Last Updated on 15.08.2026 by Zulfahmi M
Shalat
Fardhu
Fardhu
Pengertian
Shalat
Shalat
Kata Shalat berasal dari bahasa arab yang berarti Shalat, yang salah satu
kosa kata bahasa Arab yang berarti Do’a. Menurut istilah syara’ Shalat adalah : Suatu ibadah
berupa ucapan, perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbirratul ihram
dan diakhiri dengan salam sesuai dengan syarat dan rukun tertentu. Firman Allah
Q.S.Al-Baqarah 45 yang artinya “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang yang khusyu’”, Juga dalam QS An-Nisa’ 103 yang artinya “Maka apabila kamu telah
menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan
di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah
shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”
kosa kata bahasa Arab yang berarti Do’a. Menurut istilah syara’ Shalat adalah : Suatu ibadah
berupa ucapan, perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbirratul ihram
dan diakhiri dengan salam sesuai dengan syarat dan rukun tertentu. Firman Allah
Q.S.Al-Baqarah 45 yang artinya “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang yang khusyu’”, Juga dalam QS An-Nisa’ 103 yang artinya “Maka apabila kamu telah
menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan
di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah
shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”
Syarat wajib
shalat
shalat
- Islam
- Baligh
- Berakal
- Telah sampai dakwah
- Melihat atau mendengar
- Terjaga
- Suci dari haid dan nifas
- Syarat sah
shalat - Suci dari haid dan nifas
- Suci badan, pakaian dan tempat
- Menutup aurat
- Menghadap qiblat
- Mengetahui masuknya waktu
Rukun shalat
- Niat
- Berdiri bagi yang mampu
- Takbiratul ihram
- Membaca alfatihah
- Rukuk serta tumakninah
- I`tidal serta tumakninah
- Sujud dua kali serta tumakninah
- Duduk diantara dua sujud serta tumakninah
- Duduk tasyahud akhir
- Membaca tasyahud akhir
- Membaca salawat
- Membaca salam
- Tertib
Hal-Hal yang
membatalkan shalat
membatalkan shalat
- Meninggalkan salah satu rukun
- Meninggalkan salah satusyarat shalat
- Sengaja berbicara
- Banyak gerak
- Mengubah niat
- Makan atau minum sedang shalat
- Murtad
- Tertawa
- Menambah rukun fi`li
- Mendahului imam sebanyak dua rukun
Hal-hal yang
sunat dalam shalat
sunat dalam shalat
- Mengangkat
tangan setinggi bahu saat takbiratul ihram, kedua telapak tangan menghadap ke
kiblat - Meletakkan
tangan kanan di atas tangan kiri saat bersedekap - Membaca
do’a iftitah, seperti : Wajahtu wajhiya ….. yang artinya “Aku arahkan
wajahku bagi Zat Yang Menciptakan langit dan bumi dalam lurus muslim
(menyerahkan diri total) dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik,
sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb
semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dengan itulah aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama-tama
menyerahkan diri (kepada Allah ).” (HR: Muslim). Atau membaca:
Allahumma ba’id …… yang artinya “Ya Allah jauhkanlah antar diriku
dan dosa-dosaku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat, Ya Allah
bersihkanlah aku dari dosa-dosa dengan air, es dan embun, ya Allah bersihkanlah
diriku dari dosa dan kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda” (HR:
Bukhari dan Muslim). - Membaca ta’awuz
sebelum membaca surat Al-Fatihah - Diam sejenak sebelum dan sesudah membaca al-fatihah
- Membaca surah selain al-fatihah setelah membaca al-fatihah
- Mengangkat tangan
ketika akan rukuk, saat i’tidal, dan ketika berdiri dari tahiyat awal (untuk
rakaat ketiga) - Memperhatikan
bacaan imam - Mengeraskan
suara (nyaring) pada dua rakaat shalat Magrib, Isya dan subuh - Membaca do’a ketika ruku’ seperti yang diajarkan Rasul Saw. :
Subhanarabial’ala wabihamdih yang artiya: Maha suci Rabb-ku, Yang Maha
Agung. (HR:
Muslim), dan terkadang membaca: Subhaanaka
Allahumma rabanaa wabihamdika Allahummaghfirlii yang artinya ‘Maha suci
Engkau, Ya Allah, Rabb kami, dan pujian kepada-Mu, ya Allah, Ampunilah aku.’
HR: Bukhari Muslim), - Membaca do’a ketika i’tidal yang artinya : ‘Ya Allah Rabb kami bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan
sepenuh keduanya, dan sepenuh segala yang Engkau kehendaki, Engkau Yang berhak
atas pujian dan sanjungan, yang paling layak untuk dikatakan hamba dan kami
semua adalah hamba bagi-Mu, tidak ada yang dapat menahan bagi apa yang Engkau
berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan sesuatu yang Engkau menahanya, dan
kekayaan tidak dapat memberi manfaat kepada yang punya kekayaan dari (siksa)
Mu.” (HR: Muslim) - Membaca do’a
ketika duduk antara dua sujud yang artinya “Ya Allah ampunilah aku,
rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tunjukilah aku dan berilah aku rezki” (HR:
Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah). - Membaca do’a
sebelum salam yang artinya: “Ya Allah aku
berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah
dajjal, dan aku berlindung kepadamu dari fitnah hidup dan mati, ya Allah aku
berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang. “ (HR: Bukhari).
Waktu-waktu
shalat fardhu
shalat fardhu
- Zuhur 4 rakaat, waktunya mulai
tergelincir matahari sampai bayang- bayang sesuatu sama panjang dengan bendanya - Ashar 4 rakaat, waktunya mulai bayang-bayang sepanjang bendanya sampai
terbenam matahari - Magrib 3 rakaat, waktunya mulai terbenam matahari sampai hilang syafak
merah - Isya 4 rakaat, waktunya mulai hilang safak merah sampai terbit fajar
siddiq - Subuh 2 rakaat, waktunya mulai sejak terbit fajar siddiq sampai terbit
matahari
Mengajar di MTs Muhammadiyah Lima Kaum 2001-2019, SMPN 5 Batusangkar 2017-2019, SMA Muhammadiyah Batusangkar 2014-2017 , STAIN Batusangkar 2005-2019, MTs Balah Aie Padang Pariaman 2021-2026. Admin: Ajoefahmi Course (www.zulfahmi.blog) Pustaka E-Book Ajoefahmi (www.zulfahmi.my.id)
