sekolah.
  • Melakukan tindakan negatif sebagai pelampiasan dan untuk melupakan sebagai masalahnya, seperti merokok atau melakukan hal-hal yang berbahaya. 
Sumber: Mendidika Remaja Nakal. Musthofa Abu Sa’id. As-Salam

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *