Penilaian Pengetahuan Tes Tulis Berbntuk Uraian Berdasarkan Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MTs 2018

Last Updated on 20.08.2026 by Zulfahmi M

Pada petunjuk teknis penilaian hasil belajar pada Keputusan Dirjen Pendis No 5162 Tahun 2018 sebagai berikut: 

Tes Tulis Bentuk Uraian Atau Esai
Tes jenis ini menuntut peserta didik untuk
mengorganisasikan dan menuliskan jawabannya dengan kalimatnya sendiri. Jawaban
tersebut melibatkan kemampuan mengingat, memahami, mengorganisasikan,
menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi
yang sudah dipelajari. Tes tulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat
komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan peserta didik.

Kaidah penulisan soal bentuk uraian sebagai berikut:
1. Substansi/Materi:

  • Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes bentuk
    uraian).
  • Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sesuai.
  • Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi dan memiliki
    tingkat UKRK yang tinggi.
  • Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang, jenis
    madrasah, dan tingkat kelas.
  • Tidak mengandung unsur SARA dan ujaran kebencian.

2. Konstruksi:

  • Ada petunjuk yang jelas mengenai cara mengerjakan soal.
  • Rumusan kalimat soal/pertanyaan menggunakan kata tanya
    atau perintah yang menuntut jawaban terurai.
  • Rumusan  pokok  soal 
    menggunakan  stimulus  dalam 
    bentuk ilustrasi/ kasus/ peristiwa/ gambar/ tabel/diagram,
    dan sejenisnya.
  • Gambar/grafik/tabel/diagram dan sebagainya jelas dan
    berfungsi.

3. Bahasa:

  • Rumusan kalimat soal/pertanyaan komunikatif.
  • Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
  • Tidak mengandung kata-kata/kalimat yang menimbulkan
    penafsiran ganda.
  • Tidak mengandung kata yang menyinggung perasaan.
  • Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. 

Catatan:
Untuk menjamin obyektifitas dalam penilaian maka pendidik
membuat pedoman penskoran atau rubrik penilaian terhadap jawaban soal esai.
Contoh soal bentuk uraian
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : VII / 1
Tahun Ajaran : 2017/2018

Kompetensi Dasar:
Memahami akidah Islam dan metode peningkatan kualitasnya.

Indikator:
Menjelaskan pengertian akidah Islamiyah.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan diserta
contoh yang jelas !

1. Terangkan dengan contoh pengertian akidah menurut Mahmud
Syaltut !

Kunci Jawaban:
Menurut Mahmud Syaltut, Akidah Islam adalah “Suatu sistem kepercayaan dalam Islam, yakni sesuatu yang harus diyakini sebelum
apa-apa, dan sebelum melakukan apa-apa, tanpa ada keraguan sedikitpun, dan
tanpa ada unsur yang mengganggu kebersihan keyakinan
”.

Adapun yang disebut dengan “sesuatu yang harus diyakini sebelum apa-apa” adalah bahwa keyakinan akan
keberadaan Allah dengan segala
fungsinya untuk kehidupan manusia, serta kebenaran aturan-aturan yang
dibuat-Nya, dan yakin akan adanya para malaikat beserta unsur-unsur lain yang terkumpul
dalam rukun iman, harus sudah tertanam saat pertama seseorang berikrar
menyatakan ke-Islamannya, atau sudah mulai ditanamkan sejak dini, yakni sejak
dapat mengenal sesuatu dan dapat membedakan sesuatu dari sesuatu, bagi orang
yang menjadi muslim karena kelahirannya.


Sedang yang dimaksud dengan “sesuatu yang harus diyakini sebelum
melakukan apa-apa
” adalah bahwa keyakinan tersebut merupakan dasar pijakan serta tujuan dari segala perbuatan.
Menjadi landasan motivasi dan kekuatan kontrol terhadap semua gerak langkah
dalam melakukan semua perbuatan.

Contoh soal bentuk uraian (Tidak HOTS)
Mata Pelajaran :
Aqidah-Akhlaq Kelas/Semester : VIII / 2 Tahun Ajaran : 2017/2018

Kompetensi Dasar:
Memahami pengertian, contoh dan dampak negatifnya sifat hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namimah

Indikator:
Memberikan contoh sikap mencegah dampak buruk dari berita
fitnah.

Jawablah pertanyaan di bawah ini!
Apa yang kamu lakukan agar berita fitnah tidak berdampak
Negatif ?

Contoh soal bentuk uraian (HOTS)
Mata Pelajaran    : Aqidah-Akhlaq
Kelas/Semester   : VIII / 2
Tahun Ajaran       : 2017/2018

Kompetensi Dasar:
Memahami pengertian, contoh dan dampak negatifnya sifat hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namimah

Indikator:

Memberikan contoh sikap mencegah dampak buruk dari berita
fitnah.

Rumusan soal:
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
Abad 21 adalah abad digital dan abad informasi. Arus
informasi yang begitu deras berdampak negatif terhadap disintegrasi bangsa. Misalnya
kejadian SARA di suatu sekolah yang belum terverifikasi kebenarannya diunggah
seorang pelajar di media sosial sehingga dapat digolongkan sebagai perbuatan
fitnah. Berita tersebut akan cepat tersebar ke masyarakat luas sehingga memicu
konflik antar kelompok. Oleh karena itu, pembatasan penggunaan media sosial
harus diterapkan kepada semua pelajar.

Susunlah langkah-langkah apa saja yang kamu lakukan untuk
menghindari dampak buruk yang disebabkan oleh banyaknya berita fitnah (hoax) di media sosial!

Petunjuk Teknis Penskoran Per Item Soal:
No
Jawaban yang diberikan
Skor
A
Jawaban berisikan pokok pikiran jawaban inti, disertai
penjelasan konseptual, factual, dan argumentasi rasional dan disertai dalil
naqli
5
B
Jawaban berisi pokok pikiran jawaban inti, disertai
penjelasan konseptual, factual dan dalail naqli
4
C
Jawaban berisi pokok pikiran jawaban inti, disertai
penjelasan konseptual dan dalil naqli
3
D
Jawaban berisi penjelasan konseptual dan dalil naqli
2
E
Jawaban berisi penjelasan berdasarkan pengetahuan dasar
1

Sumber: 
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5162 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar Pada MTs