Perbedaan dan Karakteristik Ayat Makki dan Madani

Last Updated on 16.08.2026 by Zulfahmi M

Karakteristik
umum Surat-surat Makkiyyah

  • Setiap
    Surat yang di dalamnya terdapat ayat Sajdah
  • Setiap
    Surat yang di dalamnya terdapat kata: “Kallaa”, jumlah keseluruhan yang
    tercantum dalam Al-Qur’an ada 33, ditemukan dalam 15 surat, dan semuanya
    terdapat pada bagian pertengahan samapai akhir Al-Qur’an.
  • Surat
    yang di dalamnya terdapat lafaz: “Yaa ayyuhan nas” dan tidak terdapat lafaz: “Yaa
    ayyuhal ladzina amanu”, kecuali Surat Al-Hajj (terdapat perbedaan pendapat).

  • Setiap
    Surat yang di dalamnya terdapat kisah Para Nabi dan umat-umat terdahulu.

  • Setiap
    Surat yang di dalamnya terdapat kisah Nabi Adam dan iblis, kecuali surat
    Al-baqarah.

  • Setiap
    Surat yang di awali dengan Huruf-huruf Muqoto’ah seperti, “alif lam mim, “alif
    lam rha”, “ha mim”, dan sebagainya, selain Surat Al- baqarah dan Ali Imran.

Karakteristik
Umum Surat-surat Madaniyyah

  • Setiap
    Surat yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang kewajiban dan hukuman hadd.
  • Setiap
    Surat yang di dalamnya menyebut orang-orang munafik, kecuali Surat Al-Ankabut.

  • Setiap
    Surat yang di dalamnya terdapat bantahan terhadap Ahlul Kitab.

Karakteristik
isi kandungan atau Pembeda Surat-surat Makkiyah dengan Surat-surat Madaniyyah.

  • Mengajak
    kepada Tauhid dan beribadah kepada Allah semata, menetapkan hari kebangkitan dan
    hari pembalasan, menyebutkan tentang hari kiamat, neraka serta azabnya, surga
    serta nikmatnya, bantahan terhadap orang-orang musyrik.
  • Menetapkan
    asas/landasan umum yang berkaitan dengan syariat dan akhlak-akhlak mulia, mengungkapkan
    kejahatan orang-orang musyrik di dalam pertumpahan darah, kebiasaan mereka di
    dalam memakan harta anak yatim, dan kebiasaan-kebiasaan buruk mereka.

  • Menyebut
    kisah-kisah Para Nabi dan umat terdahulu sebagai teguran bagi mereka (umat nabi
    Muhammad) sehingga mereka terhitung sebagai para pendusta, dan sebagai hiburan
    bagi Rasulullah sehingga ia bersabar atas kejahatan mereka.

  • Terdapat
    susunan kata yang pendek-pendek dan bersajak serta kuat dalam ungkapan namun
    mengena ke dalam hati, dan maknanya diperkuat oleh kata-kata sumpah.

Karakteristik
isi kandungan atau Pembeda Surat-surat Madaniyyah dengan Surat-surat Makkiyyah.

  • Penjelasan
    tentang ibadah, muamalat, hukuman had, aturan tawanan dan warisan, kelebihan
    jihad, pembenahan masyarakat, perkara kenegaraan ketika aman dan perang,
    kaidah-kaidah hukum dan masalah-masalah syariat.
  • Sanggahan
    terhadap ahlul kitab, yakni yahudi dan nasrani serta ajakan kepada mereka untuk
    masuk islam, penjelasan tentang penyelewengan mereka dari kitab-kitab Allah dan
    penyimpangan mereka dari kebenaran, dan perselisihan mereka setelah datangnya
    bukti yang jelas di antara mereka.

  • Membuka
    tabiat orang-orang munafik, menganalisa kepribadian mereka dan menjelaskan
    betapa bahayanya mereka bagi agama.

Jumlah
Surat Makki-Madani

Para
Ulama berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah Surat Makkiyah dan Madaniyah.
Beberapa Ulama tersebut diantaranya:

Abu
Abdillah Badaruddin Muhammad Bin Abdillah Az-Zarkasy mengatakan bahwa jumlah Surat
Madaniyyah adalah 29 Surat. Kemudian Imam Az-Zarkasyi menyebutkan Surat
madaniyyah sesuai urutan turunnya: Surat Al-baqarah, Al- anfal, Ali Imran,
Al-ahzab, Al-mumtahanah, An-nisa’, Az-zalzalah, Al-hadid, Muhammad, Ar-Ra’du,
Ar-Rahman, Al-Insan, At-Thalaq, Al-bayyinah, Al- Hasyr, An-Nasr, An-Nur,
Al-Hajj, Al-Munafiqun, Al-Mujadalah, Al-Hujurot, At-Tahrim, As-Shaff,
Al-Jumu’ah, At-Taghabun, Al-Fath, At-Taubah dan Al- Maidah.

Adapun
Surat Al-Muthaffifin terdapat perbedaan pendapat, Ibn Abbas mengatakan bahwa
Al-Muthaffifin adalah Surat Madaniyyah, sedangkan Imam Atho’ mengatakan bahwa Surat
Al-Muthaffifin adalah Surat yang terakhir turun di Makkah.

Maka
Jumlah Surat yang turun di Makkah adalah 85 dan Jumlah Keseluruhan Surat yang
turun di Madinah adalah 29 berdasarkan perbedaan riwayat.

Abu
Hasan bin Hasshar dalam kitabnya “An-Nasikh wa Al-Mansukh” Mengatakan: “Madaniyyah
yang disepakati (Ulama) ada 20 Surat, sedangkan yg diperselisihkan (apakah Makkiyah
atau Madaniyyah) ada 12 Surat, dan selainnya adalah Makkiyyah menurut
kesepakatan Ulama”.

20
Surat yang dimaksud sesuai yang disebutkan dalam nazhamnya adalah: Al- Baqarah,
Ali Imran, An-Nisa’, Al-Maidah, Al-Anfal, At-Taubah, An-Nur, Al- Ahzab,
Muhammad, An-Nur, Al-Hujurot, Al-Hadid, Al-Mujadalah, Al-Hasyr, Al-Mumtahanah,
Al-Munafiqun, Al-Jumu’ah, At-Thalaq, At-Tahrim dan An- Nashr.

Surat
Yang Sering Diperselisihkan (Apakah Makki atau Madani)

Diantara
surat-surat yang telah disebutkan diatas ternyata banyak surat yang kian
menjadi perdebatan diantara para ulama apakah surat tersebut termasuk ke dalam
kategori Makki atau Madani, diantaranya:

Surat
Al-Fatihah, An-Nisa’, Yunus, Ar-Ra’du, Al-Hajj, Al-Furqan, Yasin, Shad,
Al-Hujurat, Ar-Rahman, Muhammad, Al-Hadid, As-Shaff, Al-Jumu’ah, At- Taghabun,
Al-Mulk, Al-Insan, At-Thaffin, Al-A’la, Al-Fajr, Al-Balad, Al-Lail, Al- Qodr,
Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-‘Adiyat, At-Takatsur, Al-Ma’un, Al-Kautsar,
Al-Ikhlash, dan Al-Mu’awwizatain (Al-falq dan An-Nas).

Manfaat
Mengetahui Makki dan
Madani

  • Mempermudah
    di dalam membedakan ayat yang menasikh dan ayat yang dinasikh. Sekiranya ada
    dua ayat atau lebih di dalam Al-qur’an yang berada dalam satu tema sedangkan
    salah satu dari dua ayat tersebut memiliki hukum yang berbeda, kemudian
    diketahui bahwa salah satunya Makki dan satunya lagi Madani. Maka kita seperti
    yang kita ketahui bahwa Madani sebagian daripadanya adalah sebagai Nasikh untuk
    Makki.
  • Untuk
    mengetahui tarikh tasyri’ dari suatu hukum dan tahapan-tahapannya, sehingga nanti
    akan muncul semangat keislaman dan keimanan yang kuat karena islam yang bijak
    di dalam mendidik masyarakat dan individu-individunya.

  • Untuk
    semakin menguatkan kepercayaan terhadap Al-Qur’an yang sampai kepada kita saat
    ini, yang terhindar dari perubahan dan penyelewengan.

  • Mengetahui
    sejarah hidup nabi melalui ayat-ayat Al Qur’an, sebab turunnya wahyu kepada
    Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam sejalan dengan sejarah dakwah dan
    segala peristiwa yang menyertainya, baik pada periode Mekkah maupun periode
    Madinah.

  • Membantu
    dalam memahami ayat dan menafsirkan Al Qur’an.

 Sumber:

  •  As-Suyuthi, Al-Itqon Fi Ulumil Qur’an (Darul Hadits,
    kairo)  
  •  Az-Zarqony, Manahilul Irfan (Darul Kitab
    al-aroby-juz 1),  

  • Az-Zarkasy,
    Al-Burhan Fi Ulumil Qur’an (Darut Turots, Kairo, juz 1)

  • Sayyid
    Alawi Al-Maliky, Faidhul Khabir (Maktabah Hidayah, Surabay)  

  • Manna’
    Al-Qotthan, Mabahits fi Ulumil Qur’an (Maktabah Wahbah, Kairo)

 Last Modified: 20/4/2024