Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Defenisi
Pembelajaran
berbasis masalah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan
masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar.


Dalam
kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, peserta didik bekerja
dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world)

Kelebihan PBL

  1. Dengan
    PBL akan terjadi pembelajaran
     bermakna. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu
    masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha
    mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan
    dapat diperluas ketika peserta didik/mahapeserta didik berhadapan dengan
    situasi di mana konsep diterapkan
  2. Dalam
    situasi PBL, peserta
        didik/mahapeserta didik
    mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan
    mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan
  3. PBL
    dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta
    didik/mahapeserta didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan
    dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.
Langkah-langkah
Operasional 
dalam 
Proses Pembelajaran
1. Konsep Dasar (Basic Concept)
Fasilitator 
memberikan konsep dasar, petunjuk, referensi, atau link dan skill
yang diperlukan dalam pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar peserta
didik lebih cepat masuk dalam atmosfer pembelajaran dan mendapatkan ‘peta’ yang
akurat tentang arah dan tujuan pembelajaran

2. Pendefinisian Masalah (Defining the  Problem)
Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario atau
permasalahan dan peserta didik melakukan berbagai kegiatan brainstorming
dan semua anggota kelompok mengungkapkan pendapat, ide, dan tanggapan terhadap
skenario secara bebas, sehingga dimungkinkan muncul berbagai macam alternatif
pendapat

3. Pembelajaran Mandiri (Self Learning)
Peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat
memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Sumber yang dimaksud dapat dalam
bentuk artikel tertulis yang tersimpan di perpustakaan, halaman web, atau
bahkan pakar dalam bidang yang relevan.

Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1)
agar peserta didik mencari informasi dan mengembangkan pemahaman yang relevan
dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas, dan (2) informasi
dikumpulkan dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi
tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami.

4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge)
Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan pendalaman
materi dalam langkah pembelajaran mandiri, selanjutnya pada pertemuan
berikutnya peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi
capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok. Pertukaran
pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpul sesuai
kelompok dan fasilitatornya.

5. Penilaian (Assessment)
Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek
pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude).
Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah
semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan.

Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan
alat bantu pembelajaran, baik software, hardware, maupun
kemampuan perancangan dan pengujian.

Contoh Penerapan
Sebelum
memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas, peserta didik terlebih dahulu
diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Kemudian peserta
didik diminta mencatat masalah-masalah yang muncul.

Setelah
itu tugas guru adalah meransang peserta didik untuk berpikir kritis dalam
memecahkan masalah yang ada. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik untuk
bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan pendapat yang berbeda dari
mereka.

Memanfaatkan
lingkungan peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. Guru memberikan
penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta didik,
antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Penugasan
yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar
diluar kelas. Peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung
tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar merupakan aktivitas
belajar yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka mencapai penguasaan
standar kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran.

Sistem Penilaian

  1. Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek
    pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude).
    Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan
    pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah
    semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan.
  2. Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari
    penguasaan alat bantu pembelajaran, baik software, hardware,
    maupun kemampuan perancangan dan pengujian. Sedangkan penilaian terhadap sikap
    dititikberatkan pada penguasaan soft skill, yaitu keaktifan dan
    partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerjasama dalam tim, dan kehadiran dalam
    pembelajaran. Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru
    mata pelajaran yang bersangkutan.
Penilaian
pembelajaran dengan
PBL dilakukan dengan authentic assesment. Penilaian dapat
dilakukan dengan portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan-pekerjaan peserta didik yang
dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam
kerangka pencapaian tujuan pembelajaran.
Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri
(self-assessment) dan peer-assessment.
  • Self-assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya
    dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standard)
    oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar.
  • Peer-assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian
    terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya
    sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *