Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Pengertian shalat Istikharah
Shalat sunat dua rakaat dengan maksud untuk memohon petunjuk
dari Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik di antara 2 pilihan/ lebih.
dari Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik di antara 2 pilihan/ lebih.
Hukum Shalat Istikharah adalah Sunat
Sesuai hadits Nabi Saw.
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يُعَلِّمُنَا
الْإِسْتِخَارَةَ فِى الْأُمُوْرِ يَقُوْلُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ
فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ . رواه البخارى
الْإِسْتِخَارَةَ فِى الْأُمُوْرِ يَقُوْلُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ
فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ . رواه البخارى
Artinya
: Rasulullah s.a.w. mengajarkan
kepada kami untuk meminta petunjuk dalam beberapa perkara yang penting. Beliau berkata, “Apabila salah seorang di antara
kamu menghadapi suatu perkara hendaklah ia salat dua rakaat.” (HR. Bukhari)
: Rasulullah s.a.w. mengajarkan
kepada kami untuk meminta petunjuk dalam beberapa perkara yang penting. Beliau berkata, “Apabila salah seorang di antara
kamu menghadapi suatu perkara hendaklah ia salat dua rakaat.” (HR. Bukhari)
Diriwayatkn
oleh AL-Bukhari dan Al-Turmudzi, serta An-Nasa’i dari hadits Jabir RA berkata:
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kami agar beristikharah pada setiap perkara,
sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami satu surat dari Al-Qur’an, dan
beliau bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk
mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunah (Istikharah) dua rakaat,
kemudian bacalah doa ini:
oleh AL-Bukhari dan Al-Turmudzi, serta An-Nasa’i dari hadits Jabir RA berkata:
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kami agar beristikharah pada setiap perkara,
sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami satu surat dari Al-Qur’an, dan
beliau bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk
mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunah (Istikharah) dua rakaat,
kemudian bacalah doa ini:
Niat
Shalat Sunat Istikharah
Shalat Sunat Istikharah
أُصَلِّى سُنَّةً الْإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَلَى
Sengaja
aku shalat sunat Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala
aku shalat sunat Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala
Do’a
Shalat Sunat Istikharah
Shalat Sunat Istikharah
(اَللَّهُمَّ
إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ
مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ
أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ
هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ
وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ
وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا
اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ
قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ
لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ)
إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ
مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ
أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ
هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ
وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ
وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا
اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ
قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ
لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ)
“Ya Allah, sesungguhnya
aku meminta pilihan yang tepat kepada -Mu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku
mohon kekuasaan -Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan -Mu. Aku
mohon kepada -Mu sesuatu dari anugerah -Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau
Maha kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya
dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau
mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendak-nya menyebut
persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau Nabi
bersabda: …di dunia atau akhirat sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya,
kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan
ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, harta dan akibatnya kepada diriku, maka
singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan
untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan -Mu
kepadaku.
aku meminta pilihan yang tepat kepada -Mu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku
mohon kekuasaan -Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan -Mu. Aku
mohon kepada -Mu sesuatu dari anugerah -Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau
Maha kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya
dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau
mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendak-nya menyebut
persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau Nabi
bersabda: …di dunia atau akhirat sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya,
kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan
ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, harta dan akibatnya kepada diriku, maka
singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan
untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan -Mu
kepadaku.
Manfaat Shalat
Sunat Istikharah adalah:
Sunat Istikharah adalah:
- Sebagai bukti
bergantungnya seorang hamba kepada Allah Azza Wa Jalla, dan kepasrahan dirinya pada
segala urusannya. - Istikharah menambah
pahala seseorang dan taqarrubnya kepada Allah SWT, sebab istihkarah mengandung
shalat dan do’a. - Istikharah sebagai jalan keluar dari
segala kebingungan dan keraguan. - Dengan istikharah seseorang akan
menadapatkan kebaikan dan terjaga dari yang buruk, sebab apa yang pilihkan oleh
Allah SWT bagi hamba -Nya lebih baik dari apa yang dipilih oleh seorang hamba
untuk dirinya sendiri - Dengan beristikharah seseorang akan
mendapat keberkahan pada perkara yang akan dijalaninya, dan keberkahan itu
tidak mencampuri suatu yang sedikit kecuali dia akan menjadi lebih banyak, dan
tidak terdapat pada suatu yang banyak kecuali dia akan bermanfaat. - Terkadang seseoarang meremehkan suatu
perkara karena dianggapnya kecil, padahal mengerjakan atau meninggalkannya akan mendatangkan
kemudharatan yang besar, oleh karena itulah istikharah disyari’atkan pada
segala perkara.
Sumber:
Last Modified: 16/04/2024
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
