Last Updated on 03.08.2017 by Zulfahmi M
Latar Belakang
Dalam
rangka menyiapkan peserta didik menjadi
manusia yang mandiri dan bertanggung jawab, maka pendidikan harus mengembangkan
ketiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotor) secara proporsional. Oleh
karena itu struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri dari 3
komponen, yaitu mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri. Komponen
mata pelajaran dan muatan lokal memberi penekanan pada pengembangan ranah
kognitif peserta didik. Sedangkan komponen
pengembangan diri, yang terdiri dari bimbingan dan konseling, dan kegiatan
ekstra kurikuler, lebih menekankan pada ranah afektif dan psikomotor.
rangka menyiapkan peserta didik menjadi
manusia yang mandiri dan bertanggung jawab, maka pendidikan harus mengembangkan
ketiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotor) secara proporsional. Oleh
karena itu struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri dari 3
komponen, yaitu mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri. Komponen
mata pelajaran dan muatan lokal memberi penekanan pada pengembangan ranah
kognitif peserta didik. Sedangkan komponen
pengembangan diri, yang terdiri dari bimbingan dan konseling, dan kegiatan
ekstra kurikuler, lebih menekankan pada ranah afektif dan psikomotor.
Fakta di
lapangan membuktikan bahwa seorang peserta didik yang hanya mengembangkan ranah
kognitif namun kurang mengembangkan ranah afektif, lambat laun produktivitas
kerjanya akan menurun. Hal ini biasanya
dihadapi oleh peserta didik yang secara akademik, tetapi kurang memiliki kemampuan
menjalin persahabatan yang akrab dengan teman sebayanya, kurang memiliki
empati, kurang sportif, mau menang sendiri dan lain-lain, maka lambat laun akan
ditinggalkan oleh teman-temannya.
lapangan membuktikan bahwa seorang peserta didik yang hanya mengembangkan ranah
kognitif namun kurang mengembangkan ranah afektif, lambat laun produktivitas
kerjanya akan menurun. Hal ini biasanya
dihadapi oleh peserta didik yang secara akademik, tetapi kurang memiliki kemampuan
menjalin persahabatan yang akrab dengan teman sebayanya, kurang memiliki
empati, kurang sportif, mau menang sendiri dan lain-lain, maka lambat laun akan
ditinggalkan oleh teman-temannya.
Peserta
didik yang ”diasingkan” oleh teman-temannya akan menyulitkan dirinya
mendapatkan teman dalam penyelesaian tugas kelompok. Akibatnya tugas kelompok dikerjakan
sendiri. Tugas yang dikerjakan sendiri
tentu mendapatkan penilaian yang berbeda dari guru. Sebuah penelitian yang dilakukan di Lab Bells
di Amerika Serikat terhadap sejumlah peneliti, menyimpulkan bahwa peneliti yang
”terasing” kinerjanya semakin menurun, padahal secara potensi dan prestasi
mereka sama. Peserta
didik yang hanya mementingkan pengembangan ranah kognitif, namun kurang
mengembangkan ranah psikomotor, melalui kegiatan ekstrakurikuler, olah raga dan
seni, cenderung memiliki tubuh yang ”ringkih” (mudah sakit). Selain itu, ia akan menjadi paham secara teori saja,
namun kurang memahami penerapannya di lapangan.
didik yang ”diasingkan” oleh teman-temannya akan menyulitkan dirinya
mendapatkan teman dalam penyelesaian tugas kelompok. Akibatnya tugas kelompok dikerjakan
sendiri. Tugas yang dikerjakan sendiri
tentu mendapatkan penilaian yang berbeda dari guru. Sebuah penelitian yang dilakukan di Lab Bells
di Amerika Serikat terhadap sejumlah peneliti, menyimpulkan bahwa peneliti yang
”terasing” kinerjanya semakin menurun, padahal secara potensi dan prestasi
mereka sama. Peserta
didik yang hanya mementingkan pengembangan ranah kognitif, namun kurang
mengembangkan ranah psikomotor, melalui kegiatan ekstrakurikuler, olah raga dan
seni, cenderung memiliki tubuh yang ”ringkih” (mudah sakit). Selain itu, ia akan menjadi paham secara teori saja,
namun kurang memahami penerapannya di lapangan.
Berdasarkan
pertimbangan tersebut di atas, maka ketiga ranah dikembangkan secara
proporsional. Di sekolah, kegiatan
pengembangan ranah afektif dan psikomotor dituangkan ke dalam kegiatan
pembiasaan, kegiatan ektrakurikuler dan pelayanan bimbingan dan konseling.
pertimbangan tersebut di atas, maka ketiga ranah dikembangkan secara
proporsional. Di sekolah, kegiatan
pengembangan ranah afektif dan psikomotor dituangkan ke dalam kegiatan
pembiasaan, kegiatan ektrakurikuler dan pelayanan bimbingan dan konseling.
Visi dan Misi
Visi
program pengembangan diri adalah terwujudnya peserta didik yang mampu
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai kebutuhan, potensi, bakat, minat,
kondisi dan perkembangannya. Misi
program pengembangan diri adalah memfasilitasi peserta didik dengan
kegiatan-kegiatan yang memberi wadah penyaluran agar potensi, bakat dan
minatnya berkembang sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan perkembangannya.
program pengembangan diri adalah terwujudnya peserta didik yang mampu
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai kebutuhan, potensi, bakat, minat,
kondisi dan perkembangannya. Misi
program pengembangan diri adalah memfasilitasi peserta didik dengan
kegiatan-kegiatan yang memberi wadah penyaluran agar potensi, bakat dan
minatnya berkembang sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan perkembangannya.
Tujuan
Tujuan program
pengembangan diri adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan diri sendiri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat,
kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi
sekolah/madrasah.
pengembangan diri adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan diri sendiri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat,
kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi
sekolah/madrasah.
Pengertian
- Pengembangan
diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum
sekolah/madrasah. - Kegiatan
pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta
didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan
kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan
ekstra kurikuler.
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)