Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh

Last Updated on 14.06.2017 by Zulfahmi M

Istilah sistem pendidikan terbuka dan jarak
jauh digunakan sebagai satu istilah yang mencakup makna sistem pendidikan
terbuka dan sistem pendidikan jarak jauh. 
Hubungan antara kedua sistem pendidikan tersebut  menjadi terpisah sendidri-sendiri tetapi
sebagai  satu kesatuan yang utuh dalam
satu bentuk pendidikan.  Jika diamati
dengan seksama, implisit adanya ketumpangtindihan dalam berbagai definisi
sistem pendidikan terbuka dan sistem pendidikan jarak jauh.  Keterpisahan merupakan cirri utama sistem
pendidikan jarak jauh, sedangkan terbukanya akses terhadap pendidikan dan
kebebasan memilih bagi siswa merupakan ciri utama dari sistem pendidikan
terbuka.  

Pada prakteknya, organisasi pendidikan
jarak jauh didirikan karena adanya kebutuhan untuk menjembatani keterpisahan
ruang dan waktu antara siswa dan pengajar, dan juga sebagai upaya untuk membuka
akses yang lebih lebar terhadap kesempatam memperoleh pendidikan bagi
masyarakat, serta untuk memandirikan anggota masyarakat melalui kebebasan
memilih.  Dengan demikian, dalam
kenyataannya, kebanyakan organisasi pendidikan jarak jauh juga menerapkan
sistem pendidikan terbuka untuk aspek tertentu, dan kebanyakan organisasi
pendidikan terbuka juga menerapkan sistem pendidikan jarak jauh atau mengadopsi
beberapa komponen sistem pendidikan jarak jauh dalam beberapa aspek.   Namun ada juga organisasi pendidikn jarak
jauh yang sama sekali tidak terbuka.  

Contoh
yang paling ekstrim diberikan melalui 
film Superman beberapa   waktu
yang lalu. Dalam film tersebut dikisahkan bayi Superman yang melanglang buana
seorang diri dari planet Krypton menuju bumi (Amerika Serikat) dalam sebuah
pesawat ruang angkasa. Dalam pesawat tersebut tersedia satu praktek pembelajaran
bagi bayi Superman tentang bumi dan isinya, yang harus diselesaikan selama
perjalanan.  Dalam contoh ini jelas Superman
belajar secara jarak jauh, namun sama sekali tidak terbuka karena ia tidak
memiliki kebebasan memilih.  

Perkembangan terakhir dalam sistem
pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah proses pembelajaran maya atau yang
dikenal dengan istilah virtual learning.  Proses pembelajaran maya terjadi pada kelas
maya (virtual classroom) dan atau
universitas maya (virtual university)
yang berada dalam cyber space (dunia
cyber) melalui jaringan Internet. Proses pembelajaran maya menerapkan sistem
pendidikan jarak jauh—yang berintikan keterpisahan ruang dan waktu antara siswa
dan pengajar—, dan sistem belajar terbuka—yang berintikan akses yang terbuka
dan kebebasan memilih bagi siswa.  

Proses
pembelajaran maya berusaha untuk mengatasi masalah keterpisahan ruang dan waktu
antara siswa dan pengajar melalui media komputer.  Siswa dapat memperoleh bahan ajar yang sudah
dirancang dalam paket-paket pembelajaran yang tersedia dalam situs universitas
maya. Biasanya bahan ajar disediakan dalam bentuk multimedia terpadu, dengan kemungkinan
untuk mencetak bagian-bagian tertentu pada printer seseorang.  Siswa boleh mempelajari bahan ajar tersebut
sendiri, tanpa batuan belajar apapun. 
Jika diperlukan, siswa dapat memperoleh bantuan belajar dalam bentuk
interaksi yang difasilitasi oleh komputer yaitu belajar berbantuan komputer (computer assisted learning), belajar
berbantuan pengajar dan/atau tutor secara synchronous
(dalam titik waktu yang sama) maupun asynchronous
(dalam titik waktu yang berbeda), dan/atau belajar berbantuan sumber belajar
lain seperti teman dan pakar melalui surat elektronik (e-mail), perpustakaan (melalui kunjungan ke situs-situs
perpustakaan yang ada dalam jaringan
Internet).  Penilaian hasil belajar siswa
juga dapat dilakukan secara jarak jauh melalui komputer dan secara
terbuka—kapan saja siswa merasa siap untuk dinilai.  

Dari beragam definisi serta perkembangan
dan perubahan yang terjadi dala praktek pendidikan terbuka dan jarak jauh di
berbagai negara, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, yaitu:
  1. Keberadaan sistem pendidika terbuka dan
    jarak jauh, selain untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam
    kurikulum, juga diarahkan utnuk peningkatan akses terhadap pendidikan
    (mengatasi keterpisahan dan membuka kesempatan memperoleh pendidikan).  Dengan sendirinya, hal tersebut erat
    kaitannya dengan masalah keadilan sosial, pemerataan antar kelompok, dan
    liberalisasi pendidikan lintas ruang dan waktu bagi seluruh individu dalam
    suatu masyarakat.  Oleh karena itu sistem
    pendidikan terbuka dan jarak jauh sering kali merupakan suatu sistem pendidikan
    yang kental bernuaansakan politik.    
     
  2. Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh
    memiliki proses dan hubungan interaktif antara siswa dan pengajar secara
    terbuka dan jarak jauh. Dalam hal ini keragaman interaksi yang difasilitasi
    oleh media terstruktur secara sistematis, dan bertujuan untuk membantu proses
    belajar siswa merupakan komponen esensial dalam kegiatan pembelajaran.  Di samping itu konsep kemandirian dan
    interaksi adalah konsep esensial dalam sistem pendidikan terbuka dan jarak
    jauh. 
  3. Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh
    memiliki sistem perencanaan yang berfokus kepada siswa (student centered) dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik
    (akuntabilitas).  Proses pembelajaran
    dirancang berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa tanpa melupakan
    karakteristik pembelajaran terbuka dan jarak jauh.  Semua perencanaan dilakukan jauh sebelum
    proses pembelajara dilaksanakan dan biasanya didokumentasikan dengan baik.  Dengan sifatnya yang terbuka, maka proses
    pembelajaran dapat diakses oleh siapa saja yang berpartisipasi dan semua yang
    terjadi dalam proses pembelajaran dapat dipertanggungjawabkan secara publik.  
  4. Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh
    mempersayaratkan keterampilan berkomunikasi yang efektif bagi semua yang
    berpartisipasi di dalamnya, yaitu siswa, pengajar dan/atau tutor, dan
    organisasi.  Penyajian beragam materi
    pembelajaran melalui berbagai media dan interaksi yang terjadi antara siswa,
    pengajar dan/atau tutor, dan organisasi harus berlandaskan pada proses
    komunikasi dan keterampilan komunikasi yang efektif.  Di samping itu, penyajian materi pembelajaran
    melalui media saja belumlah cukup jika tidak disertai dengan beragam interaksi
    antara siswa, pengajar dan/atau tutor, dan organisasi, baik secara langsung
    maupun difasilitasi oleh media.
Sumber: Materi Kursus Pendidikan Jarak Jauh UT 2017.1
Bahan diambil dari:
Pannen, P. (2002). Pengertian sistem
pendidikan terbuka dan jarak jauh. Dalam Belawati, T (Ed.). Pendidikan terbuka dan jarak jauh:
Didedikasikan kepada Dr. Setijadi, M.A.
11-29.
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *