Last Updated on 17.08.2026 by Zulfahmi M
Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah hal yang baru
dalam dunia pendidikan. Kepedulian pada siswa dalam memperhatikan kekuatan dan
kebutuhan siswa menjadi focus perhatian dalam pembelajaran berdiferensiasi. Profil pembelajaran yang
mengakomodir kebutuhan belajar siswa. pembelajaran berdiferensiasi mengharuskan pendidik mencurahkan
perhatian dan memberikan tindakan untuk memenuhi kebutuhan khusus siswa. pembelajaran berdiferensiasi
memungkinkan guru melihat pembelajaran dari berbagai perspektif.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan proses siklus mencari tahu tentang siswa dan
merespons belajarnya berdaarkan perbedaan. Ketika guru terus belajar tentang
keberagaman siswanya, maka pembelajaran yang profesional, efesien, dan efektif
akan terwujud.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan penyesuaian terhadap minat, preferensi
belajar, kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar. pembelajaran berdiferensiasi bukanlah pembelajaran yang diindividualkan.
Namun, lebih cenderung kepada pembelajaran yang mengakomodir kekuatan dan
kebutuhan belajar siswa dengan strategi pembelajaran yang independen.
Saat guru merespon kebutuhan belajar siswa, berarti guru
mendiferensiasikan pembelajaran dengan menambah, memperluas, menyesuaikan waktu
untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal.
Pembelajaran berdiferensiasi pada hakikatnya pembelajaran
yang memandang bahwa siswa itu berbeda dan dinamis. Karena itu, sekolah harus
memiliki perencanaan tentang pemberajaran berdiferensiasi, antara lain:
- Mengkaji kurikulum saat ini yang sesuai dengan kekuatan
dan kelemahan siswa. Merancang perencanaan dan strategi sekolah yang sesuai dengan kurikulum dan metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi
kebutuhan siswa.Menjelaskan bentuk dukungan guru dalam memenuhi kebutuhan
siswa.Mengkaji dan menilai pencapaian rencana sekolah secara
berkala.
Pembelajaran berdiferensiasi bisa dilksanakan jika
sekolah sudah memiliki kebijakan tentang penerapannya pada anak berkebutuhan
khusus di sekolah inkusif. Termasuk di dalamnya komunikasi yang terstruktur
dengan komite sekolah, guru, dan orangtua. Guru harus memperhatikan beberapa
apek dalam belajar dan pembelajaran.
Ada enam (6) elemen yang berkontribusi
terhadap belajar dan pembelajaran.
- Desain pembelajara
- Asesmen dan evaluasi
- Respon yang berdiferensiasi
- Strategi Pembelajaran
- Lingkungan
- Materi Pembelajaran
Sumber: Panduan Pelaksanaan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Di
Sekolah Inklusif oleh DR Marline S.Pd, M.Si. 2019
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
