Last Updated on 19.08.2026 by Zulfahmi M
Menurut Sagor (1992) disebut deskripsi proses penelitian, yaitu penelitian diharapkan mampu menuliskan atau menguraikan langkah-langkah penelitian secara jelas dan padat.
Contoh:
Kami melakukan pre-tes kepada semua anak kelas 5 Sekolah Dasar 25 Jakarta tentang kemampuannya membaca pada akhir September. Selama bulan Oktober dan November, semua siswa dan guru diharuskan untuk menuliskan kemajuan membaca setelah siswa diberi tugas (perlakuan) khusus membaca, termasuk tugas-tugas membaca di kelas dan di luar kelas. Pada akhir Desember, semua siswa diberikan pos-tes. Kami melakukan wawancara secara random terhadap 25 siswa. Secara bersamaan pula kami melakukan wawancara melalui telepon kepada orang tuanya untuk mengetahui kebiasaan membaca anak diluar sekolah, kesenangan anak/siswa, dan sikap anak terhadap sekolah. Setiap anggota tim peneliti saling membantu di kelas-kelas untuk melihat secara dekat penerapan strategi (intervensi) pembelajaran yang diterapkan. Akhirnya, kami menganalisis data untuk melihat perkembangan kemajuan kemampuan membaca: yang cepat membaca (dramatic growth), yang sedang (moderate growth), dan yang belum menunjukan kemajuan (no growth), untuk memutuskan apakah sudah ada kemajuan yang berarti atau belum.
Dari contoh diatas yang perlu diperhatikan adalah dalam menulis metodologi penelitian perlu ditulis:
- Subjek penelitian
- Setting (tempat penelitian)
- Desain (rancangan atau cara-cara pokok penelitian, yaitu pre-test dan post-test, wawancara, observasi kelas,
- Pelaksanaan tindakan
- Cara oemantauan
- Analisis hasil dan refleksi
Sumber: Penelitian Tindakan Kelas, Prof Dr. Suharsimi Arikunto, dkk, Bumi Aksara, 2007
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)