Last Updated on 22.08.2026 by Zulfahmi M
Menghasilkan sebuah hasil sebuah terjemahan yang baik dan
benar memiliki prinsip yang sama dalam menghasilkan sebuah karya tulis lainnya.
Seorang penerjemah tidak akan menghasilkan sebuah karya terjemahan yang baik
apabila tidak memahami secara baik ide bahasa sumber. Seorang penerjemah
diibaratkan seorang penulis tidak akan menghasilkan sebuah karangan yang baik
tanpa memiliki ide sebelum menulis. Dengan demikian penerjemahan memerluakan
teknik guna menghasilkan sebuah terjemahan yang baik dan benar.
Teknik terkait erat denagn strategi. Seringkali seseoramg apabila hendak
menerjemahkan sebauh teks tidak dilakukan penganalisaan awal terhadap teks
bahasa sumber, melainkan begitu membaca kalimat pertama teks bahasa sumber ia
langsung menuliskan terjemahannya. Ini diibaratkan dengan seseorang yang
memulai menulis sebuah artikel tanpa memiliki ide yang akan ia tulis. Padahal
bukankan dalam pengalihan sebuah bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran memiliki
aspek yang perlu diperhatikan. Perbedaan dari segi aturan kebahasaan serta
latar belakang budaya yang berbeda kian menguatkan akan pentingnya analisa
awal. Pemahaman bahasa sumber dan sasaran sumber sangat diperlukan untuk
memahami ide penulis bahasa sumber dan pengalihannya dengan bahasa sasaran yang
tepat.
Semakin komplek sebuah teks bahasa sumber semakin diperlukan analisa lebih
mendalam guna memahami teks tersebut. Karena ibarat sebuah pengarang setelah
memilik sebuah ide akan semakin mudah baginya menunagkan ide mereka dalam
tulisan dan sama halnya dalam penerjemahan.
Penerjemahan bukan hanya sekedar pergantian bahasa, tetapi harus
memperhatikan aspek-aspek sosial. Aspek sosial itu penting dan jika tidak
memperhatikan itu, maka boleh jadi orang yang membaca hasil terjemahan
menemukan kejanggalan bahasa karena merasa tidak lazim dan bahkan tidak
memahaminya secara baik. Seorang penerjemah sesungguhnya berperan sebagai
perantara antara pihak penulis bahasa sumber dengan pembaca bahasa sasaran.
Untuk menjadi penerjemah yang handal, ia harus menjadi pentransfer makna dengan
baik. Teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah sebuah hasil
terjemahan yang dihasilkan telah bebas dari persyaratan di atas adalah bertanya
kepada diri sendiri bahwa apakah hasil terjemahan yang dihasilkan sudah alami
sesuai dengan rasa bahasa yang kita miliki. Caranya tentu kita harus membaca
kembali hasil terjemahan tersebut dengan menggunakan kepekaan akan cita rasa
bahasa sebagai penutur asli bahasa Indonesia. Dan paling tidak jika sekiranya
memiliki waktu yang banyak diperluakan orang kedua yang menjadi pembaca untuk
dimintakan tanggapan atau kesan secara umum atas terjemahan yang dihasilkan.
Ulasan tersebut di atas ingin menegaskan bahwa betapa pentingnya pemahaman
teknik penerjemahan yang baik oleh penerjemah guna menghasilkna sebuah
terjemahan yang baik. Teknik penerjemah secara konsep telah ada sejak beberarap
ratus tahun yang lalu sejak manusia melakukan kontak budaya dengan budaya yang
lain, namun kehadirannya sebagai pendidkan formal sebagai disiplin ilmu mandiri
yang diajarkan di perguruan tinggi baru sekitar setelah pertengahan abad ke 20.
Sebelum melangkah lebih jauh perlu kita sepakati bersma bahwa yang dimaksudkan
penerjemah dalam tulisan ini adalah interlingual translation, yaitu
penerjemahan dari sebuah bahasa ke dalam bahasa yang berbeda, misalnya dari
bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pengertian penerjemahan sebagaimana
yang dikemukan oleh Jeremy Munday bahwa penerjemahan adalah sebuah proses
antara dua bahasa yang berbeda dengan melibatkan penerjemah mengubah teks
tulisan asli atau verbal ke dalam bentuk tulisan dan verbal bahasa yang berbeda.
dalam tataran bahasa yang berbeda anatar dua bahasa, tugas penerjemah
diharapkan dapat mengalihkannya ke dalam bahasa sasaran secara alami.
Penggunaan struktur mapun kosa kata harus disesuaikan dengan budaya berbahasa
dalam bahasa sasaran dan tidak mempertahankan bentuk-bentuk bahasa sumber yang
menjadikan bahasa yang dihasilkan menjadi kaku dan tidak lazim di telinga para
pembacanya.
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)