Keutamaan Al Qur’an

Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M

Dr. Yusuf Qaradhawi memaparkan beberapa karakteristik
Al-Quran dalam kitabnya ” Kaifa Nata’amal ma’al al-Quran”,( Bagaimana
berinteraksi dengan Al- Quran), secara singkatnya sebagai berikut : Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi penjelas
dan dimudahkan pemahamannya

Al-Quran adalah kitab yang memberi penjelasan dan mudah
dipahami. Tidak seperti kitab filsafat, yang cenderung untuk menggunakan
simbolsimbol dan penjelasan yang sulit,
tidak pula seperti
kitab sastra yang menggunakan perlambang- perlambang, yang berlebihan
dalam menyembunyikan substansi, sehingga sulit dipahami akal.

Allah SWT menurunkan Al-Quran agar makna-maknanya dapat
ditangkap, hukum-hukumnya dapat dimengerti, rahasia-rahasianya dapat dipahami,
serta ayat- ayatnya dapat ditadabburi. Oleh karena itu Allah SWT menurunkan
Al-Quran dengan jelas dan memberi penjelasan, tidak samar dan sulit dipahami.

Sebagaimana firman Allah SWT :

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٍ۬ (١٧) 

“Dan Sesungguhnya
Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil
pelajaran?”
(Al-Qomar 17)

1. Al-Quran adalah kitab suci bagi seluruh umat manusia

Al-Quran bukanlah kitab yang hanya ditujukan pada suatu
bangsa, sementara tidak kepada bangsa yang lain,
tidak juga untuk hanya satu warna kulit manusia, atau suatu wilayah tertentu. Tidak juga
hanya bagi kalangan yang rasional, dan tidak menyentuh mereka yang emosional
dan berdasarkan intuisi.Tidak juga hanya bagi rohaniawan, sementara tidak
menyentuh mereka yang materialis. Al- Quran adalah kitab bagi seluruh golongan
manusia.

Allah SWT berfirman :

إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٌ۬ لِّلۡعَـٰلَمِينَ (٢٧) 

“Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan
bagi alam semesta.”
(At-Takwir 27)

2. Al-Quran adalah Kitab
Ilahi

Al-Quran berasal dari Allah SWT, baik secara
lafal maupun makna.
Diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul dan Nabi-Nya; Muhammad saw
melalui ‘wahyu al- jaliy’ wahyu yang jelas. Yaitu
dengan turunnya malaikat
utusan Allah, Jibril
a.s untuk menyampaikan wahyu
kepada Rasulullah SAW yang manusia, bukan melalui jalan wahyu yang lain ; seperti ilham, pemberian inspirasi dalam jiwa,
mimpi yang benar atau cara
lainnya.

الٓر‌ۚ كِتَـٰبٌ أُحۡكِمَتۡ ءَايَـٰتُهُ ۥ ثُمَّ فُصِّلَتۡ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ خَبِيرٍ (١) 

“Alif laam raa,
(Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan
secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi
Maha Tahu”
( Huud: 1)

3. Al-Quran adalah Kitab Suci yang terpelihara

Diantara karakteristik Al-Quran yang lainnya adalah ia
merupakan kitab suci yang terpelihara keasliannya. Dan Allah SWT sendiri yang
menjamin pemeliharaannya, serta tidak membebankan hal itu pada seorang pun.
Tidak seperti yang dilakukan pada kitab-kitab suci selainnya, yang hanya
dipelihara oleh umat yang menerimanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam
firman Allah SWT :

 بِمَا ٱسۡتُحۡفِظُواْ مِن كِتَـٰبِ ٱللَّهِ

“…disebabkan mereka
diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah …”
(Al- Maidah 44)

Adapun makna dipeliharanya al-Quran adalah Allah SWT
memeliharanya dari pemalsuan dan perubahaan terhadap teks-teksnya, seperti yang
terjadi terhadap Taurat, Injil, dan sebelumnya.

Sumber Bacaan: 

Last Modified: 17 Februari 2024

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *