Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Penerjemahan bukan hanya sekedar pergantian bahasa, tetapi harus
memperhatikan aspek-aspek sosial. Aspek sosial itu penting dan jika Saudara tidak
memperhatikan itu, maka boleh jadi orang yang membaca hasil terjemahan saudara
menemukan kejanggalan bahasa karena merasa tidak lazim dan bahkan tidak
memahaminya secara baik.
perantara antara pihak penulis bahasa sumber dengan pembaca bahasa sasaran.
Untuk menjadi penerjemah yang handal, Saudara harus menjadi pentransfer makna
dengan baik.
Seseorang yang memiliki pemahaman bahwa kegiatan penerjemahan adalah sekedar
pengalihan bahasa akan berbeda dengan hasil terjemahan seseorang yang merasa
perlu meperhatikan aspek diluar kebahasaan.
Aspek di luar kebahasaan yang dimaksud adalah bagaimana bahasa itu dalam
kehidupan sosial, apakah bahasa ynag diproduksinya telah mengikuti norma atau
kebiasaan-kebiasaan dalam bahasa sasaran.
Tentu Sauadara bertanya. Apa dan bagaimana memperhitungkan aspek di luar
kebahasaan dan apa yang harus dilakukan?
Jawabannya adalah:
Bentuk,
Bentuk dalam hal ini lebih bersifat konstruksi gramatikal, sedangkan
makna adalah kelaziman-kelaziman yang dipergunakan dalam
berbahasa. Yang dimaksud dengan bentuk adalah konstruksi grmatikal. Salah satu contohnya
apabila konstruksi gramatikal bahasa sumbernya kalimat pasif boleh saja
tidak dipaksakan menjadi kalimat pasif juga dalam bahasa sasaran. Rekonstruksi gramatikal dilakukan karena lebih memperhatikan aspek komunikasi
sosialnya. Sebuah teks terjemahan yang dihasilkan melalui proses
rekonstruksi gramatikal (jika memang itu diperlukan) akan menjadi lebih
komunikatif.
You will not be paid Job Search Allowance
because your wife’s income is higher than the amount allowed under the Income
Test.
Tuan tidak akan dibayar Tunjangan Pencarian Kerja karena pendapatan isteri Tuan
lebih tinggi dibandingkan jumlah yang dibolehkan menurut Uji Pendapatan.
Bapak tidak memperoleh Tunjangan Mencari Kerja karena pendapatan isteri Bapak
lebih tinggi dari jumalh yang diperbolehkan menurut Peraturan mengenai
Pendapatan.
dalam konteks dan antarkomunikan Indoensia daripada kalimat terjemahan
1.
Makna adalah kelaziman-kelaziman yang
dipergunakan dalam berbahasa. Kata “yours Faithfully” yang biasa
ditemukan dalam penulisan surat tidak boleh kita memaksakan
menerjemahkannya menjadi “Dengan sesungguhnya”, tetapi “Hormat saya”.
Secara makna tentu berbeda satu sama lain, namun itu harus dilakukan untuk
memenuhi komunikasi sosialnya pada budaya Indoensia.
Baik Saudara…Saya yakin ulasan ini akan sedikit akan menjawab
permasalahan-permasalahan yang terjadi ketika kita menerjemahkan.
Hal yang mejadi penyebab terjadinya perbedaan hasil terjemahan yang sangat
berarti antara seorang dengan yang lainnya terletak pada perbedaan pendekatan
yang kita gunakan. Apakah menggunakan pendekatan komunikasi sosial atau tidak.
atau perangkat apa yang harus kita penuhi agar dapat menerjemahkan sebuah teks
yang mengakomodasi komunikasi sosial. Ada dua perangkat yang harus
dimiliki oleh penerjemah, yaitu :
(1) perangkat intelektual dan
(2) paraktis .
- seorang penerjemahan yang baik harus memiliki pengetahuan yang baik dalam
bahasa sumber dan bahasa saran, - pemahaman pokok masalah yang sedangn diterjemahkan,
- kemapuan menerapkan pengetahuan yang dimiliki
- dan terkahir menyangkut keterampilan yang dimiliki oleh sang
penerjemah.
- kemampuan penerjemah menggunakan sumber-sumber
rujuakan seperti kamus atau sumber-sumber yang diterjemahkan itu. - dan kemampuan penerjemah mengenali konteks teks yang sedang diterjemahkannnya
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
