Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada MI, MTs, MA dan MAK pada Kurikulum Merdeka
Proyek penguatan profil
pelajar Pancasila pada MI, MTs, MA, MAK
mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen)
dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun. Alokasi waktu untuk setiap proyek
penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak
harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang
daripada proyek yang lain. Secara
pengelolaan
proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau
terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.
Pemerintah menetapkan
tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi
topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta
didik. Tema-tema utama proyek penguatan
profil pelajar Pancasila
yang dapat dipilih
oleh satuan pendidikan sebagai berikut:
1. Hidup Berkelanjutan
Peserta didik menyadari
adanya generasi masa lalu dan masa yang akan datang,
dampak aktivitas manusia
baik jangka pendek
maupun panjang terhadap kelangsungan kehidupan. Peserta didik membangun
kesadaran untuk bersikap
dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di sekitarnya, serta mengembangkan
kesiapan untuk menghadapi dan
memitigasinya. Mereka memerankan diri sebagai khalifah di bumi yang berkewajikan menjaga kelestarian bumi untuk kehidupan
umat manusia dan generasi penerus.
2. Kearifan Lokal
Peserta didik memahami
keragaman tradisi, budaya dan kearifan lokal yang beragam yang menjadi kekayaan
budaya bangsa. Peserta
didik membangun rasa ingin tahu melaui pendekatan inkuiri dan eksplorasi budaya dan kearifan
lokal serta beperan
untuk menjaga kelestariaannya. Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa
masyarakat lokal/daerah berkembang seperti yang ada, mempelajrai konsep dan nilai di balik kesenian dan tradisi lokal kemudian merefleksikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupannya.
3. Bhinneka Tunggal Ika
Peserta didik memahami perbedaan
suku, ras, agama dan budaya
di Indonesia sebagai
sebuah keniscayaan. Setiap peserta didik menerima keragaman
sebagai kekayaan bangsa.
Peserta didik dapat mempromosikan kekayaan
budaya bangsa, menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghindarkan terjadinya konflik dan kekerasan.
4. Bangunlah Jiwa dan Raganya
Bangunlah jiwanya dan
bangunlah badannya merupakan amanat para pendiri
bangsa sejak Indonesia merdeka. Peserta didik memahami
bahwa pembangunan itu menyangkut aspek jiwa dan raga, jiwa yang sehat ada di tubuh yang sehat. Peserta didik membangun kesadaran
dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya
maupun orang sekitarnya. Peserta didik melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah- masalah
terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan (bullying),
serta berupaya mencari
jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan
dengan kesehatan dan kesejahteraan
fisik dan mental, termasuk isu narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Memahami akan adanya kehidupan akhirat
atau yaumul hisab yang terefleksi menjadi manusia yang taat beragama
dan taat pada negara.
5. Demokrasi Pancasila
Peserta didik memahami
demokrasi secara umum dan demokrasi Pacasila yang bersumber dari nilai-nilai luhur sila ke-4. Mengedepankan musyawarah untuk mufakat untuk mengambil keputusan, keputusan dengan sura terbanyak sebagai pilihan berikutnya. Menerima keputusan yang diambil dari proses yang demokratis
dan ikut bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat. Peserta didik juga memahami makna dan peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila.
Melalui pembelajaran demokrasi, peserta
didik merefleksikan dan memahami tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk
dalam organisasi madrasah,
dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
6. Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI
Peserta didik melatih untuk memiliki kecakapan
bernalar kritis, kreatif
dan inovatif untuk mencipta produk
berbasis teknologi guna memudahkan aktivitas diri dan
berempati untuk masyarakat sekitar berdasrakan karyanya. Peserta didik terus-menerus mengembangkan inovasi untuk menyelesaikan persoalan- persoalan masyarakat. Peserta didik menerapkan teknologi dan mensinergikan aspek sosial untuk
membangun budaya smart society
dalam membangun NKRI dan rasa cinta tanah air.
7. Kewirausahaan
Peserta didik
mengidentifikasikan potensi ekonomi
lokal dan upaya-upanya untuk mengembangkannya yang
berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Kegiatan kewirausahaan dapat menumbuhkan
kreativitas dan jiwa kewirausahaan peserta
didik. Peserta didik
juga membuka wawasan
tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan
masyarakat, menjadi problem solver yang terampil,
serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas. Tema
ini ditujukan untuk jenjang MI, MTs,
MA. Karena jenjang MAK sudah memiliki mata pelajaran Proyek
Kreatif dan Kewirausahaan menuju pelajar yang berbagi dan bermanfaat bagi orang lain, maka tema ini tidak menjadi pilihan untuk jenjang MAK.
8. Kebekerjaan
Peserta didik menghubungkan berbagai
pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian
dan dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman
terhadap ketenagakerjaan, peluang
kerja, serta kesiapan
kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan
dunia kerja terkini.
Dalam proyeknya, peserta didik juga akan mengasah
kesadaran sikap dan perilaku sesuai
dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja. Tema ini ditujukan sebagai tema wajib khusus jenjang MAK.
Selanjutnya madrasah madrasah dapat mengembangkan tema-tema utama itu menjadi tema yang sesuai konteks dan kebutuhan belajar peserta didik.
