Last Updated on 17.08.2026 by Zulfahmi M
Marzano (2000)
mengembangkan taksonomi baru untuk
tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya,
Marzano menggunakan tiga sistem dalam
domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif,
sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system).
Sistem diri adalah
keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah
akan melakukannya atau tidak.
Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu
untuk merancang strategi untuk melakukan kegiatan
pembelajaran agar mencapai tujuan. Selanjutnya sistem
kognitif mengolah semua informasi
yang diperlukan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Ada 6 level taksonomi
menurut Marzano:
Tingkat 1: Mengenali dan mengingat
kembali (retrieval)
Mengingat kembali (retrieval) informasi dalam batas mengidentifikasi sebuah informasi secara umum. Kemampuan
yang termasuk dalam tingkat 1
ini adalah kemampuan menentukan akurasi suatu informasi
dan menemukan informasi
lain yang berkaitan.
Tingkat 2: Pemahaman
Proses pemahaman
dalam sistem kognitif
berfungsi untuk mengidentifikasi atribut atau karakteristik utama dalam pengetahuan. Berdasarkan taksonomi baru dari Marzano,
pemahaman melibatkan dua proses yang saling berkaitan: integrasikan dan simbolisasi.
Tingkat 3: Analisis
Analisis dalam taksonomi baru dari Marzano melibatkan perluasan
pengetahuan yang logis (masuk akal). Analisis yang dimaksud bukan
hanya mengidentifikasi karakteristik
penting dan tidak penting, namun analisis juga mencakup generasi informasi baru yang belum diproses
oleh seseorang. Ada lima proses
analisis, yaitu: (1) mencocokan, (2)
mengklasifikasikan, (3) menganalisis kesalahan, (4) menyamaratakan, dan (5) menspesifikasikan.
Tingkat 4: Pemanfaatan Pengetahuan
Proses pemanfaatan pengetahuan digunakan saat seseorang ingin menyelesaikan tugas tertentu. Contohnya,
ketika seorang insinyur
ingin menggunakan pengetahuannya tentang prinsip Bernoulli untuk menyelesaikan sebuah masalah
mengenai daya angkat dalam desain jenis pesawat baru. Tugas sulit seperti
ini adalah tempat di mana pengetahuan dianggap berguna bagi seseorang. Di taksonomi baru dari Marzano, ada empat
kategori umum pemanfaatan pengetahuan, yaitu: (1) pengambilan keputusan, (2) penyelesaian masalah, (3) percobaan, dan (4) penyelidikan.
Tingkat 5: Metakognisi
Sistem metakognisi berfungsi untuk memantau,
mengevaluasi dan mengatur fungsi dari semua jenis pemikiran
lainnya. Dalam taksonomi baru dari Marzano, ada empat fungsi dari metakognisi, yaitu: (1) menetapkan
tujuan, (2) memantau proses, (3) memantau kejelasan, dan (4) memantau
ketepatan.
Tingkat 6: Sistem Diri
Sistem diri menentukan apakah seseorang akan melakukan atau tidak
melakukan sesuatu tugas; sistem diri juga menentukan seberapa besar tenaga yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas tersebut. Ada empat jenis dari sistem diri yang berhubungan dengan taksonomi baru dari Marzano,
yaitu: (1) memeriksa kepentingan, (2)
memeriksa kemanjuran, (3) memeriksa respon emosional, dan (4) memeriksa motivasi secara keseluruhan.
Panduan ini tidak
mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan
ini memperlihatkan bahwa ada beberapa
referensi yang dapat digunakan untuk merancang
tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan
lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.
Sumber: Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah: Badan
Standar, Kurikulum dan Asesmen, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknoligi Republik Indoneisa: 2022
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
